Dugaan Korupsi DPRD Boalemo: Integritas yang Tergadai, atau Sekadar Sandiwara Hukum ?

- Jurnalis

Selasa, 29 Juli 2025 - 16:47 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Nanang Syawal

Trilogis.id_(Boalemo) – Kasus dugaan korupsi perjalanan dinas fiktif oleh anggota DPRD Boalemo periode 2019-2024, yang kini ditangani Kejaksaan Negeri Boalemo, bukan sekadar “pertanyaan besar tentang integritas”.

Ini adalah tamparan keras di wajah publik, bukti nyata bahwa lembaga yang seharusnya mewakili suara rakyat justru sibuk memperkaya diri dari pundi-pundi negara. Dengan anggaran puluhan miliar yang diduga disalahgunakan, kita tidak bicara tentang “potensi kerugian besar“, melainkan kerugian besar yang sudah pasti terjadi pada masyarakat Boalemo yang seharusnya menikmati pembangunan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dramaturgi Penegakan Hukum: Penggeledahan dan Harapan Semu

Penggeledahan hotel oleh Kejaksaan Negeri Boalemo? Tentu, itu terlihat heroik dan “serius“. Tapi mari jujur, ini lebih sering menjadi bagian dari dramaturgi penegakan hukum yang bertujuan menenangkan kemarahan publik. Penyidik “tampaknya telah memiliki bukti yang cukup,” Anda bilang? Atau lebih tepatnya, mereka akhirnya terpaksa bergerak karena tekanan opini publik semakin memanas. Harapan “kasus ini dapat diungkap secara tuntas” seringkali berujung pada antiklimaks, di mana kasus menguap begitu saja atau hanya menjerat “ikan-ikan kecil” sementara “kakap-kakap” tetap aman.

Baca Juga :  "Balas Kandang", kini Giliran Pemda dan DPRD Boalemo bertandang ke Kabupaten Parimo

Ironi Kekuasaan: Wakil Bupati dan Pertanyaan yang Menggelitik

Yang paling menjengkelkan adalah keterlibatan Wakil Bupati Boalemo saat ini, yang merupakan salah satu pimpinan DPRD Boalemo pada periode tersebut. Bagaimana mungkin seorang yang diduga terlibat dalam penyalahgunaan anggaran sebesar ini masih bisa nyaman menduduki kursi kekuasaan? Pertanyaan “apakah ia dapat membuktikan bahwa dirinya tidak terlibat” adalah retorika belaka. Lebih tepatnya, akankah dia menggunakan jabatannya untuk melindungi diri dan memastikan kasus ini tidak pernah menyentuhnya secara serius? Ini menunjukkan bahwa sistem politik di daerah seringkali menciptakan lingkaran setan impunitas.

Transparansi Semu dan Akuntabilitas yang Sekadar Slogan

Penting bagi Kejaksaan untuk “memastikan proses penyidikan dan penuntutan dilakukan secara transparan dan adil”? Ini adalah permintaan yang naif di tengah realitas hukum kita. Transparansi seringkali hanya sebatas jargon, dan keadilan kadang hanya berlaku bagi mereka yang tidak punya koneksi atau uang. Masyarakat memang “berharap agar kasus ini dapat diselesaikan dengan tuntas,” namun pengalaman pahit seringkali mengajarkan bahwa harapan tersebut seringkali hanya menjadi ilusi.

Baca Juga :  Pemilu 7 Hari Lagi. Yuyun Antu: Logistik, TPS hingga Penyelenggara sudah Siap

Kasus ini tidak hanya menunjukkan bahwa korupsi bisa terjadi di legislatif, tapi lebih gamblang lagi, ia menunjukkan betapa rapuhnya benteng antikorupsi kita. Ini bukan “momentum untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas” jika pada akhirnya tidak ada hukuman berat yang diberikan. Jika kasus ini tidak diselesaikan dengan tuntas, ia akan menjadi bukti nyata kegagalan penegakan hukum, bukan “contoh bagi lembaga publik lainnya.” Sebaliknya, ia akan menjadi izin tak tertulis bagi para pejabat nakal untuk terus merampok uang rakyat tanpa takut konsekuensi.

Pada akhirnya, kasus ini menguji bukan hanya integritas DPRD Boalemo, tetapi juga integritas seluruh sistem hukum kita. Apakah kita akan menyaksikan keadilan ditegakkan, atau hanya tontonan sandiwara yang berujung pada kekecewaan publik yang kesekian kalinya? Ini adalah pertanyaan yang akan dijawab oleh waktu, dan rekam jejak yang suram seringkali memberikan gambaran yang tidak terlalu optimis.

Terimakasih.

Berita Terkait

Kejari Boalemo Periksa Sejumlah Anggota DPRD Terkait Dugaan Perjalanan Dinas Fiktif 2020–2022
Ngutang Lagi? Ketika Raja dan Penjaga Gerbang Mengawal 25 Keping Emas
Menuju Indonesia Emas, Kapolres Boalemo & DPD KNPI Targetkan Boalemo Zero Miras dan Judi
Menakar Integritas Seleksi Jabatan di Boalemo, Antara Meritokrasi dan Bayang-Bayang Nepotisme
Rakor Ditutup, Pemkab Boalemo Siap Tekan Angka Penyakit
Ironi Gelar Profesor dan “Lonceng Kematian” Meritokrasi di Boalemo
Buka Pengkaderan Senopati Tiga Dara, Wabup Lahmuddin Hambali: Piloliyanga Kini Jadi Magnet Ekonomi Baru Boalemo
Perkuat Desa Siaga TB, Puskesmas Berlian Lakukan Deteksi Dini ILTB dan Kunjungan Rumah di Desa Bongo Tua

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 17:11 WITA

Kejari Boalemo Periksa Sejumlah Anggota DPRD Terkait Dugaan Perjalanan Dinas Fiktif 2020–2022

Kamis, 6 Agustus 2026 - 07:27 WITA

Ngutang Lagi? Ketika Raja dan Penjaga Gerbang Mengawal 25 Keping Emas

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:04 WITA

Menuju Indonesia Emas, Kapolres Boalemo & DPD KNPI Targetkan Boalemo Zero Miras dan Judi

Jumat, 24 April 2026 - 18:40 WITA

Menakar Integritas Seleksi Jabatan di Boalemo, Antara Meritokrasi dan Bayang-Bayang Nepotisme

Jumat, 24 April 2026 - 18:34 WITA

Rakor Ditutup, Pemkab Boalemo Siap Tekan Angka Penyakit

Berita Terbaru

Advertorial

Rakor Ditutup, Pemkab Boalemo Siap Tekan Angka Penyakit

Jumat, 24 Apr 2026 - 18:34 WITA