Trilogis.id – Harapan masyarakat Desa Modelomo dan Desa Pentadu Barat untuk memiliki akses penghubung yang layak kini mulai menemui titik terang. Pada Jumat (27/03/2026), dilakukan prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Jembatan Perintis Garuda (Jembatan Beton) di Desa Modelomo, Kecamatan Tilamuta.
Pembangunan ini menjadi momen bersejarah mengingat lokasi tersebut merupakan titik jembatan yang terputus sejak tahun 2020 lalu, yang selama ini menghambat mobilitas warga di dua desa tersebut.
Program Strategis Nasional
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Proyek ini merupakan bagian dari Program Strategis Nasional (PSN) Presiden RI yang dilaksanakan secara serentak di wilayah jajaran Kodam XIII/Merdeka melalui skema pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap III.
Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Kodim 1316/Boalemo, unsur Forkopimda, Camat Tilamuta yang hadir mewakili Pemerintah Daerah Kabupaten Boalemo, serta Kepala Desa dan masyarakat dari Desa Modelomo dan Pentadu Barat.
Sinergi TNI dan Pemerintah Daerah
Dandim 1316/Boalemo melalui perwakilannya menyampaikan bahwa pembangunan jembatan ini adalah bentuk nyata kehadiran negara dan TNI di tengah kesulitan rakyat. Melalui vicon/zoom meeting yang terhubung langsung dengan jajaran Kodam, kegiatan ini menegaskan komitmen TNI dalam mendukung percepatan infrastruktur di daerah terpencil.
Camat Tilamuta, dalam sambutannya mewakili Pemerintah Daerah, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas realisasi pembangunan ini.
“Ini adalah jawaban dari penantian panjang warga sejak 2020. Jembatan ini bukan sekadar beton, tapi urat nadi ekonomi yang menghubungkan Modelomo dan Pentadu Barat,” ujarnya.
Antusiasme Masyarakat
Warga yang hadir tampak antusias menyaksikan dimulainya pembangunan. Sejak jembatan lama putus enam tahun silam, akses transportasi antar-desa menjadi sulit dan berisiko. Dengan adanya jembatan permanen ini, diharapkan distribusi hasil pertanian dan mobilitas sosial masyarakat kembali normal dan lebih produktif.
Pembangunan jembatan beton ini ditargetkan menjadi solusi jangka panjang bagi konektivitas wilayah di Kabupaten Boalemo, sekaligus memperkuat persatuan dan kesatuan melalui pemerataan pembangunan infrastruktur.


















