Soal SK Plt. RSCG, Nasa: DPRD Kemana? Kita tidak butuh “juru tangkis”!

- Jurnalis

Jumat, 1 Agustus 2025 - 17:22 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Nanang Syawal

Trilogis.id_(Opini/Tajuk) – Lagi-lagi kita disuguhi tontonan pergantian pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Boalemo. Kali ini, kursi Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSCG) Boalemo menjadi sasaran kebijakan Bupati Rum Pagau.

Secara kewenangan, sah-sah saja. Bupati punya hak prerogatif untuk menunjuk dan mencopot pejabat. Tapi, apakah Boalemo ini sedang main bongkar-pasang pejabat, atau memang sedang serius membangun?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai masyarakat Boalemo yang punya akal sehat, kita harus bertanya, apa urgensi dari pergantian ini? Apakah kinerja direktur sebelumnya begitu buruk sampai harus dicopot di tengah jalan? Atau, ini hanya bagian dari “politik Tutuhia,” di mana kawan menjadi lawan, dan jabatan menjadi alat tukar? Kita jangan mudah tertipu dengan narasi “penyegaran” atau “peningkatan pelayanan” kalau di balik itu hanya ada kepentingan kelompok atau balas jasa politik.

Baca Juga :  Aktifkan Kades Pelanggar UU Desa, Bupati Boalemo minta di Copot

RSCG Boalemo adalah jantung pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Ini bukan soal jabatan empuk atau mobil dinas baru. Ini soal nasib rakyat miskin yang butuh fasilitas medis, soal ibu yang mengantri berjam-jam di poli, soal ketersediaan obat yang sering kosong, dan soal tenaga medis yang harus bekerja di bawah tekanan.

Jika pergantian ini didasarkan pada evaluasi kinerja yang transparan, silakan! Tapi, jika pergantian ini hanya karena direktur lama tidak satu “geng” dengan penguasa, maka kita harus bersuara! Jangan sampai rumah sakit yang seharusnya steril dari virus politik, justru terinfeksi olehnya.

Baca Juga :  Tak ada pertimbangan Soal SK Plt. Direktur RSCG: “Staf khusus atau Khusus Ba Staf” ??

Saya minta DPRD Boalemo, sebagai wakil rakyat, jangan diam! Jangan hanya jadi penonton. Gunakan hak pengawasan kalian. Panggil Bupati, minta penjelasan yang rasional dan terukur. Kita tidak butuh “juru tangkis” yang hanya pandai membela diri, kita butuh transparansi.

Ingat, setiap kebijakan di Boalemo ini harus dipertanggungjawabkan. Jangan sampai uang rakyat habis untuk program-program yang tidak jelas, sementara di sisi lain, pelayanan kesehatan kita masih jauh dari kata ideal. Saya ulangi, jangan sampai Boalemo ini jadi “proyek coba-coba” yang mengorbankan rakyat.

Berita Terkait

17 Tahun di Intelkam, IPDA Suwendi Kini Pimpin Polsek Dulupi
Sinergi SherlyGo dan Bentor BI Melahirkan Dompet Clara: Inovasi Layanan Publik Masa Kini
Perubahan APBD 2026 Disepakati, Boalemo Dapat Tambahan Penerimaan Rp30 Miliar
Jagung Terbesar, Kemiskinan Masih Tinggi: Rum Pagau Dorong Boalemo Beralih ke Tanaman Tahunan
Barcode Ada, Tapi BBM Sulit Didapat: Pemkab Boalemo Soroti Akses Subsidi
Kawal Revitalisasi Pendidikan, Bupati Rum Pagau Cek 20 Sekolah di Paguyaman
Dari Bongo 4, Langkah Baru Menyiapkan Generasi Boalemo
Cegah Campak Hingga Difteri, Tim BIAS Puskesmas Belian Turun ke Sekolah-Sekolah

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:36 WITA

17 Tahun di Intelkam, IPDA Suwendi Kini Pimpin Polsek Dulupi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:40 WITA

Sinergi SherlyGo dan Bentor BI Melahirkan Dompet Clara: Inovasi Layanan Publik Masa Kini

Jumat, 18 September 2026 - 21:53 WITA

Perubahan APBD 2026 Disepakati, Boalemo Dapat Tambahan Penerimaan Rp30 Miliar

Kamis, 17 September 2026 - 16:29 WITA

Jagung Terbesar, Kemiskinan Masih Tinggi: Rum Pagau Dorong Boalemo Beralih ke Tanaman Tahunan

Senin, 14 September 2026 - 17:08 WITA

Kawal Revitalisasi Pendidikan, Bupati Rum Pagau Cek 20 Sekolah di Paguyaman

Berita Terbaru

Headline

17 Tahun di Intelkam, IPDA Suwendi Kini Pimpin Polsek Dulupi

Sabtu, 10 Okt 2026 - 15:36 WITA