Trilogis (Dikbud Boalemo) – Upaya memperkuat kualitas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Boalemo membutuhkan dukungan lintas sektor, termasuk sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Komitmen tersebut salah satunya ditunjukkan melalui kunjungan Bunda PAUD Kabupaten Boalemo, Ny. Hartati Pagau, ke Direktorat PAUD Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah di Jakarta.
Dalam kunjungan pada 25 September 2025 itu, Hartati Pagau didampingi Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Boalemo, Ny. Rina Sarkam Hambali. Pertemuan tersebut membahas penguatan layanan PAUD, termasuk upaya mengaktifkan kembali sejumlah satuan pendidikan yang sempat tidak beroperasi serta permohonan dukungan Alat Permainan Edukasi (APE).
Hartati Pagau menyampaikan bahwa keberlanjutan layanan PAUD menjadi salah satu perhatian penting pemerintah daerah. Terlebih, pendidikan prasekolah merupakan bagian dari upaya mendukung kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun yang mencakup satu tahun pendidikan prasekolah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, dengan jumlah satuan PAUD yang besar di Provinsi Gorontalo, Boalemo membutuhkan perhatian dan dukungan kebijakan dari pemerintah pusat, terutama dalam penguatan fasilitas pembelajaran dan pemerataan layanan pendidikan anak usia dini.
PAUD Berkualitas Harus Dimulai dari Pembenahan Layanan
Dari sisi teknis pendidikan, Kepala Bidang PAUD dan PNFI Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boalemo, Sari Laima, S.Sos., menilai penguatan PAUD tidak cukup hanya berorientasi pada penambahan fasilitas. Ketersediaan sarana harus berjalan beriringan dengan peningkatan kompetensi pendidik, pengelolaan satuan pendidikan, serta kualitas proses pembelajaran.
Menurutnya, layanan PAUD harus mampu menjawab kebutuhan tumbuh kembang anak secara menyeluruh. Guru tidak hanya berperan menyampaikan materi, tetapi juga menjadi pendidik, pembimbing, fasilitator, sekaligus teladan dalam membentuk karakter anak sejak usia dini.
“Penguatan PAUD harus dilakukan secara menyeluruh.
Fasilitas pembelajaran seperti Alat Permainan
Edukasi memang penting, tetapi harus didukung oleh tenaga pendidik yang kompeten dan metode pembelajaran yang sesuai dengan tahap perkembangan anak,” demikian draf pernyataan Sari Laima yang perlu dikonfirmasi sebelum dikutip sebagai pernyataan langsung.
Sari juga diharapkan menekankan pentingnya pendataan dan evaluasi terhadap satuan PAUD, terutama lembaga yang belum aktif atau masih menghadapi keterbatasan sarana dan tenaga pendidik. Langkah tersebut diperlukan agar program penguatan pendidikan dapat menyentuh kebutuhan nyata di lapangan.
Kolaborasi Pusat dan Daerah Menjadi Kunci
Penguatan layanan PAUD tidak dapat dibebankan kepada satu instansi saja. Pemerintah daerah, satuan pendidikan, tenaga pendidik, orang tua, pemerintah desa, serta sektor kesehatan perlu membangun koordinasi agar kebutuhan anak terpenuhi secara berkelanjutan.
Dukungan pemerintah pusat, termasuk fasilitasi sarana dan kebijakan, perlu diikuti dengan kesiapan daerah dalam memastikan bantuan tepat sasaran dan dimanfaatkan secara optimal.
Karena itu, agenda penguatan PAUD di Boalemo tidak berhenti pada kunjungan atau penyampaian usulan ke pemerintah pusat. Tantangan berikutnya adalah memastikan satuan pendidikan yang belum berjalan dapat memperoleh solusi, fasilitas pembelajaran semakin memadai, dan kualitas tenaga pendidik terus meningkat.
Dengan langkah tersebut, komitmen membangun pendidikan sejak usia dini diharapkan benar-benar dirasakan oleh anak-anak dan keluarga di seluruh wilayah Kabupaten Boalemo.





















