Trilogis (Boalemo) — Keluarga besar Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Kabupaten Boalemo menggelar pembacaan Surah Yasin, tahlilan, dan doa bersama untuk almarhum Drs. H. Fathan Subchi, M.AP., Rabu (28/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung khidmat di kediaman Sekretaris Nahdlatul Ulama (NU) tersebut diikuti jajaran pengurus IKA PMII Kabupaten Boalemo sebagai bentuk penghormatan sekaligus ungkapan duka cita atas wafatnya Fathan Subchi, Ketua Umum Pengurus Besar IKA PMII periode 2025–2030.
Hadir dalam kegiatan itu Wakil Sekretaris Jenderal PB IKA PMII, Kasim Maliu; Ketua IKA PMII Kabupaten Boalemo, Ahman Sarman; Sekretaris IKA PMII, Ruslin Limalo; Dewan Pembina Organisasi, Suleman Asmu; serta jajaran pengurus IKA PMII Kabupaten Boalemo.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Rangkaian pembacaan Yasin, tahlil, dan doa bersama berlangsung dalam suasana penuh kekhusyukan. Para pengurus memanjatkan doa agar almarhum mendapat ampunan, rahmat, dan tempat terbaik di sisi Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.
Bergerak dan Berdampak, Bukan Sekadar Slogan
Usai rangkaian doa, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi bertema “Bergerak dan Berdampak”. Pembahasan ini menjadi ruang refleksi bagi para alumni untuk melihat kembali peran organisasi, terutama bagaimana semangat pergerakan dapat diwujudkan dalam kontribusi nyata bagi masyarakat.
Gagasan tersebut relevan dengan tantangan organisasi alumni hari ini. IKA PMII tidak cukup hanya menjadi ruang silaturahmi dan konsolidasi para mantan aktivis mahasiswa. Lebih jauh, jaringan alumni yang tersebar di berbagai bidang profesi perlu menjadi kekuatan untuk menghadirkan gagasan, memperkuat pemberdayaan masyarakat, serta ikut menjawab persoalan sosial di daerah.
Semangat “bergerak dan berdampak” juga pernah mengemuka dalam kegiatan nasional PB IKA PMII pada momentum Halal Bihalal dan peringatan Harlah PMII ke-66 pada April 2026. Dalam pemberitaan TIMES Indonesia, semangat tersebut dimaknai sebagai dorongan agar gerakan kader tidak berhenti pada aktivitas organisasi, tetapi menghasilkan manfaat konkret bagi masyarakat.
Dalam konteks Boalemo, gagasan itu dapat diterjemahkan melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia, kepedulian terhadap pendidikan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, pengawalan kebijakan publik, hingga keterlibatan alumni dalam mencari solusi atas persoalan daerah.
Dengan demikian, diskusi pascayasinan menjadi momentum untuk menghubungkan nilai-nilai pergerakan dengan tanggung jawab sosial para alumni. Ukuran keberhasilan organisasi bukan semata-mata seberapa sering kegiatan dilaksanakan, melainkan sejauh mana keberadaannya dapat dirasakan masyarakat.
Melanjutkan Nilai Pengabdian Almarhum
Wafatnya Fathan Subchi menjadi duka bagi keluarga besar IKA PMII. Sebagaimana diberitakan NU Online pada 25 Oktober 2026, PB IKA PMII menginstruksikan jajaran pengurus wilayah dan cabang di berbagai daerah untuk melaksanakan salat gaib dan tahlil sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum.
Almarhum juga dikenal memiliki perjalanan panjang dalam organisasi pergerakan. Selain memimpin PB IKA PMII periode 2025–2030, Fathan pernah aktif dalam kepemimpinan PMII dan berkiprah di lembaga negara sebagai Anggota VI Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia.
Bagi IKA PMII Kabupaten Boalemo, doa bersama tersebut bukan hanya menjadi ungkapan kehilangan, tetapi juga pengingat akan pentingnya meneruskan nilai pengabdian, menjaga persaudaraan, dan memperkuat kontribusi alumni di tengah masyarakat.
Semangat “Bergerak dan Berdampak” diharapkan tidak berhenti sebagai bahan diskusi. Nilai itu perlu diterjemahkan ke dalam langkah nyata agar organisasi alumni tetap hidup, relevan, dan mampu memberikan manfaat bagi umat, daerah, dan bangsa.






















