Anak Bupati, Adik Wakil Bupati Jadi Pejabat: Kontroversi Mutasi Birokrasi Boalemo di Tengah Sorotan Reformasi

- Jurnalis

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:25 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trilogis (BOALEMO) — Di balik gembar-gembor pembersihan birokrasi dan klaim larangan jual beli jabatan, mutasi besar-besaran yang dipimpin oleh Bupati Boalemo Drs. Rum Pagau pada Senin, 26 Oktober 2026, justru menyisakan sorotan tajam.

Pasalnya, gerbong mutasi yang mencakup puluhan pejabat tinggi pratama,administrator, hingga fungsional ini diwarnai dengan masuknya nama-nama yang memiliki hubungan keluarga dekat dengan pucuk pimpinan daerah.

Berdasarkan data susunan pejabat yang dilantik, posisi strategis di jajaran pemerintah kabupaten turut diisi oleh kerabat dekat penguasa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tercatat Narti Hambali menduduki posisi sebagai Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (nomor 18), yang disebut-sebut merupakan adik dari Wakil Bupati Boalemo, Lahmudin Hambali.

Tidak hanya itu, Ruri Paramita Pagau juga masuk dalam daftar pejabat esensial sebagai Kepala Bidang yang mengurusi ideologi, wawasan kebangsaan, dan ketahanan pangan di Kesbangpol (nomor 20), yang merupakan anak dari Bupati Boalemo, Rum Pagau.

Masuknya darah daging para pengambil kebijakan ini kontan mencoreng narasi meritokrasi yang sebelumnya diagung-agungkan oleh sang bupati dalam pidato pelantikannya.

Kontradiksi Pidato Bupati dan Praktik Nepotisme

Sebelumnya, dalam arahannya di Pendopo Kantor Bupati, Bupati Rum Pagau dengan nada tinggi menegaskan bahwa penempatan jabatan di masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Lahmudin Hambali murni berbasis kompetensi dan kinerja, serta menjauhkan diri dari praktik transaksional maupun kedekatan personal.

“Amanah ini diberikan berdasarkan hasil penilaian… tidak dinilai dari kedekatan Bupati atau Wakil Bupati, apalagi ada setoran-setoran. Jabatan ini tidak diperjualbelikan, jabatan ini hanya diberikan kepada orang-orang yang punya kompetensi,” ujar Rum Pagau di hadapan para ASN.

Namun, pernyataan antikorupsi dan anti-kedekatan tersebut langsung berbenturan dengan kenyataan di lapangan. Publik dan kalangan pengamat birokrasi tentu mempertanyakan objektivitas penilaian kinerja manakala kursi-kursi strategis justru jatuh ke tangan keluarga inti lingkaran kekuasaan eksekutif.

Baca Juga :  Bersama Pertamina, Pemda Boalemo pastikan penyaluran BBM & Gas Elpiji

Rapor Merah Reformasi Birokrasi

Ironisnya, penempatan pejabat baru ini dilakukan di tengah sorotan tajam atas buruknya tata kelola pemerintahan daerah. Bupati sendiri sempat mengakui bahwa dirinya mendapat informasi dari Pemerintah Provinsi Gorontalo bahwa indeks reformasi birokrasi Kabupaten Boalemo berada di posisi terendah se-Provinsi Gorontalo.

Alih-alih menjawab rapor merah tersebut dengan membuka ruang lelang jabatan (open bidding) yang transparan dan independen bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN) yang berprestasi secara merata, langkah memasukkan unsur keluarga (anak bupati dan adik wakil bupati) justru memperkuat indikasi kuat praktik nepotisme.

Baca Juga :  14 Faskes Kabupaten Boalemo Tuntas Akreditasi. Berikut Capaiannya!

Berikut adalah sebagian daftar pejabat administrator dan pengawas yang turut dilantik dalam gerbong mutasi tersebut:

Jabatan Kepala Dinas & Badan: Asni Abu Bakar Yusuf (Kadis Perpustakaan & Kearsipan), Ruslin Limalo (Kaban Kesbangpol), Rasid Manto (Camat Mananggu), Laila Nihese (Kabag Administrasi Pembangunan), Daud Dukalang (Kabag Kesra).

Jabatan Sekretaris Dinas & Badan: Irfan Uwade (Sekretaris BPKPD), Muhammad Yamin Alin (Sekretaris Dinas Kominfo), Risman Bantahari (Sekretaris Kesbangpol), Zulmiyadi Balide (Sekretaris Disparpora), Iskandar Hendra Pagau (Sekretaris Dikbud), Jefri Kaluku (Sekretaris Dinas Perpustakaan), Meri Tideng Pawewang (Sekretaris Dinas PUPR).

Jabatan Kepala Bidang Strategis: Termasuk di dalamnya penempatan Narti Hambali (Kabid Kebudayaan Dikbud) serta Ruri Paramita Pagau (Kabid di Kesbangpol) di tengah puluhan pejabat bidang lainnya.

Jika pemerintah daerah serius ingin mendongkrak indeks reformasi birokrasi dan menghapus stigma “setoran jabatan”, semestinya prinsip meritokrasi diterapkan tanpa pandang bulu—terutama dengan membersihkan proses mutasi dari bayang-bayang konflik kepentingan dan politik kekerabatan.

Berita Terkait

PAD Tak Jelas, Videotron Tilamuta Telan Korban
17 Tahun di Intelkam, IPDA Suwendi Kini Pimpin Polsek Dulupi
Sinergi SherlyGo dan Bentor BI Melahirkan Dompet Clara: Inovasi Layanan Publik Masa Kini
Perubahan APBD 2026 Disepakati, Boalemo Dapat Tambahan Penerimaan Rp30 Miliar
Jagung Terbesar, Kemiskinan Masih Tinggi: Rum Pagau Dorong Boalemo Beralih ke Tanaman Tahunan
Barcode Ada, Tapi BBM Sulit Didapat: Pemkab Boalemo Soroti Akses Subsidi
Kawal Revitalisasi Pendidikan, Bupati Rum Pagau Cek 20 Sekolah di Paguyaman
Dari Bongo 4, Langkah Baru Menyiapkan Generasi Boalemo

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:25 WITA

Anak Bupati, Adik Wakil Bupati Jadi Pejabat: Kontroversi Mutasi Birokrasi Boalemo di Tengah Sorotan Reformasi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:02 WITA

PAD Tak Jelas, Videotron Tilamuta Telan Korban

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:36 WITA

17 Tahun di Intelkam, IPDA Suwendi Kini Pimpin Polsek Dulupi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:40 WITA

Sinergi SherlyGo dan Bentor BI Melahirkan Dompet Clara: Inovasi Layanan Publik Masa Kini

Kamis, 17 September 2026 - 16:29 WITA

Jagung Terbesar, Kemiskinan Masih Tinggi: Rum Pagau Dorong Boalemo Beralih ke Tanaman Tahunan

Berita Terbaru

Headline

PAD Tak Jelas, Videotron Tilamuta Telan Korban

Kamis, 22 Okt 2026 - 16:02 WITA

Headline

17 Tahun di Intelkam, IPDA Suwendi Kini Pimpin Polsek Dulupi

Sabtu, 10 Okt 2026 - 15:36 WITA