Jagung Terbesar, Kemiskinan Masih Tinggi: Rum Pagau Dorong Boalemo Beralih ke Tanaman Tahunan

- Jurnalis

Kamis, 17 September 2026 - 16:29 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TRILOGIS (BOALEMO) — Bupati Boalemo Drs. Rum Pagau menyoroti paradoks ekonomi daerah dalam High Level Meeting dan Capacity Building Neraca Pangan yang digelar Bagian Ekonomi dan SDM di Cabana Resort Pantai Bolihutuo, Kamis (17/9/2026).

Di hadapan Deputi Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Gorontalo Ciptoni Suryo Cendro, narasumber Badan Pangan Nasional Maino Dwi Hartono, S.TP., M.Si., jajaran instansi vertikal dan pimpinan OPD terkait, Rum Pagau mengapresiasi dukungan Bank Indonesia terhadap berbagai program pembangunan ekonomi di daerah.

Menurutnya, sinergi dengan Bank Indonesia penting karena lembaga tersebut memiliki peran dalam menjaga stabilitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Bank Indonesia ini telah mensupport kegiatan-kegiatan di daerah, baik di kabupaten/kota maupun di provinsi. Hal ini mereka lakukan supaya pertumbuhan ekonomi di daerah cepat dan bisa dinikmati oleh masyarakat,” ujar Rum Pagau

Ia pun meminta perhatian dan dukungan yang diberikan Bank Indonesia kepada Boalemo dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat perekonomian masyarakat.

Baca Juga :  Dr. Sherman Moridu: Tumbilotohe di Boalemo menjadi Pasang Lampu yang ramah lingkungan

Namun, dalam forum tersebut Rum Pagau justru mengangkat persoalan yang menurutnya menjadi pekerjaan rumah besar bagi Boalemo: ketergantungan masyarakat terhadap komoditas jagung belum secara otomatis berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan petani.

“Penghasil Jagung Terbesar, Tapi Termiskin Juga Nomor Satu”

Rum Pagau secara terbuka menyinggung kondisi ekonomi Boalemo yang menurutnya menyimpan paradoks.

“Boalemo ini penghasil jagung terbesar di Provinsi Gorontalo. Semestinya kalau terbesar, uangnya banyak. Ini Boalemo penghasil jagung terbesar, tapi termiskin juga nomor satu di Provinsi Gorontalo. Ini kan aneh. Aneh tapi nyata,” ucapnya.

Pernyataan tersebut menjadi sorotan utama dalam pertemuan yang membahas neraca pangan dan penguatan kapasitas ekonomi daerah.

Rum Pagau mengatakan, persoalan tersebut bukan berarti dirinya menolak komoditas jagung yang selama ini menjadi salah satu mata pencaharian masyarakat Boalemo.

Baca Juga :  Dr.Sherman Moridu ajak semua stakeholder turunkan angka kemiskinan Boalemo

Ia justru menyoroti pola ekonomi yang telah berlangsung secara turun-temurun dan dinilai belum mampu membawa perubahan signifikan terhadap kehidupan sebagian petani.

“Sejak saya bupati periode pertama, bukan saya tidak setuju dengan jagung. Tapi jagung ini sudah turun-temurun menjadi pekerjaan kita, orang tua kita. Tetapi sampai dengan saat ini, belum pernah orang yang berubah kehidupannya karena jagung,” katanya.

Ia kemudian menyinggung persoalan akses permodalan petani yang menurutnya dapat menciptakan ketergantungan dalam rantai perdagangan komoditas.

“Kecuali orang-orang yang diberi kepercayaan oleh tengkulak-tengkulak kecil yang ada di Gorontalo. Diberikan modal untuk petani sekaligus pengikat yang tidak bisa ditawar-tawar,” lanjutnya.

Dorong Tanaman Tahunan Jadi Strategi Baru

Memasuki periode kedua kepemimpinannya, Rum Pagau mengatakan pemerintah daerah mulai mengarahkan program pertanian pada pengembangan tanaman tahunan.

Baca Juga :  Wagub Gorontalo Idris Rahim sebut Boalemo membaik ditangan Anas Jusuf

Sejumlah komoditas yang disebut antara lain durian, kakao, pala, kelapa sawit dan bambu petung.

Menurutnya, diversifikasi tanaman tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu strategi jangka panjang untuk meningkatkan sumber pendapatan masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap satu komoditas.

“Diperiode kedua ini, saya telah memprogramkan tanaman tahunan seperti durian, coklat, pala, kelapa sawit dan bambu petung. Saya minta masyarakat Kabupaten Boalemo ini akan sejahtera dengan tanaman-tanaman tahunan,” ungkapnya.

Rum Pagau juga meminta jajaran pimpinan OPD tidak hanya membuat program dari balik meja, tetapi ikut menjadi contoh dalam mengembangkan tanaman tahunan.

Ia berharap gerakan tersebut dapat berkembang menjadi bagian dari strategi pembangunan ekonomi masyarakat Boalemo.

“Olehnya itu, saya berharap kepada pimpinan OPD menjadi contoh bagi masyarakat untuk menanam tanaman tahunan guna kesejahteraan masyarakat Kabupaten Boalemo,” tutupnya.

Berita Terkait

Puskesmas Berlian Gelar Kegiatan Tracing TB Rangkaian CKG di Desa Bongo Tua
Bupati Rum Pagau Pimpin Upacara Kirab Lambang Satuan Yonif 915/Bituo di Boalemo
Munasir Asal Bunyi: Utang Daerah Punya Bukti Nyata, Publik Menagih Transparansi Keuangan Pemerintah
Tingkatkan Kualitas Guru PAUD, Dikbud Boalemo Gelar Bimtek untuk Mananggu dan Botumoito
IKA PMII Boalemo Gelar Yasinan dan Tahlil untuk Fathan Subchi, Diskusi Bergerak dan Berdampak Mengemuka
Semarak Festival Literasi 2026: Lahmudin Hambali Ajak Warga Boalemo Jadikan Membaca Sebagai Gaya Hidup
Cetak Generasi Bermental Juara, Wakil Bupati Boalemo Lahmudin Hambali Resmi Buka Turnamen Sepak Bola U-12
Rp25 Miliar Sah, Rum Pagau Kembali Gadaikan Boalemo?

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 22:08 WITA

Puskesmas Berlian Gelar Kegiatan Tracing TB Rangkaian CKG di Desa Bongo Tua

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:52 WITA

Munasir Asal Bunyi: Utang Daerah Punya Bukti Nyata, Publik Menagih Transparansi Keuangan Pemerintah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 22:22 WITA

Tingkatkan Kualitas Guru PAUD, Dikbud Boalemo Gelar Bimtek untuk Mananggu dan Botumoito

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:46 WITA

IKA PMII Boalemo Gelar Yasinan dan Tahlil untuk Fathan Subchi, Diskusi Bergerak dan Berdampak Mengemuka

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:35 WITA

Semarak Festival Literasi 2026: Lahmudin Hambali Ajak Warga Boalemo Jadikan Membaca Sebagai Gaya Hidup

Berita Terbaru

Advertorial

Hot Sprint Disparpora Boalemo, Ajang Menjaring Bibit Atlet Muda

Selasa, 3 Nov 2026 - 14:36 WITA