Barcode Ada, Tapi BBM Sulit Didapat: Pemkab Boalemo Soroti Akses Subsidi

- Jurnalis

Rabu, 16 September 2026 - 17:09 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trilogis -(Boalemo) — Persoalan BBM bersubsidi di Kabupaten Boalemo tidak sekadar menyangkut panjangnya antrean di SPBU. Lebih jauh, pemerintah daerah mulai mempertanyakan bagaimana mekanisme distribusi BBM bersubsidi benar-benar berjalan di lapangan, khususnya bagi petani dan nelayan yang menjadi kelompok sasaran.

Hal itu mencuat dalam rapat Forkopimda Kabupaten Boalemo, Rabu (16/9/2026). Bupati Boalemo Drs. Rum Pagau secara terbuka menyoroti persoalan penggunaan barcode yang diperuntukkan bagi petani dan nelayan.

Menurut Rum, terdapat kondisi dimana petani dan nelayan secara administratif tercatat memiliki barcode, namun barcode tersebut justru tidak berada di tangan mereka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Persoalannya, petani dan nelayan ini hanya namanya punya barcode, tetapi barcode ini bukan mereka yang pegang. Hanya orang-orang tertentu yang dekat dengan SPBU,” kata Rum.

Pernyataan tersebut membuka persoalan yang lebih mendasar: apakah sistem subsidi BBM benar-benar memastikan kelompok penerima dapat menikmati haknya, atau hanya memastikan nama mereka tercatat dalam sistem?

Baca Juga :  Boalemo kini miliki Komando Distrik sendiri

Sebab, keberadaan barcode seharusnya menjadi instrumen untuk memastikan distribusi BBM bersubsidi lebih tepat sasaran. Namun jika penerima yang tercatat justru kesulitan mengakses BBM, sementara proses pembelian bergantung pada pihak lain, maka efektivitas mekanisme tersebut patut dievaluasi.

Di sisi lain, antrean panjang di SPBU juga masih menjadi keluhan masyarakat. Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan BBM bersubsidi tidak cukup diselesaikan hanya dengan menambah pengawasan di lapangan.

Dibutuhkan penataan distribusi, transparansi mekanisme pembelian, serta kepastian bahwa petani dan nelayan dapat menggunakan hak akses mereka secara langsung sesuai ketentuan.

Pemerintah Kabupaten Boalemo pun meminta dukungan TNI dan Polri untuk membantu melakukan penertiban penggunaan barcode sekaligus mengatasi persoalan antrean BBM bersubsidi, baik Pertalite maupun Solar.

Baca Juga :  Kapolsek Tilamuta Bantah Beri Rekomendasi BBM, Penyaluran untuk Nelayan Dilengkapi Dokumen Valid

Namun, langkah penertiban tersebut juga perlu diikuti dengan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme distribusi di tingkat SPBU. Jangan sampai masyarakat yang menjadi sasaran subsidi justru menjadi pihak yang paling sulit mendapatkan BBM.

Forkopimda kini dituntut tidak hanya mengurai antrean, tetapi juga memastikan siapa yang sebenarnya mendapatkan akses BBM bersubsidi, bagaimana barcode digunakan, serta apakah mekanisme tersebut telah berjalan sesuai tujuan awal subsidi.

Sebab pada akhirnya, persoalan BBM bersubsidi bukan semata soal panjang atau pendeknya antrean di SPBU. Ini menyangkut ketepatan sasaran subsidi dan keadilan akses bagi masyarakat yang menggantungkan aktivitas ekonominya pada BBM

Berita Terkait

17 Tahun di Intelkam, IPDA Suwendi Kini Pimpin Polsek Dulupi
Sinergi SherlyGo dan Bentor BI Melahirkan Dompet Clara: Inovasi Layanan Publik Masa Kini
Perubahan APBD 2026 Disepakati, Boalemo Dapat Tambahan Penerimaan Rp30 Miliar
Jagung Terbesar, Kemiskinan Masih Tinggi: Rum Pagau Dorong Boalemo Beralih ke Tanaman Tahunan
Kawal Revitalisasi Pendidikan, Bupati Rum Pagau Cek 20 Sekolah di Paguyaman
Dari Bongo 4, Langkah Baru Menyiapkan Generasi Boalemo
Cegah Campak Hingga Difteri, Tim BIAS Puskesmas Belian Turun ke Sekolah-Sekolah
Bupati Rum Pagau Letakkan Batu Pertama KNMP, Nilai Investasi Capai Rp10,8 Miliar

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:36 WITA

17 Tahun di Intelkam, IPDA Suwendi Kini Pimpin Polsek Dulupi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:40 WITA

Sinergi SherlyGo dan Bentor BI Melahirkan Dompet Clara: Inovasi Layanan Publik Masa Kini

Jumat, 18 September 2026 - 21:53 WITA

Perubahan APBD 2026 Disepakati, Boalemo Dapat Tambahan Penerimaan Rp30 Miliar

Kamis, 17 September 2026 - 16:29 WITA

Jagung Terbesar, Kemiskinan Masih Tinggi: Rum Pagau Dorong Boalemo Beralih ke Tanaman Tahunan

Senin, 14 September 2026 - 17:08 WITA

Kawal Revitalisasi Pendidikan, Bupati Rum Pagau Cek 20 Sekolah di Paguyaman

Berita Terbaru

Headline

17 Tahun di Intelkam, IPDA Suwendi Kini Pimpin Polsek Dulupi

Sabtu, 10 Okt 2026 - 15:36 WITA