Puluhan Penambang Tewas, Aim : Kapolda, Harus Bertanggung Jawab

- Jurnalis

Kamis, 25 Februari 2021 - 16:18 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trilogis.id (Sulteng) – Pertambangan di Kecamatan Ampibabo yang menelan puluhan korban jiwa seperti yang diberitakan sebelumnya, menyita perhatian sejumlah Pihak. ( https://trilogis.id/tambang-sulteng-longsor-puluhan-orang-tewas-tertimbun-tanah/ )

Sebut saja Ketua DPD Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Sulawesi Tengah (Sulteng), Aim Ngadi. Kepada media ini dirinya menegaskan bahwa Kapolda Sulteng juga harus bertanggung jawab,sebab lokasi tambang emas di Kecamatan Ampibabo, yang menelan puluhan korban jiwa itu merupakan Pertambangan Ilegal (PETI)

“Beberapa waktu lalu, kami dan sejumlah aktivis pemerhati lingkungan, sudah menyurati Kapolda Sulteng untuk segera menghentikan aktivitas pertambangan ilegal yang ada di wilayah Sulteng terutama di Parimo dan Morowali, Tapi tidak juga ditindaklanjuti,” ujar Aim, Kamis, (25/02/2021).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia pun mendesak Kapolri, agar segera mengambil tindakan tegas, mengevaluasi Kapolda Sulteng dan Kapolres Parigi Moutong terkait kinerjanya. Karena, menurutnya lemah mengatasi dan menegakkan peraturan terkait pertambangan ilegal.

“Bukan mencari kesalahan. Tapi, menilai kejadian ini dengan objektif, maka Kapolda Sulteng dan Kapolres Parigi Moutong yang juga harus ikut bertanggung jawab. Karena, kami sudah meminta dengan resmi pada waktu itu, untuk penutupan aktivitas pertambangan yang membahayakan tersebut,” ketusnya.

Dikatakan Ketua DPD Pospera, Kapolda Sulteng dan Kapolres Parimo, terindikasi melakukan pembiaran terhadap aktifitas penambangan ilegal tersebut.

“Permintaan kami jelas dan tegas, ini didasari dari sikap pihak penegak hukum yang terindikasi melakukan pembiaran” tegasnya.

Lebih lanjut kata Aim, pihaknya juga meminta Gubernur terpilih, agar menepati janjinya terhadap Pertambangan Ilegal yang ada Sulteng.

“Kami pun akan meminta kepada Gubernur Sulteng terpilih untuk bersikap tegas dan merapikan setiap pertambangan ilegal yang ada di Daerah kami,” pungkasnya.(Rasya Tr02)

Baca Juga :  Ternyata, Korban PETI di Boalemo masih berstatus sebagai Siswa

Berita Terkait

Rapor Merah PAHAM: Janji Pembangunan, Utang BPJS, dan Sejumlah Persoalan yang Belum Tuntas
Menyelamatkan Nyawa, Kehilangan Hak: Jeritan Nakes di Balik Penolakan Klaim BPJS
Sekda dan Krisis Plasma Sawit: Diam, Mengawasi, atau Membiarkan?
Isu Maladministrasi Sejumlah Kadis di Boalemo, Kepegawaian, Inspektorat dan Sekda Cuek?
Gelar Tinggi Tak Menjamin Kepatuhan: Ironi di Balik Pelantikan Cacat Hukum
Prabowo: Selama 34 Tahun Rp.15.400 Triliun Kita Hilang Akibat Praktik Kecurangan Ekspor
Menggugat Gurita “Kepala BKAD instan”, Ketika Jabatan Batal tapi Dokumen Keuangan Tetap Jalan?

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 16:15 WITA

Rapor Merah PAHAM: Janji Pembangunan, Utang BPJS, dan Sejumlah Persoalan yang Belum Tuntas

Kamis, 4 Juni 2026 - 23:02 WITA

Menyelamatkan Nyawa, Kehilangan Hak: Jeritan Nakes di Balik Penolakan Klaim BPJS

Senin, 1 Juni 2026 - 14:49 WITA

Rabu, 27 Mei 2026 - 21:06 WITA

Sekda dan Krisis Plasma Sawit: Diam, Mengawasi, atau Membiarkan?

Jumat, 22 Mei 2026 - 21:22 WITA

Gelar Tinggi Tak Menjamin Kepatuhan: Ironi di Balik Pelantikan Cacat Hukum

Berita Terbaru

Headline

Senin, 1 Jun 2026 - 14:49 WITA