Trilogis (Boalemo) – Wakil Bupati Boalemo, H. Lahmuddin Hambali, menghadiri secara langsung puncak acara Haul Akbar pendiri Pondok Pesantren Al Khairaat Tilamuta, KH. Umar Alamri dan KH. Mohammad Abubakar, pada Sabtu (18/7/2026). Dalam sambutannya di hadapan ribuan jamaah, santri, dan ulama, Wabup menekankan bahwa haul bukan sekadar ritual mengenang jasa almarhum, melainkan momentum strategis untuk meneguhkan kembali nilai-nilai luhur warisan para guru tua.
Wabup Lahmuddin menegaskan bahwa warisan terbesar dari pendiri Al Khairaat Tilamuta melampaui aspek fisik seperti bangunan madrasah atau lembaga pendidikan. Menurutnya, inti dari perjuangan para masyayikh terletak pada pembentukan karakter dan pola pikir generasi penerus.
“Bagi saya, warisan Guru Tua bukan semata bangunan madrasah atau lembaga pendidikan. Warisan terbesar beliau adalah cara berpikir yang lurus, akhlak yang mulia, semangat mencintai ilmu, menghormati guru, menjaga persaudaraan, serta berdakwah dengan kelembutan dan hikmah,” ujar Wabup Lahmuddin dalam amanatnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia mengajak seluruh keluarga besar Al Khairaat dan masyarakat Boalemo untuk menginternalisasi nilai-nilai tersebut sebagai pedoman hidup. Dengan demikian, generasi yang lahir dari rahim pesantren ini tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga beradab dan mampu menjaga persatuan umat di tengah tantangan zaman.
Pada kesempatan tersebut, Wabup juga memanjatkan doa agar Allah SWT menerima seluruh amal ibadah para masyayikh dan ulama yang telah mendahului kita. Ia berharap keberkahan dari perjuangan mereka terus mengalir bagi Kabupaten Boalemo dan seluruh keluarga besar Al Khairaat Tilamuta.
Puncak Haul Akbar tahun ini berlangsung khidmat dan penuh haru, dihadiri oleh tokoh-tokoh nasional, pejabat daerah, serta perwakilan pondok pesantren se-Boalemo. Acara ditutup dengan pembacaan tahlil dan doa bersama, menegaskan komitmen masyarakat Boalemo untuk melanjutkan estafet dakwah dan pendidikan Islam yang telah dirintis oleh KH. Umar Alamri dan KH. Mohammad Abubakar.











