“Sering Blunder”, Rum Pagau tak perlu lagi limpahkan kewenangan ke Wakil Bupati

- Jurnalis

Selasa, 30 September 2025 - 00:57 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trilogis.id_(Opini/Tajuk) – Kritik tajam yang dilontarkan oleh publik terkait kinerja Pemerintahan Kabupaten Boalemo seharusnya menjadi alarm keras bagi Bupati Rum Pagau. Serangkaian blunder administrasi, dugaan anggaran “siluman,” hingga masalah mutasi jabatan yang mencuat, semuanya menunjuk pada satu akar masalah: pelimpahan kewenangan yang berlebihan dan tidak terkontrol kepada Wakil Bupati.

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 memang menempatkan Wakil Bupati sebagai pembantu Bupati. Namun, esensi dari “membantu” adalah mendukung visi dan misi kepala daerah, bukan menciptakan masalah baru yang berpotensi merusak integritas dan stabilitas pemerintahan.

Pengalaman pahit di periode 2012-2017, di mana pencalonan Rum Pagau terganjal masalah administrasi mutasi, seharusnya menjadi pelajaran yang mahal. Mengapa kesalahan struktural yang sama dibiarkan berulang?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pintu Masuk Anggaran “Siluman”

Isu paling mendasar dan berbahaya adalah dugaan adanya program dan kegiatan (“giat”) yang masuk melalui pergeseran anggaran tanpa pembahasan bersama DPRD. Ini bukan sekadar pelanggaran etika birokrasi, tetapi pelanggaran terhadap prinsip transparansi dan akuntabilitas publik.

Baca Juga :  Wonosari jadi Kecamatan tertinggi Kasus baru Covid-19, Dinkes lakukan Sosialisasi Vaksinasi

Ketika kegiatan seperti seminar, pelatihan, dan perjalanan dinas – yang notabene diminta diminimalisir oleh instruksi presiden – justru tetap dijalankan melalui skema anggaran yang tertutup, muncul kecurigaan bahwa efisiensi bukan lagi tujuannya, melainkan pengalihan dana untuk kepentingan yang tidak mendesak atau tidak prioritas. Hal ini menciptakan preseden buruk dan berpotensi menjadi celah bagi penyalahgunaan kekuasaan. DPRD sebagai institusi pengawas memiliki hak konstitusional untuk menolak dan mempertanyakan setiap pergeseran anggaran yang tidak prosedural.

Dampak Jangka Panjang Blunder Administrasi

Masalah tidak berhenti pada uang. Kasus pergantian Direktur RS Clara Gobel yang memicu kekacauan administrasi, hingga surat disposisi Bupati yang mandek di tingkat pelaksana, menunjukkan adanya disorientasi dan kekacauan dalam rantai komando. Pelimpahan kewenangan yang tidak dibarengi dengan pengawasan ketat menciptakan “dua matahari” dalam sistem birokrasi. Staf pelaksana menjadi bingung menentukan prioritas, yang pada akhirnya melumpuhkan kecepatan pelayanan publik.

Baca Juga :  Turlap ke Boalemo, Senator DPP-RI Evaluasi seluruh Bansos

Tuduhan adanya “penyelipan” pengadaan motor yang tidak relevan di salah satu dinas adalah puncaknya. Jika hal ini benar, itu adalah indikasi jelas bahwa kewenangan yang dilimpahkan telah disalahgunakan untuk memenuhi kepentingan sektoral atau pribadi, bukan untuk efisiensi operasional dinas.

Saatnya Rum Pagau Menarik Rem Darurat

Sudah saatnya Bupati Rum Pagau menarik rem darurat dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Wakil Bupati dan seluruh staf yang terlibat dalam pelimpahan kewenangan bermasalah ini. Kepercayaan adalah modal politik, tetapi integritas publik adalah tanggung jawab utama.

Langkah yang harus diambil adalah:

  1. Restrukturisasi Kewenangan: Batasi pelimpahan kewenangan hanya pada hal-hal rutinitas. Urusan strategis, terutama yang menyangkut anggaran dan mutasi pejabat, harus dikembalikan ke kendali penuh Bupati.
  2. Audit Khusus Anggaran: Perintahkan Inspektorat untuk melakukan audit khusus terhadap semua pergeseran anggaran yang diduga tidak dibahas bersama DPRD.
  3. Transparansi Total: Publikasikan dan jelaskan secara terbuka kepada masyarakat dan DPRD mengenai alasan di balik setiap keputusan mutasi dan pergeseran anggaran yang kontroversial.
Baca Juga :  Rusli Habibie Sampaikan Pesan Ramadan Melalui Wakil Bupati Lahmudin Hambali

Jika Rum Pagau gagal bertindak tegas sekarang, kritik ini tidak hanya akan melukai citra Wakil Bupati, tetapi pada akhirnya akan melumpuhkan legitimasi kepemimpinan Bupati sendiri di mata rakyat Boalemo. Pemulihan kepercayaan publik harus menjadi prioritas nomor satu.

Terlepas dari itu semua, Atas dasar itu, penulis untuk memberikan pertimbangan selalu subjek hukum yang secara reguliasi berhak untuk memberikan pendapat terhadap pemerintah.

Jauh dari itu, penulis hanya menjalan tugas kontrol dan mengemuka pendapat secara tertulis dan tidak tertulis.

Terima kasih.

Berita Terkait

Bupati Rum Pagau Pimpin Upacara Kirab Lambang Satuan Yonif 915/Bituo di Boalemo
Munasir Asal Bunyi: Utang Daerah Punya Bukti Nyata, Publik Menagih Transparansi Keuangan Pemerintah
Tingkatkan Kualitas Guru PAUD, Dikbud Boalemo Gelar Bimtek untuk Mananggu dan Botumoito
IKA PMII Boalemo Gelar Yasinan dan Tahlil untuk Fathan Subchi, Diskusi Bergerak dan Berdampak Mengemuka
Semarak Festival Literasi 2026: Lahmudin Hambali Ajak Warga Boalemo Jadikan Membaca Sebagai Gaya Hidup
Cetak Generasi Bermental Juara, Wakil Bupati Boalemo Lahmudin Hambali Resmi Buka Turnamen Sepak Bola U-12
Rp25 Miliar Sah, Rum Pagau Kembali Gadaikan Boalemo?
Tugu Jagung Dikorbankan, Videotron Hanya Sumbang Rp.48 Juta hingga Akhir Periode PAHAM?

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 15:05 WITA

Bupati Rum Pagau Pimpin Upacara Kirab Lambang Satuan Yonif 915/Bituo di Boalemo

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:52 WITA

Munasir Asal Bunyi: Utang Daerah Punya Bukti Nyata, Publik Menagih Transparansi Keuangan Pemerintah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 22:22 WITA

Tingkatkan Kualitas Guru PAUD, Dikbud Boalemo Gelar Bimtek untuk Mananggu dan Botumoito

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:46 WITA

IKA PMII Boalemo Gelar Yasinan dan Tahlil untuk Fathan Subchi, Diskusi Bergerak dan Berdampak Mengemuka

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:35 WITA

Semarak Festival Literasi 2026: Lahmudin Hambali Ajak Warga Boalemo Jadikan Membaca Sebagai Gaya Hidup

Berita Terbaru