Trilogis.id (Boalemo) – Gegara diaktifkan kembali oleh Pemerintah Daerah, Kepala Desa Diloato terpidana Perzinahan dapat penolakan dari sekelompok warga desa.
Berawal dari demo di Kantor Bupati, hearing bersama Tim Pembina Desa, hingga Blokade Kantor desa yang mengakibatkan satu Polisi Polsek Paguyaman terluka, masyarakat Diloato akibat kisruh antara kubu Pro dan Kontra, Senin, 28-08-2023.
Meskipun berpotensi mengancam stabilitas daerah, Pemerintah Daerah terlihat tak peduli dengan kisruh antara masyarakat pendukung dan penentang Kepala Desa, padahal saat ini Stabilitas menjadi prioritas seluruh lembaga jelang pemilu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Saat dikonfirmasi, Kapolsek Paguyaman, pada Selasa (29/8/2023) Iptu Juwari membenarkan bahwa adanya anggota Polsek Paguyaman yang jadi korban.https://fb.watch/mKC5q_UHN2/?mibextid=K8Wfd2
“Jadi posisi pintu kantor desa itu jatuh pak, mungkin karena banyak masa yang berdesakan di kantor desa. Memang tidak langsung ke anggota saya. Pecahan itu tergelincir hingga mengenai kaki kiri anggota saya,” Jelasnya.
Dirinya menerangkan, berbeda dengan kelompok Kontra, Kelompok aksi masyarakat yang mendukung Anton Naki tidak ada pemberitahuan ke pihak kepolisian.
Selain itu, dirinya mengungkapkan bahwa kondisi desa Diloato dalam pengamanan pihak kepolisian hingga menunggu pertemuan Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) untuk membahas persoalan Diloato.
Sementara itu, Nanang Syawal eminta peran Forkopimda Boalemo menseriusi kasus Desa Diloato terlebih jelang pemilu.
”Kita ini sementara mebgahdapi pemilu, Maka wajib hukumnya Forkopimda Boalemo menjamin stabilitas keamanan daerah. Jangan sampai masyarakat terpecah belah,” ungkap Nanang Syawal kepada media ini, Rabu (30/8).
Ditempat berbeda, Ketika dikonfirmasi kepada Pihak Pemerintah Daerah melalui Kepala Kesbangpol mengaku segela melaporkan kepada Bupati, namu Bupati masih berada diluar daerah.

















