Antara Shalat hingga Program Gaib dan Uang Rakyat yang Raib

- Jurnalis

Minggu, 31 Agustus 2025 - 17:51 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trilogis.id_(Tajuk/Opini) — Hari ini, Pemda Boalemo bersama Forkopimda menggelar Sholat Ghoib dan doa bersama untuk keselamatan negeri, khususnya Boalemo. Seruan persatuan dan ketakwaan menggema di Masjid Agung Baiturrahmah. Di atas mimbar, para pejabat bicara tentang pentingnya berdoa, menjaga kebersamaan, dan memohon perlindungan Allah dari segala bencana.

Tapi mari kita bertanya dengan jujur, bencana seperti apa yang sebenarnya sedang mengintai Boalemo hari ini? Apakah kita benar-benar sedang memohon perlindungan dari gempa bumi, banjir, atau tsunami? Atau justru sedang menutup mata terhadap bencana yang lebih berbahaya, bencana kepemimpinan yang tidak amanah?

Tradisi doa bersama sebenarnya mulia.
Namun, ia menjadi paradoks ketika agama hanya hadir di panggung simbolik. Saat ada bencana alam. Saat ada peringatan nasional. Saat ingin membangun citra kesalehan di mata publik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di luar itu, nilai agama jarang tampak dalam pengelolaan pemerintahan sehari-hari. Kita tidak melihat doa dan dzikir itu menjelma dalam integritas anggaran, amanah dalam jabatan, atau keadilan dalam kebijakan.

Baca Juga :  Jasa Nakes RSTN Baolemo belum dibayarkan?

Mereka memimpin doa untuk “keselamatan negeri” sambil menutup mata terhadap kerusakan yang mereka timbulkan sendiri.

Perjalanan dinas fiktif DPRD Boalemo yang menyeret puluhan nama wakil rakyat.

Penunjukan pejabat strategis tanpa prosedur yang sah, seperti kisruh Plt Direktur RSCG.

Bukankah itu juga bencana? Bedanya, bencana alam datang tanpa undangan, sementara bencana kepemimpinan lahir dari keserakahan yang disengaja.

Doa seharusnya menjadi pengingat, bukan pengalihan. Namun di Boalemo, kita sering melihat pola yang sama, setiap kali gelombang kritik datang, agenda religius digelar. Simbol agama digunakan untuk membangun kesan kesalehan, seolah-olah semua sedang peduli keselamatan rakyat.

Padahal, rakyat Boalemo sudah lama “berdoa” agar, anggaran publik tidak bocor ke kantong pribadi, pelayanan rumah sakit daerah benar-benar berpihak pada pasien, bukan proyek. Dana perjalanan dinas benar-benar digunakan sesuai fungsi, bukan untuk fiktif.

Sayangnya, doa rakyat sering kalah nyaring dibanding doa para pejabat yang difasilitasi panggung.

Baca Juga :  Jaminan Hukum Telah Ada, Kejaksaan Tak Perlu Gentar Sentuh Pimpinan Dewan

Mari jujur. Gempa bumi, banjir, atau tsunami memang ancaman nyata, tapi kerusakan moral di kursi kekuasaan jauh lebih mematikan. Karena dampaknya merembet ke semua sektor. Pendidikan terbengkalai karena anggaran disalahgunakan.

Rumah sakit tak optimal karena konflik kepentingan pejabat. Petani dan nelayan kesulitan karena subsidi lebih banyak tersedot proyek “pencitraan”.

Sholat ghoib memang perlu. Tapi yang lebih mendesak adalah “sholat sadar”, sadar bahwa kita sedang tenggelam bukan karena air laut, tetapi karena pemimpin yang korup dan tak amanah.

Bencana alam bisa kita hadapi dengan doa, gotong royong, dan kesiapsiagaan. Tapi bencana korupsi dan pengkhianatan amanah hanya bisa diatasi dengan keberanian, transparansi, dan keadilan.

Agama tak boleh berhenti di atas mimbar dan podium.

Jika benar-benar ingin Boalemo selamat, tafsirkan doa menjadi tindakan.

Amanah pada jabatan.

Adil pada rakyat.

Jujur pada anggaran.

Kalau tidak, setiap sholat ghoib hanya akan menjadi tirai untuk menutupi kubangan kesalahan.

Terimakasih

Penulis : Nanang Syawal

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Cegah Campak Hingga Difteri, Tim BIAS Puskesmas Belian Turun ke Sekolah-Sekolah
Bupati Rum Pagau Letakkan Batu Pertama KNMP, Nilai Investasi Capai Rp10,8 Miliar
Tracing TBC Dirangkaikan BERMINAT, Puskesmas Berlian Gelar Pelayanan Kesehatan Gratis di Desa Mutiara
Dukungan Mulai Mengalir, Ramli Syawal Disebut Layak Pimpin Kadin Boalemo
Bupati Rum Pagau Buka Seleksi Direktur RSUD drg. Clara Gobel, Minta Tim Segera Tentukan yang Terbaik
Muhammadiyah Salurkan 415 Paket Santunan, Bupati Rum Pagau Apresiasi Dakwah Wisata ke-32
Tiga Ruas Jalan Shortcut Boalemo Terancam Molor, Masuk Materi Tuntutan Aksi
Sambut HUT ke-27 Boalemo, Wabup Lahmuddin Siapkan Bantuan untuk 1.000 Kaum Dhuafa

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 14:06 WITA

Cegah Campak Hingga Difteri, Tim BIAS Puskesmas Belian Turun ke Sekolah-Sekolah

Rabu, 9 September 2026 - 14:42 WITA

Bupati Rum Pagau Letakkan Batu Pertama KNMP, Nilai Investasi Capai Rp10,8 Miliar

Selasa, 8 September 2026 - 18:31 WITA

Tracing TBC Dirangkaikan BERMINAT, Puskesmas Berlian Gelar Pelayanan Kesehatan Gratis di Desa Mutiara

Selasa, 8 September 2026 - 13:05 WITA

Dukungan Mulai Mengalir, Ramli Syawal Disebut Layak Pimpin Kadin Boalemo

Senin, 7 September 2026 - 14:14 WITA

Bupati Rum Pagau Buka Seleksi Direktur RSUD drg. Clara Gobel, Minta Tim Segera Tentukan yang Terbaik

Berita Terbaru