Apakah DAMAI benar “Pica Kongsi”?

- Jurnalis

Rabu, 24 Maret 2021 - 17:29 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trilogis.id (Boalemo) – Pemerintah DAMAI (Darwis Moridu-Anas Jusuf Insyaallah) nampaknya akan benar-benar “Pica Kongsi”. Pasalnya Darwis Moridu baru-baru ini menyoroti Model Pemerintahan Anas Jusuf yang terkesan tidak memberdayakan Kontraktor Lokal sejak menjabat sebagai PLT Bupati Boalemo, Padahal dalam 14 Program DAMAI, salah satunya Pemberdayaan kontraktor Lokal.

Darwis Moridu yang sebelumnya terpilih menjadi Bupati Boalemo pada Pilkada 2017 lalu bersama Wakil Bupati Anas Jusuf tersandung kasus hukum yang mengakibatkan orang nomor 1 di Bumi Damai Bertasbih itu harus melepaskan sementara Posisinya sebagai Bupati Boalemo (Bupati Non Aktif) digantikan Anas Jusuf.

Baca Juga :  Boalemo bakal bangun Batalyon Infanteri

Seperti dilansir dari Matakita.co, Darwis mengatakan bahwa Anas Tidak tahu diri karena tidak memberdayakan Kontraktor Lokal dalam Pekerjaan Proyek pada OPD dilingkungan Pemda Boalemo.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bahkan, Darwis Moridu mengaku kecewa dengan Anas Jusuf yang dinilai sudah tidak melakukan koordinasi kepadanya. Padahal menurut beberapa pihak Dirinya masih sebagai Bupati hanya saja Nonaktif.

“Waktu Job Biding di Boalemo, Profesor Hatu masih menyempatkan singgah kesaya, beliau sampaikan bahwa saya masih Bupati, hanya saja Bupati Nonaktif. Bayangkan Anas tidak tahu itu, lupa daratan. Terus terang sampaikan ke beliau, Ini Anas tidak tahu diri,” tutur Darwis yang kini sebagai Pembina Yayasan Bersatu Peduli Rakyat.

Ketika dikonfirmasi kepada Plt Bupati Boalemo Anas Jusuf, dirinya belum memberi tanggapan resmi terkait pernyataan Darwis Moridu terhadapnya.

Berita Terkait

Menyelamatkan Nyawa, Kehilangan Hak: Jeritan Nakes di Balik Penolakan Klaim BPJS
Kisah Inspiratif; Dari Perahu, 7 Pemuda Sukses Patungan beli Sapi Kurban untuk Kaum Duafa
Sekda dan Krisis Plasma Sawit: Diam, Mengawasi, atau Membiarkan?
Isu Maladministrasi Sejumlah Kadis di Boalemo, Kepegawaian, Inspektorat dan Sekda Cuek?
Gelar Tinggi Tak Menjamin Kepatuhan: Ironi di Balik Pelantikan Cacat Hukum
Prabowo: Selama 34 Tahun Rp.15.400 Triliun Kita Hilang Akibat Praktik Kecurangan Ekspor
Menggugat Gurita “Kepala BKAD instan”, Ketika Jabatan Batal tapi Dokumen Keuangan Tetap Jalan?

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 23:02 WITA

Menyelamatkan Nyawa, Kehilangan Hak: Jeritan Nakes di Balik Penolakan Klaim BPJS

Senin, 1 Juni 2026 - 14:49 WITA

Rabu, 27 Mei 2026 - 21:44 WITA

Kisah Inspiratif; Dari Perahu, 7 Pemuda Sukses Patungan beli Sapi Kurban untuk Kaum Duafa

Rabu, 27 Mei 2026 - 21:06 WITA

Sekda dan Krisis Plasma Sawit: Diam, Mengawasi, atau Membiarkan?

Sabtu, 23 Mei 2026 - 20:28 WITA

Isu Maladministrasi Sejumlah Kadis di Boalemo, Kepegawaian, Inspektorat dan Sekda Cuek?

Berita Terbaru

Headline

Senin, 1 Jun 2026 - 14:49 WITA