Trilogis .id – Ketua Asprov PSSI Gorontalo, Lahmudin Hambali, kini berada di bawah tekanan setelah kebijakannya menunjuk Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Askab Bone Bolango, Pedro Bau, memicu mosi tidak percaya.
Keputusan yang dianggap sepihak dan penuh intrik ini bukan hanya memicu perpecahan, tetapi juga dituding mencederai prinsip demokrasi dalam tubuh organisasi sepak bola.
Penunjukan Plt Ketua Askab Bone Bolango itu memantik kemarahan Ketua Askab petahana, Ronal Alibasa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia secara blak-blakan menuding langkah Lahmudin Hambali sarat dengan “kepentingan pribadi” dan tidak memiliki dasar hukum yang jelas. Ronal juga menyoroti fakta bahwa Pedro Bau, Plt yang ditunjuk, adalah Ketua Partai Golkar Bone Bolango, menimbulkan dugaan kuat bahwa keputusan ini adalah manuver politik menjelang Kongres PSSI Provinsi Gorontalo.
Keraguan publik semakin membesar setelah Lahmudin Hambali tidak mampu menunjukkan surat resmi dari PSSI pusat yang menjadi legitimasi atas penunjukan Plt tersebut. Ronal menegaskan bahwa penunjukan itu hanya bermodal surat yang ditandatangani sendiri oleh Ketua Asprov, sebuah tindakan yang dianggap sebagai penyalahgunaan wewenang.
Masa jabatan kepengurusan Askab PSSI Bone Bolango yang seharusnya berakhir pada 2026 justru dipotong di tengah jalan. Menurut Ronal, hal ini adalah “pembunuhan” terhadap demokrasi organisasi yang seharusnya mengedepankan kompetisi yang sehat dan adil.
Tindakan Lahmudin Hambali ini pun dinilai telah merusak marwah PSSI Gorontalo dan berpotensi besar meruntuhkan prestasi yang telah dibangun. Publik kini menuntut transparansi dan akuntabilitas, berharap PSSI pusat segera turun tangan untuk meluruskan konflik ini sebelum kehancuran organisasi semakin parah.

















