Trilogis (Boalemo) — Bupati Boalemo, Rum Pagau, didampingi Wakil Bupati Boalemo, Lahmuddin Hambali, menggelar sidang adat “Tonggeyamo” dalam rangka penetapan pelaksanaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Kegiatan tersebut berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Boalemo dan dihadiri unsur Forkopimda, tokoh agama, pemangku adat, pimpinan OPD, hingga masyarakat. Selasa, 26/5/26.
Sidang adat Tonggeyamo menjadi bagian penting dalam tradisi masyarakat Gorontalo yang sarat dengan nilai musyawarah, kebersamaan, serta penghormatan terhadap keputusan bersama. Tradisi tersebut juga mencerminkan harmonisasi antara adat dan syariat yang terus dijaga dalam kehidupan masyarakat Gorontalo.
Dalam kesempatan itu, Bupati Rum Pagau menyampaikan bahwa pelaksanaan Tonggeyamo bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi upaya menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur yang telah diwariskan secara turun-temurun.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Tonggeyamo merupakan warisan adat Gorontalo yang mengandung nilai musyawarah, kebersamaan, dan penghormatan terhadap keputusan yang telah disepakati. Tradisi ini menjadi bukti bahwa adat dan syariat berjalan beriringan dalam kehidupan masyarakat Gorontalo,” ujar Rum Pagau.
Melalui forum adat tersebut, pemerintah daerah bersama tokoh adat dan tokoh agama terus memperkuat hubungan silaturahmi serta menjaga persatuan di tengah masyarakat.
“Melalui forum adat ini, kita tidak hanya melestarikan budaya yang diwariskan para leluhur, tetapi juga memperkuat silaturahmi antara pemerintah, pemangku adat, ulama, dan masyarakat,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Boalemo berharap pelaksanaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah dapat membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat serta menjadi momentum
untuk mempererat persaudaraan dan meningkatkan kepedulian sosial.
“Semoga pelaksanaan Iduladha tahun ini membawa keberkahan, mempererat persaudaraan, serta menumbuhkan semangat pengorbanan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat Kabupaten Boalemo,” tutupnya.



















