RUU Cipta Kerja tuai banyak Protes dari Warganet. DPR “Babak Belur”

- Jurnalis

Selasa, 6 Oktober 2020 - 08:17 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

screenshoot snap Whatsapp warganet. dok. Trilogis.id

screenshoot snap Whatsapp warganet. dok. Trilogis.id

Trilogis.id_(Boalemo) –  Secara resmi disahkan dalam Rapat Paripurna DPR-RI senin (05/10), Omnibus Law Rancangan Undang-undang (RUU) Cipta Kerja menjadi Undang-undang.

Penolakan pun bermunculan dari sejumlah Pihak yang menganggap RUU Cipta Kerja ini tidak berpihak kepada hajat hidup rakyat khususnya Pekerja.

Tak hanya melakukan penolakan, aksi Protes pun membanjiri beranda Sosial media. hal itu ditandai beredarnya pamflet dan postingan warganet yang kesal dengan disahkannya RUU omnibus Law.

Terlihat secara tegas warganet yang kebanyakan dari kalangan Mahasiswa tersebut menyudutkan DPR-RI hingga melayangkan Mosi Tidak percaya kepada Dewan Perwakilan Rakyat itu.

Dari informasi yang berhasil Tim investigasi Trilogis.id rangkum, setidaknya ada 13 Point dalam RUU Cipta Kerja yang menjadi perhatian khusus para mahasiswa.

Tak hanya aksi protes melalui media sosial, di kabupaten Boalemo sendiri beredar Undangan konsolidasi gerakan masa untuk lakukan penolakan Terkait RUU Omnibus Law tersebut.

Baca Juga :  SIAPA BILANG RACHMAT GOBEL PEMENANG DI GORONTALO?

Ramli Syawal, Ketua Aliansi Perjuangan Rakyat (APR) Gorontalo mengaku kecewa dengan ulah DPR-RI yang bersepakat mengesahkan RUU Cipta Kerja.

“Kami merasa kecewa. sudah jelas-jelas RUU ini tidak berpihak kepada hajat hidup rakyat banyak, terlebih untuk buruh/Pekerja”. ungkap Ramli selasa (6/10).

Olehnya, Ramli dengan tegas menyampaikan Penolakan secara keseluruhan RUU Cipta Kerja untuk menjadi Undang-undang.

Berita Terkait

Menuju Indonesia Emas, Kapolres Boalemo & DPD KNPI Targetkan Boalemo Zero Miras dan Judi
Menakar Integritas Seleksi Jabatan di Boalemo, Antara Meritokrasi dan Bayang-Bayang Nepotisme
Rakor Ditutup, Pemkab Boalemo Siap Tekan Angka Penyakit
Ironi Gelar Profesor dan “Lonceng Kematian” Meritokrasi di Boalemo
Buka Pengkaderan Senopati Tiga Dara, Wabup Lahmuddin Hambali: Piloliyanga Kini Jadi Magnet Ekonomi Baru Boalemo
Perkuat Desa Siaga TB, Puskesmas Berlian Lakukan Deteksi Dini ILTB dan Kunjungan Rumah di Desa Bongo Tua
Redam Gejolak, Wakil Bupati Boalemo “Jemput Bola” Temui Masyarakat Wonosari Demi Solusi Cepat
Apresiasi Lokasi KNMP Boalemo, Irjen KKP Beri Sinyal Kehadiran Prabowo Subianto untuk Peresmian

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:04 WITA

Menuju Indonesia Emas, Kapolres Boalemo & DPD KNPI Targetkan Boalemo Zero Miras dan Judi

Jumat, 24 April 2026 - 18:40 WITA

Menakar Integritas Seleksi Jabatan di Boalemo, Antara Meritokrasi dan Bayang-Bayang Nepotisme

Jumat, 24 April 2026 - 18:34 WITA

Rakor Ditutup, Pemkab Boalemo Siap Tekan Angka Penyakit

Jumat, 24 April 2026 - 13:49 WITA

Ironi Gelar Profesor dan “Lonceng Kematian” Meritokrasi di Boalemo

Sabtu, 18 April 2026 - 13:22 WITA

Buka Pengkaderan Senopati Tiga Dara, Wabup Lahmuddin Hambali: Piloliyanga Kini Jadi Magnet Ekonomi Baru Boalemo

Berita Terbaru

Advertorial

Rakor Ditutup, Pemkab Boalemo Siap Tekan Angka Penyakit

Jumat, 24 Apr 2026 - 18:34 WITA