Soal Evaluasi APBD-P Boalemo: Langkah Cepat Hardi Mopangga Selamatkan Ekonomi Daerah

- Jurnalis

Senin, 13 Oktober 2025 - 18:15 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trilogis.id_(Boalemo) — Ketegangan fiskal melanda Kabupaten Boalemo seiring keterlambatan hasil evaluasi Gubernur Gorontalo terhadap Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (RAPBD-P) 2025. Penundaan tersebut memicu efek domino pada aktivitas ekonomi lokal—dari tertahannya pembayaran proyek hingga turunnya daya beli masyarakat.

Krisis ini muncul di tengah harapan besar masyarakat atas kelancaran roda ekonomi pasca HUT Boalemo ke-26. Pasalnya, sebagian besar sirkulasi uang di daerah masih bersumber dari belanja pemerintah, baik melalui pembayaran gaji pegawai, proyek infrastruktur, maupun kegiatan sosial ekonomi masyarakat.

Stagnasi Ekonomi: Efek Langsung Keterlambatan Evaluasi

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keterlambatan evaluasi APBD-P menyebabkan sejumlah transaksi penting di lingkup pemerintahan terhenti. Pembayaran gaji, tunjangan, serta tagihan kepada pihak ketiga belum bisa direalisasikan. Para kontraktor, pelaku UMKM, hingga penyedia jasa makan-minum dan tenaga harian kini menghadapi ketidakpastian pendapatan.

Perputaran uang di pasar jadi macet. Kami menunggu pencairan untuk menutup biaya operasional,” keluh salah satu pengusaha kecil di Tilamuta, Senin (14/10).

Fenomena ini menekan daya beli masyarakat dan menimbulkan stagnasi ekonomi di tingkat lokal. Jika dibiarkan berlarut, kondisi tersebut berpotensi menurunkan produktivitas serta menambah tekanan sosial ekonomi menjelang akhir tahun anggaran.

Baca Juga :  PETI dibahas dalam Rapat Forkopimda Kabupaten Boalemo

Gerak Cepat Hardi Mopangga: Menembus Jalur Stafsus Gubernur

Di tengah situasi genting ini, Ketua Fraksi Demokrat DPRD Boalemo, Hardi Mopangga, tampil mengambil langkah cepat dan taktis. Menyikapi keluhan masyarakat yang datang langsung ke ruang Fraksi Demokrat usai Rapat Paripurna Istimewa HUT Boalemo ke-26, Hardi segera mengaktifkan jalur komunikasi politik ke tingkat provinsi.

Melalui Staf Khusus (Stafsus) Gubernur Gorontalo, Hardi menyampaikan langsung urgensi percepatan evaluasi RAPBD-P kepada Biro Hukum dan Badan Keuangan Provinsi. Langkah ini dinilai sebagai bentuk kepedulian nyata legislatif terhadap keberlangsungan ekonomi daerah.

Kami tidak ingin masyarakat jadi korban dari lambannya birokrasi. Ini soal keberlangsungan ekonomi rakyat,” tegas Hardi Mopangga.

Respon Gubernur: Evaluasi Ditargetkan Rampung Pekan Ini

Baca Juga :  Nasionalisme "Sang KAPTEN" di Penutupan Legislative Sulut-Go Expo ke-X

Gerak cepat tersebut mendapat tanggapan positif dari pihak Pemerintah Provinsi Gorontalo. Melalui Stafsus Gubernur, disampaikan bahwa proses evaluasi RAPBD-P Boalemo kini menjadi prioritas dan diupayakan rampung dalam pekan ini.

Langkah percepatan ini diharapkan menjadi titik balik bagi pemulihan ekonomi Boalemo. Begitu hasil evaluasi turun, pemerintah daerah dapat segera menindaklanjuti penetapan APBD-P dan mencairkan anggaran untuk proyek serta belanja publik yang selama ini tertunda.

Menjaga Akuntabilitas dan Respons Publik

Kasus keterlambatan ini sekaligus menjadi pelajaran penting tentang akuntabilitas dan koordinasi lintas tingkat pemerintahan. Dalam konteks otonomi daerah, komunikasi efektif antara kabupaten dan provinsi menjadi kunci agar kebijakan fiskal tidak tersandera oleh proses administratif yang lambat.

Dengan langkah cepat Fraksi Demokrat melalui Hardi Mopangga, publik kini menaruh harapan agar pemerintah provinsi menepati komitmennya mempercepat evaluasi. Sebab di balik angka-angka anggaran itu, ada denyut ekonomi rakyat yang menunggu untuk kembali bergerak.

Berita Terkait

Menjaga Marwah Birokrasi; Antara Kompetensi Pemimpin dan Bahaya “Penumpang Gelap”
Sekda Gagal, Kepala BKAD Ilegal?
Rakor Ditutup, Pemkab Boalemo Siap Tekan Angka Penyakit
Ironi Gelar Profesor dan “Lonceng Kematian” Meritokrasi di Boalemo
Refleksi Hari Kartini, Kepala Puskesmas Berlian Ajak Perempuan Boalemo Jadi Pionir Kesehatan Keluarga
Pimpin Muscam V Tilamuta, Lahmuddin Hambali Tegaskan Kader Golkar Harus Jadi Motor Kepentingan Publik
Buka Pengkaderan Senopati Tiga Dara, Wabup Lahmuddin Hambali: Piloliyanga Kini Jadi Magnet Ekonomi Baru Boalemo
Perkuat Desa Siaga TB, Puskesmas Berlian Lakukan Deteksi Dini ILTB dan Kunjungan Rumah di Desa Bongo Tua

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 18:28 WITA

Menjaga Marwah Birokrasi; Antara Kompetensi Pemimpin dan Bahaya “Penumpang Gelap”

Jumat, 24 April 2026 - 18:40 WITA

Sekda Gagal, Kepala BKAD Ilegal?

Jumat, 24 April 2026 - 18:34 WITA

Rakor Ditutup, Pemkab Boalemo Siap Tekan Angka Penyakit

Jumat, 24 April 2026 - 13:49 WITA

Ironi Gelar Profesor dan “Lonceng Kematian” Meritokrasi di Boalemo

Sabtu, 18 April 2026 - 18:27 WITA

Pimpin Muscam V Tilamuta, Lahmuddin Hambali Tegaskan Kader Golkar Harus Jadi Motor Kepentingan Publik

Berita Terbaru

Headline

Sekda Gagal, Kepala BKAD Ilegal?

Jumat, 24 Apr 2026 - 18:40 WITA

Advertorial

Rakor Ditutup, Pemkab Boalemo Siap Tekan Angka Penyakit

Jumat, 24 Apr 2026 - 18:34 WITA