PTPG Tolangohula Abaikan Kesepakatan Forkopimda, Rakyat Wonosari Geram hingga Blokade jalan 

- Jurnalis

Rabu, 21 Mei 2025 - 17:24 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trilogis.id (Boalemo) — Kesabaran rakyat Wonosari kini berada di ujung tanduk. Setelah sekian waktu menunggu realisasi komitmen yang dihasilkan dari rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) pada 7 Mei 2025, PT. Pabrik Gula (PTPG) Tolangohula belum juga menunjukkan itikad baik. Kesepakatan yang melibatkan seluruh unsur pimpinan daerah Boalemo itu tampak diabaikan begitu saja, seolah tidak memiliki bobot.

Rapat Forkopimda yang kala itu dihadiri oleh Dandim, Kapolres, Kejari Tilamuta, serta Wakil Bupati Boalemo menghasilkan enam butir kesepakatan strategis, di antaranya:

  1. Aktivasi kembali embung di Desa Mekar Jaya oleh PTPG dengan pengerukan sedimen, guna mencegah banjir.

    ADVERTISEMENT

    SCROLL TO RESUME CONTENT

  2. Pembatasan kendaraan di jalan kabupaten hanya hingga kapasitas 8 ton, serta perawatan jalan oleh perusahaan.

  3. Penertiban buruh penebang tebu agar tidak lagi berada di atas muatan kendaraan.

  4. Evaluasi atas pemanfaatan lahan HGU PTPG yang disinyalir menyimpang dari kontrak awal.

  5. Penataan kembali pola tanam tebu yang mengganggu jarak pandang pengendara dan meningkatkan risiko kecelakaan.

  6. Pembukaan alur sungai yang tertutup tanaman tebu, guna mengembalikan fungsinya sebagai saluran air.

Baca Juga :  Kabar Baik untuk Petani Kabupaten Boalemo

Namun hingga hari ini, tidak satu pun poin kesepakatan tersebut ditindaklanjuti. Ketidakpedulian ini bukan hanya menyakiti hati masyarakat, tapi juga melecehkan otoritas Forkopimda dan kepala daerah, padahal lahan operasional PTPG sebagian besar berada di wilayah Boalemo.

“Kami merasa dilecehkan. Kalau seperti ini terus, saya, Halid Arifin, Ketua Barisan Rakyat Wonosari (Barawa), akan memblokade seluruh armada perusahaan,” tegas Halid dalam aksi unjuk rasa, Senin, 20 Mei 2025.

Ancaman itu bukan gertakan semata. Halid bersama Aliansi Masyarakat Wonosari-Paguyaman Bersatu telah memblokade jalan di simpang Desa Diloato. Aksi ini secara efektif menghentikan aktivitas logistik PTPG untuk wilayah Wonosari dan Paguyaman.

Baca Juga :  Sekda Boalemo : Si Pades upaya wujudkan akuntabilitas pengelolaan aset desa yang tertib dan efisien

Halid menegaskan bahwa massa tidak akan mundur sampai pihak perusahaan turun langsung menemui warga dan menyatakan komitmen untuk menjalankan semua butir kesepakatan.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi, Humas PTPG Tolangohula, Dimas, menyatakan bahwa pihaknya masih berkoordinasi dengan bagian perkebunan dan belum bisa memberikan penjelasan resmi. Hingga berita ini diturunkan, pihak perusahaan belum memberikan klarifikasi substansial.

Situasi ini menjadi cermin buruk relasi antara korporasi besar dan rakyat kecil. Ketika kesepakatan bersama yang disaksikan unsur pimpinan daerah pun bisa diabaikan, maka muncul pertanyaan: masih adakah wibawa pemerintah daerah di mata perusahaan raksasa seperti PTPG?

Berita Terkait

Duduk, diam, gaji akan masuk; Menanti Suara di Gedung Rakyat, Fungsi DPRD Boalemo Diduga Mati Suri?
Masih soal mobil yang di pinjam Kejati, Klarifikasi Jubir Pemda dan Kabag Umum tidak substantif
Mobil Baru untuk Kejati, BPJS Menunggak dan Petani Menunggu: Di Mana Prioritas Pemda?
Pemda Boalemo dan Kejati Gorontalo Ugal-ugalan?: Antara Perencanaan yang Gagal dan Dugaan Peminjaman Ilegal
Menakar Etika dan Independensi: Ujian Transparansi di Balik Peminjaman Kendaraan Dinas Pemda oleh Kejati
PKM Berlian Gelar Pelayanan KB Serentak Gratis dalam Rangka Harganas ke-33
Rapor Merah PAHAM: Janji Pembangunan, Utang BPJS, dan Sejumlah Persoalan yang Belum Tuntas
Menyelamatkan Nyawa, Kehilangan Hak: Jeritan Nakes di Balik Penolakan Klaim BPJS

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 20:36 WITA

Duduk, diam, gaji akan masuk; Menanti Suara di Gedung Rakyat, Fungsi DPRD Boalemo Diduga Mati Suri?

Minggu, 28 Juni 2026 - 00:32 WITA

Masih soal mobil yang di pinjam Kejati, Klarifikasi Jubir Pemda dan Kabag Umum tidak substantif

Jumat, 26 Juni 2026 - 05:56 WITA

Mobil Baru untuk Kejati, BPJS Menunggak dan Petani Menunggu: Di Mana Prioritas Pemda?

Rabu, 24 Juni 2026 - 19:05 WITA

Pemda Boalemo dan Kejati Gorontalo Ugal-ugalan?: Antara Perencanaan yang Gagal dan Dugaan Peminjaman Ilegal

Rabu, 24 Juni 2026 - 18:31 WITA

Menakar Etika dan Independensi: Ujian Transparansi di Balik Peminjaman Kendaraan Dinas Pemda oleh Kejati

Berita Terbaru