SURAT TERBUKA NANANG SYAWAL UNTUK KEJAKSAAN BOALEMO: TUNTUTAN KEADILAN DAN NYALI DALAM KASUS PERJALANAN DINAS FIKTIF

- Jurnalis

Rabu, 6 Agustus 2025 - 16:50 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 Trilogis.id_(Boalemo) — Aktivis dan warga Kabupaten Boalemo, Nanang Syawal, merilis sebuah surat terbuka yang ditujukan kepada Kejaksaan Negeri Boalemo.

Dalam suratnya yang bernada tegas namun reflektif, Nanang mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas dugaan kasus korupsi perjalanan dinas fiktif yang melibatkan anggota DPRD periode 2019-2024.

Nanang Syawal dalam suratnya yang berjudul “Keadilan Butuh Nyali” secara lugas menyatakan keyakinannya terhadap integritas para jaksa di Kejaksaan Negeri Boalemo. Ia menggarisbawahi bahwa penegakan hukum tidak hanya tentang prosedur, melainkan tentang keberanian dan hati nurani.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keadilan bukan milik negara. Ia adalah milik hati nurani setiap insan yang masih percaya bahwa kebenaran layak diperjuangkan,” tulis Nanang dalam pembukaan suratnya.

Ia menyoroti secara spesifik kasus dugaan perjalanan dinas fiktif DPRD Boalemo yang, menurutnya, adalah bentuk pengkhianatan terhadap kepercayaan rakyat. Fakta-fakta yang diungkap Nanang dalam surat tersebut didasarkan pada temuan resmi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI yang mencatat adanya pengeluaran uang negara untuk perjalanan yang tidak pernah terjadi.

Baca Juga :  Pesimisme di RSIB Boalemo, Capaian PAD di Bawah 50%

Nanang juga menyoroti ironi yang sangat menyakitkan bagi publik: dari 25 anggota DPRD periode 2019-2024 yang diduga terlibat, 12 di antaranya kembali terpilih sebagai anggota DPRD. Bahkan, dua orang lainnya kini menempati posisi strategis sebagai Wakil Bupati dan Anggota DPRD Provinsi.

Menurut Nanang, kondisi ini membuat para terduga pelaku merasa bisa lolos dari jeratan hukum, dan jika dibiarkan, akan menjadi budaya korupsi yang merusak.

Baca Juga :  Pleno Pergantian Ketua Timsel Bawaslu Provinsi Gorontalo, PMII : Ini Cacat Hukum !!!

Surat terbuka tersebut tidak hanya berisi kritik, tetapi juga ajakan untuk kembali pada sumpah jabatan. Nanang mengingatkan para jaksa tentang Instruksi Jaksa Agung RI Nomor 1 Tahun 2022, yang disebutnya sebagai manifestasi idealisme profesi.

Mengakhiri suratnya, Nanang Syawal tidak membawa massa atau meneriakkan protes, melainkan menyampaikan keyakinan dan doa. Ia berharap Kejaksaan Negeri Boalemo dapat bertindak dengan keberanian yang tidak bisa dibeli oleh waktu, jabatan, atau tekanan politik.

Ketika rakyat tak lagi percaya pada hukum, maka rusaklah sendi-sendi republik,” pungkasnya.

Surat ini menjadi representasi suara publik yang menanti tindakan nyata dari penegak hukum untuk membersihkan Boalemo dari praktik-praktik korupsi.

Berita Terkait

Perangi DBD dan Malaria, Pemuda Patimura Kolaborasi Lintas Sektor Gelar Bakti Sosial di Tilamuta
Duduk, diam, gaji akan masuk; Menanti Suara di Gedung Rakyat, Fungsi DPRD Boalemo Diduga Mati Suri?
Masih soal mobil yang di pinjam Kejati, Klarifikasi Jubir Pemda dan Kabag Umum tidak substantif
Mobil Baru untuk Kejati, BPJS Menunggak dan Petani Menunggu: Di Mana Prioritas Pemda?
Pemda Boalemo dan Kejati Gorontalo Ugal-ugalan?: Antara Perencanaan yang Gagal dan Dugaan Peminjaman Ilegal
Menakar Etika dan Independensi: Ujian Transparansi di Balik Peminjaman Kendaraan Dinas Pemda oleh Kejati
Rapor Merah PAHAM: Janji Pembangunan, Utang BPJS, dan Sejumlah Persoalan yang Belum Tuntas
Menyelamatkan Nyawa, Kehilangan Hak: Jeritan Nakes di Balik Penolakan Klaim BPJS

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 10:18 WITA

Perangi DBD dan Malaria, Pemuda Patimura Kolaborasi Lintas Sektor Gelar Bakti Sosial di Tilamuta

Senin, 29 Juni 2026 - 20:36 WITA

Duduk, diam, gaji akan masuk; Menanti Suara di Gedung Rakyat, Fungsi DPRD Boalemo Diduga Mati Suri?

Minggu, 28 Juni 2026 - 00:32 WITA

Masih soal mobil yang di pinjam Kejati, Klarifikasi Jubir Pemda dan Kabag Umum tidak substantif

Jumat, 26 Juni 2026 - 05:56 WITA

Mobil Baru untuk Kejati, BPJS Menunggak dan Petani Menunggu: Di Mana Prioritas Pemda?

Rabu, 24 Juni 2026 - 18:31 WITA

Menakar Etika dan Independensi: Ujian Transparansi di Balik Peminjaman Kendaraan Dinas Pemda oleh Kejati

Berita Terbaru