Ironi Efisiensi: PKK Boalemo Abai Aturan, Program Perdis Bebani Anggaran Dana Desa?

- Jurnalis

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 12:09 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trilogis.id Di tengah instruksi Presiden untuk efisiensi anggaran, pengeluaran untuk perjalanan dinas (perdis) yang dilakukan oleh PKK Kabupaten Boalemo bersama PKK desa menjadi sorotan tajam.

Pasalnya, kegiatan ini tidak hanya dianggap mengabaikan imbauan efisiensi, tetapi juga diduga membebani alokasi dana desa yang seharusnya dioptimalkan untuk pelayanan publik.

Dari pantauan yang ada, besaran anggaran yang digunakan untuk perdis ini terbilang besar. Ironisnya, alokasi dana untuk kegiatan tersebut tidak tercantum dalam APBDes induk maupun APBD induk PKK Kabupaten Boalemo tahun 2025.

Hal ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai dasar hukum dan transparansi penggunaan anggaran tersebut.

Pemanfaatan dana desa untuk kegiatan yang tidak tercantum dalam APBDes induk merupakan pelanggaran terhadap prinsip tata kelola keuangan desa yang baik.

Dana desa, yang merupakan amanat Undang-Undang, seharusnya diprioritaskan untuk pembangunan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan kualitas pelayanan dasar, bukan untuk perdis yang tidak terencana.

Dugaan pelanggaran ini juga mencuatkan kembali isu tentang program-program “siluman” yang sebelumnya telah disoroti oleh DPRD Boalemo.

Baca Juga :  Boalemo jadi Jawara Turnamen Catur Legislative Sulut-Go Expo ke-X

Jika benar kegiatan PKK ini tidak pernah dibahas dalam APBD induk, maka ini menjadi bukti tambahan bahwa praktik penggunaan anggaran di luar prosedur masih terjadi di lingkungan pemerintah daerah.

Masyarakat menuntut adanya kejelasan dan pertanggungjawaban atas penggunaan dana ini. Mereka berharap pemerintah daerah dapat menunjukkan komitmennya terhadap efisiensi anggaran, bukan hanya dalam narasi, tetapi juga dalam tindakan nyata.

Berita Terkait

Menuju Indonesia Emas, Kapolres Boalemo & DPD KNPI Targetkan Boalemo Zero Miras dan Judi
Menakar Integritas Seleksi Jabatan di Boalemo, Antara Meritokrasi dan Bayang-Bayang Nepotisme
Rakor Ditutup, Pemkab Boalemo Siap Tekan Angka Penyakit
Ironi Gelar Profesor dan “Lonceng Kematian” Meritokrasi di Boalemo
Refleksi Hari Kartini, Kepala Puskesmas Berlian Ajak Perempuan Boalemo Jadi Pionir Kesehatan Keluarga
Pimpin Muscam V Tilamuta, Lahmuddin Hambali Tegaskan Kader Golkar Harus Jadi Motor Kepentingan Publik
Buka Pengkaderan Senopati Tiga Dara, Wabup Lahmuddin Hambali: Piloliyanga Kini Jadi Magnet Ekonomi Baru Boalemo
Perkuat Desa Siaga TB, Puskesmas Berlian Lakukan Deteksi Dini ILTB dan Kunjungan Rumah di Desa Bongo Tua

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:04 WITA

Menuju Indonesia Emas, Kapolres Boalemo & DPD KNPI Targetkan Boalemo Zero Miras dan Judi

Jumat, 24 April 2026 - 18:40 WITA

Menakar Integritas Seleksi Jabatan di Boalemo, Antara Meritokrasi dan Bayang-Bayang Nepotisme

Jumat, 24 April 2026 - 18:34 WITA

Rakor Ditutup, Pemkab Boalemo Siap Tekan Angka Penyakit

Jumat, 24 April 2026 - 13:49 WITA

Ironi Gelar Profesor dan “Lonceng Kematian” Meritokrasi di Boalemo

Sabtu, 18 April 2026 - 18:27 WITA

Pimpin Muscam V Tilamuta, Lahmuddin Hambali Tegaskan Kader Golkar Harus Jadi Motor Kepentingan Publik

Berita Terbaru

Advertorial

Rakor Ditutup, Pemkab Boalemo Siap Tekan Angka Penyakit

Jumat, 24 Apr 2026 - 18:34 WITA