Pimpin Muscam V Tilamuta, Lahmuddin Hambali Tegaskan Kader Golkar Harus Jadi Motor Kepentingan Publik

- Jurnalis

Sabtu, 18 April 2026 - 18:27 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trilogis (Pemda Boalemo) Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Boalemo, Lahmuddin Hambali, memberikan arahan strategis dalam pembukaan Musyawarah Kecamatan (Muscam) V Partai Golkar Kecamatan Tilamuta yang berlangsung di Aula Kantor Desa Lahumbo, Sabtu (18/04).

Dihadapan seluruh pengurus dan kader, sosok yang akrab disapa Lahmuddin ini menekankan bahwa eksistensi Golkar di Boalemo harus tercermin dari sejauh mana para kadernya mampu mengawal kepentingan masyarakat luas di atas kepentingan personal atau kelompok.

Refleksi Pembangunan dan Kepekaan Kader

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pidato politiknya, Lahmuddin yang juga sebagai Wakil Bupati Boalemo menyinggung persoalan rencana pembangunan embung pengendali banjir di Desa Mohungo yang masih menemui jalan buntu akibat kendala pembebasan lahan. Baginya, hal ini adalah ujian bagi kepekaan sosial para kader.

Kader Golkar harus hadir sebagai penggerak. Masalah seperti embung di Mohungo adalah bukti bahwa kepentingan umum harus terus diperjuangkan melalui edukasi dan pendekatan kepada masyarakat. Jangan sampai pembangunan terhenti hanya karena kurangnya pemahaman akan manfaat jangka panjang bagi publik,” tegas Lahmuddin.

Menangkap Peluang Ekonomi Strategis

Baca Juga :  Paripurna Terkahir, Anas Jusuf sampaikan ini

Lebih lanjut, Wakil Bupati Boalemo aktif ini juga memacu para kader di Kecamatan Tilamuta untuk jeli melihat potensi pertumbuhan ekonomi baru. Ia menyoroti investasi besar pembangunan Batalyon di Desa Piloliyanga yang menelan anggaran awal hingga Rp80–90 miliar.

Ia berharap kader Golkar mampu mengarahkan masyarakat untuk tidak menjadi penonton di tengah masuknya arus modal besar tersebut.

Ekonomi Boalemo tidak bisa hanya bergantung pada APBD yang terbatas. Kita harus memanfaatkan proyek strategis nasional yang masuk ke daerah untuk meningkatkan taraf hidup warga sekitar,” tambahnya.

Optimalisasi Kopdes dan Ekonomi Kerakyatan

Baca Juga :  “Kesalah yang sama”, Penyerahan SK Plt. Direktur oleh Wabup Boalemo Diduga Langgar Undang-Undang?

Sebagai solusi konkret, Lahmuddin mendorong pemanfaatan Koperasi Desa (Kopdes) sebagai pilar ekonomi kerakyatan. Ia menilai, sinkronisasi antara program nasional dan pemberdayaan melalui koperasi akan menjadi mesin penggerak ekonomi yang lebih stabil di tingkat desa.

Momentum Penguatan Soliditas

Muscam V ini bukan sekadar pergantian kepemimpinan di tingkat kecamatan, melainkan momentum bagi Partai Golkar untuk melakukan konsolidasi ideologis. Lahmuddin berharap pengurus yang terpilih nantinya memiliki karakter yang responsif dan solutif terhadap dinamika di masyarakat.

Gunakan momentum ini untuk semakin solid. Kader Golkar harus menjadi yang terdepan dalam merespons masalah rakyat, bukan sekadar berpartai, tapi benar-benar berbakti untuk kesejahteraan Boalemo,” pungkasnya

Berita Terkait

Kisah Inspiratif; Dari Perahu, 7 Pemuda Sukses Patungan beli Sapi Kurban untuk Kaum Duafa
Isu Maladministrasi Sejumlah Kadis di Boalemo, Kepegawaian, Inspektorat dan Sekda Cuek?
Gelar Tinggi Tak Menjamin Kepatuhan: Ironi di Balik Pelantikan Cacat Hukum
Puskesmas Berlian Gelar Kegiatan Prolanis: Dari Senam Sehat hingga Edukasi Bahaya Merokok
Prabowo: Selama 34 Tahun Rp.15.400 Triliun Kita Hilang Akibat Praktik Kecurangan Ekspor
Menggugat Gurita “Kepala BKAD instan”, Ketika Jabatan Batal tapi Dokumen Keuangan Tetap Jalan?
Darah Muda di Pucuk PBB Gorontalo: Kisman Abubakar Siap Ubah Peta Geopolitik Daerah
Geliat Otomotif di Boalemo. LH: Sukses Gelar Drag Race, Siap Dongkrak Ekonomi Lokal

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 21:44 WITA

Kisah Inspiratif; Dari Perahu, 7 Pemuda Sukses Patungan beli Sapi Kurban untuk Kaum Duafa

Sabtu, 23 Mei 2026 - 20:28 WITA

Isu Maladministrasi Sejumlah Kadis di Boalemo, Kepegawaian, Inspektorat dan Sekda Cuek?

Jumat, 22 Mei 2026 - 21:22 WITA

Gelar Tinggi Tak Menjamin Kepatuhan: Ironi di Balik Pelantikan Cacat Hukum

Rabu, 20 Mei 2026 - 21:29 WITA

Prabowo: Selama 34 Tahun Rp.15.400 Triliun Kita Hilang Akibat Praktik Kecurangan Ekspor

Senin, 18 Mei 2026 - 18:55 WITA

Menggugat Gurita “Kepala BKAD instan”, Ketika Jabatan Batal tapi Dokumen Keuangan Tetap Jalan?

Berita Terbaru

Headline

Senin, 1 Jun 2026 - 14:49 WITA