Trilogis (Pemda Boalemo) – Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Boalemo, Lahmuddin Hambali, memberikan arahan strategis dalam pembukaan Musyawarah Kecamatan (Muscam) V Partai Golkar Kecamatan Tilamuta yang berlangsung di Aula Kantor Desa Lahumbo, Sabtu (18/04).
Dihadapan seluruh pengurus dan kader, sosok yang akrab disapa Lahmuddin ini menekankan bahwa eksistensi Golkar di Boalemo harus tercermin dari sejauh mana para kadernya mampu mengawal kepentingan masyarakat luas di atas kepentingan personal atau kelompok.
Refleksi Pembangunan dan Kepekaan Kader
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pidato politiknya, Lahmuddin yang juga sebagai Wakil Bupati Boalemo menyinggung persoalan rencana pembangunan embung pengendali banjir di Desa Mohungo yang masih menemui jalan buntu akibat kendala pembebasan lahan. Baginya, hal ini adalah ujian bagi kepekaan sosial para kader.
“Kader Golkar harus hadir sebagai penggerak. Masalah seperti embung di Mohungo adalah bukti bahwa kepentingan umum harus terus diperjuangkan melalui edukasi dan pendekatan kepada masyarakat. Jangan sampai pembangunan terhenti hanya karena kurangnya pemahaman akan manfaat jangka panjang bagi publik,” tegas Lahmuddin.
Menangkap Peluang Ekonomi Strategis
Lebih lanjut, Wakil Bupati Boalemo aktif ini juga memacu para kader di Kecamatan Tilamuta untuk jeli melihat potensi pertumbuhan ekonomi baru. Ia menyoroti investasi besar pembangunan Batalyon di Desa Piloliyanga yang menelan anggaran awal hingga Rp80–90 miliar.
Ia berharap kader Golkar mampu mengarahkan masyarakat untuk tidak menjadi penonton di tengah masuknya arus modal besar tersebut.
“Ekonomi Boalemo tidak bisa hanya bergantung pada APBD yang terbatas. Kita harus memanfaatkan proyek strategis nasional yang masuk ke daerah untuk meningkatkan taraf hidup warga sekitar,” tambahnya.
Optimalisasi Kopdes dan Ekonomi Kerakyatan
Sebagai solusi konkret, Lahmuddin mendorong pemanfaatan Koperasi Desa (Kopdes) sebagai pilar ekonomi kerakyatan. Ia menilai, sinkronisasi antara program nasional dan pemberdayaan melalui koperasi akan menjadi mesin penggerak ekonomi yang lebih stabil di tingkat desa.
Momentum Penguatan Soliditas
Muscam V ini bukan sekadar pergantian kepemimpinan di tingkat kecamatan, melainkan momentum bagi Partai Golkar untuk melakukan konsolidasi ideologis. Lahmuddin berharap pengurus yang terpilih nantinya memiliki karakter yang responsif dan solutif terhadap dinamika di masyarakat.
“Gunakan momentum ini untuk semakin solid. Kader Golkar harus menjadi yang terdepan dalam merespons masalah rakyat, bukan sekadar berpartai, tapi benar-benar berbakti untuk kesejahteraan Boalemo,” pungkasnya


















