Pemkab Boalemo Rasionalisasi Program Beasiswa, Tegaskan Tidak Ada Unsur Tertutup

- Jurnalis

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 15:01 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trilogis. Id _(Boalemo) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boalemo akhirnya memberikan penjelasan lebih rasional terkait kontroversi program beasiswa penuh untuk 50 mahasiswa kurang mampu di Kampus Famika Makassar.

Pemerintah Daerah, mealaui Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boalemo, melayu, menegaskan bahwa program ini sejatinya merupakan inisiatif langsung dari pihak kampus, bukan program anggaran daerah. Karena sifatnya penawaran dengan waktu yang sangat singkat, pemerintah hanya mengambil peran untuk memfasilitasi keberangkatan dan memastikan validitas program.

Ini program murni dari kampus. Pemerintah hanya masuk untuk memfasilitasi agar anak-anak Boalemo bisa benar-benar mendapatkan kesempatan kuliah dengan beasiswa penuh. Jadi bukan berarti pemerintah menutup-nutupi, tetapi memang waktunya terbatas,” jelas Kabid Dikdas

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sudah Ada Informasi ke Desa

Daud menegaskan bahwa informasi sebenarnya telah disampaikan kepada sejumlah desa agar segera mengusulkan calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Namun, karena tawaran datang mendadak, proses komunikasi memang tidak sempat dilakukan secara masif ke seluruh wilayah.

Dengan kondisi seperti ini, kami mengandalkan perangkat desa untuk menyalurkan informasi. Mungkin tidak semua bisa terjangkau, tapi yang jelas ada mekanisme penyampaian. Ini bukan berarti program disembunyikan,” ujarnya.

Verifikasi Lapangan untuk Kepastian

Untuk menghindari keraguan publik, Pemkab Boalemo bahkan sudah turun langsung ke Kampus Famika Makassar untuk melakukan verifikasi faktual. Langkah ini, menurut Daud, merupakan bentuk kehati-hatian pemerintah daerah.

Kami menyambangi langsung kampus, bertemu dengan pihak pengelola, dan melihat fasilitas asrama. Kami ingin memastikan anak-anak Boalemo benar-benar akan belajar dan tinggal di tempat yang layak,” bebernya.

Transparansi Akan Diumumkan

Terkait nama-nama penerima yang belum dipublikasikan, Daud menjelaskan bahwa hal itu semata karena proses verifikasi dokumen masih berjalan.

Kalau diumumkan sekarang sementara datanya belum lengkap, justru bisa menimbulkan masalah. Begitu final, nama-nama mahasiswa akan kami umumkan secara resmi agar publik tahu siapa saja yang berangkat,” tegasnya.

Rasionalisasi Kebijakan

Daud juga menambahkan, secara rasional, pemerintah tidak mungkin mampu mengakomodasi seluruh pelajar Boalemo sekaligus dalam waktu singkat. Namun, kesempatan 50 orang ini tetap dianggap sebagai langkah awal membuka jalan bagi program serupa di masa depan.

Kalau program ini berjalan baik, kuotanya bisa bertambah. Jadi jangan dilihat hanya dari sisi kekurangannya, tapi dari peluang yang sedang dibuka,” tandasnya.

Komitmen Jangka Panjang

Pemkab Boalemo menekankan bahwa kebijakan ini berangkat dari niat murni untuk meningkatkan kualitas SDM daerah, bukan sekadar pencitraan.

Kami ingin anak-anak Boalemo punya kesempatan lebih luas untuk bersaing di dunia kerja. Kalau ada kritik, kami anggap sebagai masukan. Yang penting niat dan arah kebijakan tetap untuk kepentingan masyarakat,” pungkas Daud

Baca Juga :  FPR Mengecam Tindakan Represif dan Penangkapan Terhadap Massa Aksi Hari Perempuan Internasional 2021

Berita Terkait

Perangi DBD dan Malaria, Pemuda Patimura Kolaborasi Lintas Sektor Gelar Bakti Sosial di Tilamuta
Duduk, diam, gaji akan masuk; Menanti Suara di Gedung Rakyat, Fungsi DPRD Boalemo Diduga Mati Suri?
Masih soal mobil yang di pinjam Kejati, Klarifikasi Jubir Pemda dan Kabag Umum tidak substantif
Mobil Baru untuk Kejati, BPJS Menunggak dan Petani Menunggu: Di Mana Prioritas Pemda?
Pemda Boalemo dan Kejati Gorontalo Ugal-ugalan?: Antara Perencanaan yang Gagal dan Dugaan Peminjaman Ilegal
Menakar Etika dan Independensi: Ujian Transparansi di Balik Peminjaman Kendaraan Dinas Pemda oleh Kejati
Rapor Merah PAHAM: Janji Pembangunan, Utang BPJS, dan Sejumlah Persoalan yang Belum Tuntas
Menyelamatkan Nyawa, Kehilangan Hak: Jeritan Nakes di Balik Penolakan Klaim BPJS

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 10:18 WITA

Perangi DBD dan Malaria, Pemuda Patimura Kolaborasi Lintas Sektor Gelar Bakti Sosial di Tilamuta

Senin, 29 Juni 2026 - 20:36 WITA

Duduk, diam, gaji akan masuk; Menanti Suara di Gedung Rakyat, Fungsi DPRD Boalemo Diduga Mati Suri?

Jumat, 26 Juni 2026 - 05:56 WITA

Mobil Baru untuk Kejati, BPJS Menunggak dan Petani Menunggu: Di Mana Prioritas Pemda?

Rabu, 24 Juni 2026 - 19:05 WITA

Pemda Boalemo dan Kejati Gorontalo Ugal-ugalan?: Antara Perencanaan yang Gagal dan Dugaan Peminjaman Ilegal

Rabu, 24 Juni 2026 - 18:31 WITA

Menakar Etika dan Independensi: Ujian Transparansi di Balik Peminjaman Kendaraan Dinas Pemda oleh Kejati

Berita Terbaru