Sambati Kembali Bernapas: Kolaborasi Warga dan Tokoh Peduli Lingkungan lakukan Pengerukan Saluran Air

- Jurnalis

Minggu, 19 Oktober 2025 - 00:02 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trilogis.id_(Lingkungan)  — Harapan warga Dusun Sambati, Desa Dulupi, Kecamatan Dulupi, akhirnya menemukan jawabannya. Setelah bertahun-tahun menghadapi saluran air yang dangkal dan sering menyebabkan genangan, kini aliran kehidupan di kampung itu mulai mengalir kembali.

Sejumlah tokoh peduli lingkungan bersama pemerintah desa dan warga setempat bergotong royong melakukan pengerukan sedimentasi di beberapa titik yang tersumbat.

Pengerukan ini bukan sekadar pekerjaan teknis, melainkan bentuk nyata kepedulian sosial dan ekologis. Di balik alat sederhana dan lumpur yang diangkat, tersimpan pesan penting: bahwa menjaga keseimbangan alam bisa dimulai dari langkah kecil di sekitar tempat tinggal sendiri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Langkah ini merupakan komitmen awal dari para tokoh masyarakat dan warga yang peduli terhadap lingkungan serta keselamatan bersama. Kami sangat berterima kasih karena kegiatan ini menjadi solusi penting dalam mencegah banjir dan menjaga kesehatan masyarakat dari penyakit seperti DBD dan malaria,” ujar Kepala Desa Dulupi.

Warga Dusun Sambati pun menyambut baik kegiatan tersebut. Mereka menilai, keterlibatan para tokoh masyarakat menjadi penguat semangat gotong royong yang sempat pudar. Kini, kepedulian terhadap lingkungan kembali tumbuh di tengah masyarakat.

“Kami bersyukur akhirnya saluran air di kampung kami dibersihkan. Mudah-mudahan setelah ini tidak ada lagi genangan yang bikin khawatir,” ungkap salah satu warga dengan nada penuh harap.

Selain memperlancar aliran air, kegiatan ini juga menumbuhkan kesadaran baru bahwa menjaga alam adalah bagian dari menjaga diri sendiri. Pemerintah Desa Dulupi berencana menjadikan kegiatan pengerukan ini sebagai program berkelanjutan, melibatkan masyarakat dalam kerja bakti rutin dan penanaman vegetasi di sekitar saluran air.

Baca Juga :  Menelan Anggaran Ratusan Juta, Pekerjaan DD Bongo IV Mangkrak

Kini, air di Dusun Sambati kembali mengalir jernih. Jalan yang dulu tergenang mulai kering, udara terasa lebih segar, dan wajah warga memancarkan rasa lega. Lebih dari sekadar pembersihan saluran, kegiatan ini menjadi simbol harmoni antara manusia dan alam.

Baca Juga :  Wakapolda bersama Kapolres turun langsung Pastikan Pilkades Serentak secara E-voting berjalan Aman

“Kegiatan ini bukan hanya membersihkan lumpur, tetapi juga membersihkan cara pandang kita terhadap lingkungan. Saat kita bergerak bersama, alam pun ikut bernapas lega,” ujar salah satu tokoh peduli lingkungan yang terlibat.

Dari Dusun Sambati, sebuah pesan sederhana namun kuat mengalir: kepedulian tidak harus menunggu bencana. Dengan kolaborasi dan niat baik, langkah kecil seperti pengerukan saluran air dapat menjadi gerakan besar untuk menjaga keseimbangan bumi. Sebuah kisah tentang manusia, alam, dan rasa tanggung jawab yang kini hidup kembali di tepi aliran kecil Desa Dulupi.

Berita Terkait

Sinergi SherlyGo dan Bentor BI Melahirkan Dompet Clara: Inovasi Layanan Publik Masa Kini
Boalemo Darurat HIV? 135 Kasus Tercatat, Dinkes Minta Warga Waspada
Perubahan APBD 2026 Disepakati, Boalemo Dapat Tambahan Penerimaan Rp30 Miliar
Jagung Terbesar, Kemiskinan Masih Tinggi: Rum Pagau Dorong Boalemo Beralih ke Tanaman Tahunan
Barcode Ada, Tapi BBM Sulit Didapat: Pemkab Boalemo Soroti Akses Subsidi
Kawal Revitalisasi Pendidikan, Bupati Rum Pagau Cek 20 Sekolah di Paguyaman
Dari Bongo 4, Langkah Baru Menyiapkan Generasi Boalemo
Cegah Campak Hingga Difteri, Tim BIAS Puskesmas Belian Turun ke Sekolah-Sekolah

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:40 WITA

Sinergi SherlyGo dan Bentor BI Melahirkan Dompet Clara: Inovasi Layanan Publik Masa Kini

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:20 WITA

Boalemo Darurat HIV? 135 Kasus Tercatat, Dinkes Minta Warga Waspada

Jumat, 18 September 2026 - 21:53 WITA

Perubahan APBD 2026 Disepakati, Boalemo Dapat Tambahan Penerimaan Rp30 Miliar

Kamis, 17 September 2026 - 16:29 WITA

Jagung Terbesar, Kemiskinan Masih Tinggi: Rum Pagau Dorong Boalemo Beralih ke Tanaman Tahunan

Rabu, 16 September 2026 - 17:09 WITA

Barcode Ada, Tapi BBM Sulit Didapat: Pemkab Boalemo Soroti Akses Subsidi

Berita Terbaru