Petugas Kebersihan Belum Terima Hak, BKAD “Pesta Pora”, Bupati dan DPRD Kemana?

- Jurnalis

Minggu, 19 Oktober 2025 - 16:58 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trilogis.id_(Opini/Tajuk) – “BKAD, DPRD, dan Pemda Boalemo — Jangan Jadikan Rakyat Kecil Korban Sistem Busuk”.

Mungkin ini cukup menjadi narasi pembuka saya sebagai penulis untuk sejenak untuk memulai kekesalan yang mungkin bagi sebagian orang adalah protes tak terukur.

Keadilan bagi para pahlawan kebersihan dan sopir di Boalemo kembali tercoreng.
Keterlambatan gaji yang tak kunjung usai menjadi luka lama yang kian menganga — diperparah dengan dugaan praktik pemotongan misterius oleh pihak ketiga (outsourcing) penyedia jasa kebersihan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rasa letih dan kecewa masyarakat kini berubah menjadi kemarahan.

Salah seorang pemerhati lingkungan di Boalemo menilai bahwa pihak ketiga tersebut telah gagal total menjalankan amanahnya.

Kalau sudah tak mampu bayar tepat waktu, lalu masih tega memotong gaji para penyapu yang bekerja siang malam, berarti nurani mereka telah mati,” ujarnya tegas.

Ia menambahkan, Pemerintah Daerah (Pemda) Boalemo seharusnya segera mengambil langkah nyata — bukan hanya mengingatkan, tapi memutus kerja sama dengan pihak outsourcing yang tak becus mengurus hajat hidup rakyat kecil.

Jangan biarkan kontrak seperti ini terus diperpanjang atas nama administrasi. Ini soal keadilan!” tandasnya.

DPRD Boalemo: Jangan Hanya Duduk Menonton Jeritan Rakyat!

Baca Juga :  Ronal Rampi: Peserta Pemilu dilarang gunakan Fasilitas Pemerintah saat Kampanye

Sorotan juga kini tertuju ke lembaga perwakilan rakyat, DPRD Boalemo. Sebagai corong aspirasi, mereka tidak boleh menutup telinga terhadap keluhan para pekerja kebersihan dan sopir yang menggantungkan hidup dari gaji bulanan.

Masalah ini bukan perkara teknis — ini soal perut rakyat dan harga diri kemanusiaan. DPRD seharusnya segera memanggil pihak BKAD, Dinas terkait, dan perusahaan outsourcing untuk membuka secara transparan mekanisme pembayaran serta dugaan potongan yang dilakukan.

Rakyat menunggu keberanian Dewan untuk berpihak pada yang tertindas, bukan sekadar menjadi penonton di balik meja sidang.

BKAD Boalemo: Jangan Terlalu Lama Menikmati Angin Pantai Sementara Rakyat Kepanasan

Bagian Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) adalah jantung pengelolaan keuangan daerah.
Namun ketika jantung ini berdetak lamban, darah anggaran pun tak mengalir — dan rakyatlah yang pingsan.

Ironinya, saat para pekerja kebersihan menunggu gaji dengan mata basah, sebagian pejabat BKAD justru terlihat bersantai dalam suasana penuh hiburan, seperti sedang menikmati angin pantai selepas evaluasi triwulan. Kontras sekali: rakyat tercekik, mereka bersenda gurau.

Saatnya Rum Pagau Bertindak: Lakukan Rolling Jabatan Sesuai Regulasi dan Etika Pemerintahan

Sudah terlalu lama sejumlah pejabat dan staf tertentu bercokol di bidang yang sama tanpa rotasi.
Padahal, berdasarkan
Surat Edaran Menteri PAN-RB Nomor 52 Tahun 2018 tentang Rotasi dan Mutasi Pegawai ASNserta ketentuan umum dalam manajemen kepegawaian, pejabat yang telah menjabat di satu bidang lebih dari dua tahun sebaiknya segera di-rolling untuk mencegah penyalahgunaan wewenang dan memperkuat profesionalisme birokrasi.

Baca Juga :  Bekerja Sama Dengan UNG, Anas Jusuf Buka Rapat Penyusunan Buku Analisis Profil Pengembangan Ekonomi Daerah

Rotasi bukan hukuman, melainkan bentuk penyegaran organisasi. Dan inilah saatnya Bupati Boalemo, Drs. H. Rum Pagau, menegaskan komitmen moralnya untuk melakukan perombakan menyeluruh pada sektor keuangan dan unit teknis yang lamban dan kehilangan empati.

Jika roda pemerintahan ingin bersih, maka tak ada tempat bagi mereka yang nyaman dalam zona “angin pantai” ketika rakyat berteriak menuntut haknya.

Penutup: Keadilan Tak Boleh Dibayar dengan Dalih Administrasi

Pekerja kebersihan dan sopir adalah wajah Boalemo yang sesungguhnya. Mereka membersihkan kota ini, namun justru hidup dalam ketidakpastian karena gaji mereka kerap tertunda dan terpotong.


Ketika pemerintah lambat, dan wakil rakyat diam, siapa lagi yang bisa mereka percaya? Sudah saatnya Pemda, BKAD, dan DPRD Boalemo
bercermin dan bertanggung jawab. Keadilan tidak akan pernah hadir selama birokrasi masih bermain sandiwara di tepi pantai penderitaan rakyatnya.

Berita Terkait

Menuju Indonesia Emas, Kapolres Boalemo & DPD KNPI Targetkan Boalemo Zero Miras dan Judi
Menakar Integritas Seleksi Jabatan di Boalemo, Antara Meritokrasi dan Bayang-Bayang Nepotisme
Rakor Ditutup, Pemkab Boalemo Siap Tekan Angka Penyakit
Ironi Gelar Profesor dan “Lonceng Kematian” Meritokrasi di Boalemo
Kursi Sekda dan Rekam Jejak Kegagalan Sektor Pertanian di Boalemo
Refleksi Hari Kartini, Kepala Puskesmas Berlian Ajak Perempuan Boalemo Jadi Pionir Kesehatan Keluarga
Buka Pengkaderan Senopati Tiga Dara, Wabup Lahmuddin Hambali: Piloliyanga Kini Jadi Magnet Ekonomi Baru Boalemo
Perkuat Desa Siaga TB, Puskesmas Berlian Lakukan Deteksi Dini ILTB dan Kunjungan Rumah di Desa Bongo Tua

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:04 WITA

Menuju Indonesia Emas, Kapolres Boalemo & DPD KNPI Targetkan Boalemo Zero Miras dan Judi

Jumat, 24 April 2026 - 18:40 WITA

Menakar Integritas Seleksi Jabatan di Boalemo, Antara Meritokrasi dan Bayang-Bayang Nepotisme

Jumat, 24 April 2026 - 18:34 WITA

Rakor Ditutup, Pemkab Boalemo Siap Tekan Angka Penyakit

Jumat, 24 April 2026 - 13:49 WITA

Ironi Gelar Profesor dan “Lonceng Kematian” Meritokrasi di Boalemo

Selasa, 21 April 2026 - 15:30 WITA

Kursi Sekda dan Rekam Jejak Kegagalan Sektor Pertanian di Boalemo

Berita Terbaru

Advertorial

Rakor Ditutup, Pemkab Boalemo Siap Tekan Angka Penyakit

Jumat, 24 Apr 2026 - 18:34 WITA