Buka Pengkaderan Senopati Tiga Dara, Wabup Lahmuddin Hambali: Piloliyanga Kini Jadi Magnet Ekonomi Baru Boalemo

- Jurnalis

Sabtu, 18 April 2026 - 13:22 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trilogis (Pemda Boalemo) – Wakil Bupati Boalemo, Lahmuddin Hambali, secara resmi membuka agenda Pengukuhan dan Pengkaderan Organisasi Senopati Tiga Dara yang dipusatkan di kawasan wisata Pantai Bolihutuo, Sabtu (18/04).

Dalam kesempatan tersebut, Wabup Lahmuddin memaparkan transformasi besar yang tengah dialami Desa Piloliyanga dan sekitarnya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kabupaten Boalemo.

Efek Domino Pembangunan Batalyon

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu poin krusial yang ditegaskan Wabup adalah dampak strategis dari pembangunan Batalyon di Piloliyanga. Proyek yang menelan anggaran fantastis senilai Rp80–90 miliar tersebut bukan sekadar urusan pertahanan, melainkan motor penggerak ekonomi warga lokal.

“Saat ini jumlah personel prajurit telah bertambah 70 orang, sehingga total kini mencapai 605 personel. Bayangkan, jika nanti jumlahnya mencapai lebih dari 1.000 orang dengan asumsi perputaran uang melalui belanja kebutuhan mereka, potensi ekonomi yang masuk ke masyarakat bisa mencapai Rp1 miliar per bulan,” jelas Lahmuddin.

Rencana Infrastruktur Skala Besar

Baca Juga :  2 Bapaslon Mendaftar, Bawaslu Provinsi Gorontalo pastikan sesuai Regulasi yang berlaku

Tak hanya batalyon, Pemerintah Daerah Boalemo tengah memacu berbagai proyek strategis untuk menopang wilayah tersebut, di antaranya:

  • Pembangunan Sekolah Garuda: Saat ini sedang diupayakan lobi ke pemerintah pusat.
  • Jembatan Piloliyanga: Penyusunan Detail Engineering Design (DED) dengan alokasi Rp1 miliar.
  • Jalan Lingkar: Estimasi anggaran mencapai Rp90 miliar untuk membuka aksesibilitas wilayah.

Tantangan bagi Pemuda dan Masyarakat Lokal

Melihat potensi tersebut, Wabup Lahmuddin memberikan peringatan sekaligus motivasi bagi masyarakat dan pengurus Senopati Tiga Dara agar tidak hanya menjadi penonton. Ia mengakui bahwa para pelaku usaha dari luar daerah sudah mulai melirik potensi lahan di Piloliyanga.

Beberapa pelaku usaha luar sudah mulai menghubungi kami. Saya sampaikan bahwa lahan adalah milik masyarakat, silakan bekerja sama. Namun, saya minta masyarakat lokal dan pemuda harus siap bersaing dan berpikir visioner,” tegasnya.

Pesan untuk Senopati Tiga Dara

Baca Juga :  Juru Bicara atau Asal Bicara ? Paris Djafar Tak Cocok Jadi Jubir Bupati Boalemo

Di akhir sambutannya, Wakil Bupati berharap organisasi Senopati Tiga Dara mampu menjadi wadah pengkaderan yang adaptif dan melahirkan pemuda-pemuda yang jeli melihat peluang.

Organisasi harus mampu menjadi motor penggerak ekonomi, bukan hanya penonton di daerah sendiri. Anggota Senopati Tiga Dara harus punya pola pikir ke depan agar dapat mengambil peran dalam setiap perkembangan yang ada di Boalemo,” pungkasnya.

Berita Terkait

Duduk, diam, gaji akan masuk; Menanti Suara di Gedung Rakyat, Fungsi DPRD Boalemo Diduga Mati Suri?
Masih soal mobil yang di pinjam Kejati, Klarifikasi Jubir Pemda dan Kabag Umum tidak substantif
Mobil Baru untuk Kejati, BPJS Menunggak dan Petani Menunggu: Di Mana Prioritas Pemda?
Pemda Boalemo dan Kejati Gorontalo Ugal-ugalan?: Antara Perencanaan yang Gagal dan Dugaan Peminjaman Ilegal
Menakar Etika dan Independensi: Ujian Transparansi di Balik Peminjaman Kendaraan Dinas Pemda oleh Kejati
PKM Berlian Gelar Pelayanan KB Serentak Gratis dalam Rangka Harganas ke-33
Rapor Merah PAHAM: Janji Pembangunan, Utang BPJS, dan Sejumlah Persoalan yang Belum Tuntas
Menyelamatkan Nyawa, Kehilangan Hak: Jeritan Nakes di Balik Penolakan Klaim BPJS

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 20:36 WITA

Duduk, diam, gaji akan masuk; Menanti Suara di Gedung Rakyat, Fungsi DPRD Boalemo Diduga Mati Suri?

Minggu, 28 Juni 2026 - 00:32 WITA

Masih soal mobil yang di pinjam Kejati, Klarifikasi Jubir Pemda dan Kabag Umum tidak substantif

Jumat, 26 Juni 2026 - 05:56 WITA

Mobil Baru untuk Kejati, BPJS Menunggak dan Petani Menunggu: Di Mana Prioritas Pemda?

Rabu, 24 Juni 2026 - 19:05 WITA

Pemda Boalemo dan Kejati Gorontalo Ugal-ugalan?: Antara Perencanaan yang Gagal dan Dugaan Peminjaman Ilegal

Rabu, 24 Juni 2026 - 18:31 WITA

Menakar Etika dan Independensi: Ujian Transparansi di Balik Peminjaman Kendaraan Dinas Pemda oleh Kejati

Berita Terbaru