BOALEMO, Trilogis.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boalemo terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini (PAUD) melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan PAUD. Kegiatan yang diikuti peserta dari Kecamatan Mananggu dan Botumoito ini berlangsung di Hotel New Rahmat, Kamis (29/10/2026).
Bimtek tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas pendidik PAUD agar mampu memberikan layanan pendidikan yang berkualitas, menyenangkan, kreatif, dan sesuai dengan tahapan perkembangan anak.
Pendidikan anak usia dini merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter dan kemampuan anak sebelum memasuki jenjang pendidikan dasar. Karena itu, guru PAUD dituntut tidak hanya menguasai metode mengajar, tetapi juga memahami kebutuhan perkembangan anak dari aspek moral dan agama, fisik motorik, kognitif, bahasa, sosial emosional, serta pengenalan dasar literasi dan numerasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boalemo, Ahman Sarman, S.Pd., M.Pd., menekankan bahwa peningkatan kompetensi guru harus menjadi perhatian berkelanjutan, seiring dengan tantangan pendidikan yang semakin berkembang.
“Guru PAUD memegang peran strategis dalam membentuk fondasi generasi masa depan. Karena itu, peningkatan kompetensi tidak boleh berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi harus tercermin dalam proses pembelajaran sehari-hari, terutama melalui pendekatan yang berpusat pada anak,” demikian pernyataan yang dapat digunakan untuk menggambarkan pesan kegiatan tersebut.
Menurutnya, pembelajaran PAUD perlu dirancang agar anak dapat belajar melalui pengalaman, bermain, bereksplorasi, dan berinteraksi secara positif. Pendekatan tersebut diharapkan membantu anak mengembangkan rasa percaya diri, kreativitas, kemandirian, serta kemampuan berkomunikasi sejak dini.
Guru Dituntut Adaptif dan Kreatif
Sementara itu, Hartati Moha menyoroti pentingnya penguatan kemampuan pendidik dalam menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan. Guru perlu memahami bahwa setiap anak memiliki karakter, kemampuan, dan kecepatan perkembangan yang berbeda.
“Pendidik PAUD harus mampu mengenali kebutuhan setiap anak dan menyesuaikan pendekatan pembelajaran. Kegiatan belajar hendaknya tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga memperhatikan proses tumbuh kembang anak,” demikian draf pernyataan yang dapat disesuaikan dengan keterangan narasumber.
Melalui kegiatan Bimtek, peserta diharapkan memperoleh tambahan pengetahuan dan keterampilan yang dapat diterapkan di satuan pendidikan masing-masing. Dengan demikian, pelatihan tidak sekadar menjadi agenda formal, tetapi menghasilkan perubahan nyata dalam kualitas layanan pendidikan.
Evaluasi dan Penerapan Jadi Kunci
Di sisi lain, Kabid PAUD dan PNFI, Sari Laima, S.Sos., menekankan pentingnya penerapan hasil pelatihan secara konsisten di lingkungan sekolah.
“Keberhasilan Bimtek tidak hanya diukur dari keikutsertaan guru dalam kegiatan, tetapi dari sejauh mana materi yang diperoleh dapat diterapkan dalam pembelajaran. Karena itu, tindak lanjut dan evaluasi menjadi bagian penting untuk memastikan peningkatan kompetensi benar-benar berdampak pada anak,” demikian draf pernyataan untuk disesuaikan dengan keterangan resmi.
Ia juga diharapkan mendorong penguatan kolaborasi antara guru, kepala satuan PAUD, orang tua, dan pemangku kepentingan pendidikan. Sinergi tersebut penting agar stimulasi perkembangan anak berlangsung secara berkesinambungan, baik di sekolah maupun di rumah.
Pelaksanaan Bimtek bagi pendidik dari Kecamatan Mananggu dan Botumoito diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat mutu pendidikan anak usia dini di Kabupaten Boalemo.
Pada akhirnya, kualitas PAUD tidak hanya ditentukan oleh sarana dan program yang tersedia, tetapi juga oleh kompetensi pendidik serta konsistensi penerapan pembelajaran yang berpihak pada kebutuhan anak. Tantangannya adalah memastikan pengetahuan yang diperoleh selama Bimtek benar-benar hadir dalam praktik pendidikan sehari-hari.






















