Ada Aurora di Yogyakarta, Ini Pernyataan PRSTA-BRIN

- Jurnalis

Minggu, 3 Oktober 2021 - 20:35 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trilogis.id – Viral di media sosial dihebohkan dengan postingan seorang fotografer yang mengabadikan cahaya mirip aurora di langit Yogyakarta di kawasan Tumpeng Menoreh, DIY.

Peneliti Klimatologi pada Pusat Riset Sains dan Teknologi Atmosfer-BRIN), Erma Yulihastin, mengatakan hal tersebut merupakan fenomena langit glowing di Menoreh.

“Masih ingat cerita ‘Api di Bukit Menoreh?’ Ternyata, pada kamis malam (30/9), Menoreh mengeluarkan ‘api’ yang indah di malam hari dengan warna kehijauan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langit berwarna kehijauan ini merupakan fenomena yang disebut dengan langit glowing,” kata Erma, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (3/10/2021).

Erma mengatakan langit glowing dicirikan oleh warna kehijauan pada langit di malam hari yang terjadi karena keberadaan gelombang gravitas atmosfer (GGA, dalam bahasa Inggris disebut Atmospheric Gravity Wave).

Adapun laporan ilmiah berkaitan dengan langit glowing ini telah diterbitkan oleh American Geophysical Union dalam Journal of the Geophyisical Research Atmosphere pada 16 November 2020 (Smith dkk., 2020).

Laporan tersebut menjelaskan peristiwa langit glowing yang dapat dilihat oleh mata telanjang di daerah tropis yaitu di Argentina, Amerika Selatan, pada 17 Maret 2020.
Gangguan di atmosfer permukaan atau yang terjadi di lapisan troposfer yang diketahui dapat membangkitkan GGA adalah aktivitas konvektif yang menghasilkan awan konveksi yang tinggi (deep convection).

Baca Juga :  Sambut HUT ke-27 Boalemo, Wabup Lahmuddin Siapkan Bantuan untuk 1.000 Kaum Dhuafa

Berdasarkan laporan langit glowing di Argentina menunjukkan GGA yang tampak kehijauan ini berkaitan dengan aktivitas badai skala meso yang terjadi sekitar 100 km dari tempat di mana langit glowing tersebut dapat diamati dengan mata telanjang.

Bagaimana dengan langit glowing di Menoreh, Jateng? Apakah juga berkaitan dengan aktivitas badai skala meso?

Erma menjelaskan, GGA adalah gelombang gravitasi yang terdapat di atmosfer dengan skala planet yang dapat terbentuk karena suatu gangguan di atmosfer pada suatu lokasi tertentu sehingga mengganggu lapisan-lapisan di atmosfer dari permukaan hingga lapisan yang paling tinggi di atmosfer seperti lapisan mesosfer.

“Pengamatan terhadap data dari Satellite-Based Disaster Early Warning System (SADEWA)-BRIN menunjukkan badai skala meso yang kuat dan meluas terbentuk di atas lautan berjarak sekitar 200 km dari lokasi, di Selat Karimata sebelah barat Kalimantan. Badai skala meso ini sepanjang hari bergerak seperti pendulum, pada awalnya terbentuk di Sumatra pagi hari lalu menuju timur ke arah Kalimantan melintasi laut Tiongkok Selatan hingga sore hari,” ujarnya.

Baca Juga :  Rusli Palabbi Lantik Pengurus Lamahu Sulteng Periode 2020-2024

Lebih lanjut, pada malam hari badai ini bergerak kembali dari Kalimantan menuju ke laut dan menetap di sana hingga tengah malam. Aktivitas badai skala meso yang bergerak bolak-balik seperti pendulum ini kemungkinan yang telah menjadi pengganggu bagi lapisan-lapisan di atmosfer sehingga terbentuklah GGA yang sangat kuat dan penampakannya dapat dilihat di suatu lokasi di Jawa Tengah.

“Pengamatan citra terhadap langit glowing ini seharusnya dapat dikumpulkan dari berbagai arah atau sudut sehingga membentuk citra langit glowing GGA yang lengkap, sebagaimana yang dilaporkan oleh Smith dkk. (2020) di Argentina,” ujarnya.(yld/gbr)

Berita Terkait

Perubahan APBD 2026 Disepakati, Boalemo Dapat Tambahan Penerimaan Rp30 Miliar
Jagung Terbesar, Kemiskinan Masih Tinggi: Rum Pagau Dorong Boalemo Beralih ke Tanaman Tahunan
Barcode Ada, Tapi BBM Sulit Didapat: Pemkab Boalemo Soroti Akses Subsidi
Kawal Revitalisasi Pendidikan, Bupati Rum Pagau Cek 20 Sekolah di Paguyaman
Dari Bongo 4, Langkah Baru Menyiapkan Generasi Boalemo
Cegah Campak Hingga Difteri, Tim BIAS Puskesmas Belian Turun ke Sekolah-Sekolah
Bupati Rum Pagau Letakkan Batu Pertama KNMP, Nilai Investasi Capai Rp10,8 Miliar
Tracing TBC Dirangkaikan BERMINAT, Puskesmas Berlian Gelar Pelayanan Kesehatan Gratis di Desa Mutiara

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 21:53 WITA

Perubahan APBD 2026 Disepakati, Boalemo Dapat Tambahan Penerimaan Rp30 Miliar

Kamis, 17 September 2026 - 16:29 WITA

Jagung Terbesar, Kemiskinan Masih Tinggi: Rum Pagau Dorong Boalemo Beralih ke Tanaman Tahunan

Rabu, 16 September 2026 - 17:09 WITA

Barcode Ada, Tapi BBM Sulit Didapat: Pemkab Boalemo Soroti Akses Subsidi

Senin, 14 September 2026 - 17:08 WITA

Kawal Revitalisasi Pendidikan, Bupati Rum Pagau Cek 20 Sekolah di Paguyaman

Kamis, 10 September 2026 - 14:06 WITA

Cegah Campak Hingga Difteri, Tim BIAS Puskesmas Belian Turun ke Sekolah-Sekolah

Berita Terbaru