Bagaimana Jika Hanya Staf Setwan yang Jadi Tersangka dalam Perdis Fiktif?

- Jurnalis

Minggu, 23 Agustus 2026 - 12:19 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trilogis BOALEMO — Penanganan dugaan perjalanan dinas fiktif di lingkungan DPRD Kabupaten Boalemo masih menyisakan sejumlah pertanyaan. Salah satu skenario yang menarik untuk dicermati adalah apabila dalam perkara tersebut pada akhirnya hanya staf Sekretariat DPRD (Setwan) yang ditetapkan sebagai tersangka.

Pertanyaannya kemudian sederhana, tetapi penting: apakah dugaan persoalan perjalanan dinas hanya berada pada wilayah administrasi, atau terdapat rangkaian proses lain yang juga perlu diperiksa?

Pertanyaan tersebut bukan untuk mendahului proses hukum, apalagi menyimpulkan siapa yang bersalah. Sebaliknya, hal itu menjadi bagian dari pertanyaan publik mengenai bagaimana aparat penegak hukum membangun konstruksi perkara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pelaksanaan perjalanan dinas pemerintahan, terdapat sejumlah tahapan administratif yang tidak berdiri sendiri. Ada proses pengajuan, penerbitan dokumen, persetujuan, pelaksanaan perjalanan, pencairan biaya hingga penyusunan dan pemeriksaan pertanggungjawaban.

Karena itu, apabila ditemukan dugaan perjalanan dinas yang tidak dilaksanakan sebagaimana dokumen, atau terdapat dugaan ketidaksesuaian nilai dalam pertanggungjawaban, publik tentu ingin mengetahui bagaimana seluruh rangkaian tersebut terjadi.

Jika dokumennya diduga bermasalah, siapa yang membuat? Siapa yang memeriksa? Siapa yang menyetujui? Siapa yang menerima pembayaran? Dan siapa yang kemudian mempertanggungjawabkannya?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi relevan apabila seorang staf Setwan nantinya menjadi satu-satunya tersangka.

Sebab, secara sederhana, seorang staf yang menangani administrasi tidak serta-merta dapat diasumsikan sebagai pihak yang menentukan seluruh rangkaian perjalanan dinas. Kewenangan masing-masing pihak tentu perlu dilihat berdasarkan jabatan, tugas, dokumen, serta fakta yang ditemukan penyidik.

Baca Juga :  Kewenangan dan Kebijakan Bupati Boalemo akan di laksanakan sepenuhnya oleh Anas Jusuf

Di sinilah pentingnya proses hukum tidak hanya melihat keberadaan dokumen, tetapi juga siapa yang memiliki kewenangan atas dokumen tersebut dan bagaimana dokumen itu digunakan dalam proses pencairan serta pertanggungjawaban anggaran.

Apabila terdapat dugaan rekayasa administrasi atau penggelembungan nilai pertanggungjawaban, maka pertanyaan berikutnya adalah apakah tindakan tersebut merupakan kesalahan administratif semata, kelalaian, atau justru terdapat unsur kesengajaan yang dapat dipertanggungjawabkan secara pidana.

Namun, semua itu tentu harus dibuktikan melalui alat bukti dan proses hukum.

Begitu pula apabila muncul dugaan adanya kerja sama antara beberapa pihak. Hal tersebut tidak dapat disebut sebagai “pemufakatan jahat” hanya berdasarkan dugaan atau posisi seseorang dalam struktur administrasi. Harus ada dasar hukum dan alat bukti yang menunjukkan adanya kesengajaan serta hubungan antar pihak sebagaimana yang dipersyaratkan dalam ketentuan pidana yang diterapkan.

Karena itu, skenario “hanya staf Setwan yang menjadi tersangka” justru membuka ruang pertanyaan yang lebih luas.

Apakah penyidik menemukan bahwa dugaan perbuatan pidana memang sepenuhnya dilakukan pada level administrasi?

Ataukah pemeriksaan terhadap pihak lain masih berjalan?

Apakah anggota DPRD sebagai pihak yang melakukan atau tercatat melakukan perjalanan dinas telah dimintai keterangan secara menyeluruh?

Baca Juga :  Rusli Palabbi Lantik Pengurus Lamahu Sulteng Periode 2020-2024

Bagaimana dengan pihak yang memiliki kewenangan memberikan persetujuan dan melakukan verifikasi?

Dan yang tidak kalah penting, apakah seluruh aliran uang serta manfaat dari dugaan perjalanan dinas tersebut telah ditelusuri?

Pertanyaan itu penting agar perkara tidak berhenti pada siapa yang mengurus dokumen, tetapi mampu menjelaskan secara utuh bagaimana sebuah perjalanan dinas dapat tercatat, dibayarkan, dan dipertanggungjawabkan apabila kemudian ditemukan dugaan bahwa perjalanan tersebut tidak sesuai fakta.

Pada akhirnya, masyarakat tidak sedang meminta siapa pun untuk dikriminalisasi.

Publik hanya membutuhkan kepastian bahwa apabila memang terdapat kerugian negara dan dugaan tindak pidana, maka proses hukum mampu menemukan peran masing-masing pihak berdasarkan bukti, bukan semata-mata berdasarkan siapa yang paling mudah dijangkau dari sisi administrasi.

Sebaliknya, apabila setelah seluruh proses penyidikan dilakukan ternyata tanggung jawab pidana memang hanya berada pada pihak tertentu di lingkungan Setwan, maka penjelasan mengenai konstruksi perkaranya juga menjadi penting.

Dengan demikian, publik dapat memahami: mengapa hanya pihak tersebut yang dimintai pertanggungjawaban pidana, bagaimana posisi pihak-pihak lain, dan apa dasar hukum yang digunakan penyidik.

Sebab dalam perkara yang menyangkut uang negara, yang dibutuhkan bukan sekadar penetapan tersangka.

Yang jauh lebih penting adalah terangnya seluruh rangkaian peristiwa.

Berita Terkait

PAD Tak Jelas, Videotron Tilamuta Telan Korban
17 Tahun di Intelkam, IPDA Suwendi Kini Pimpin Polsek Dulupi
Sinergi SherlyGo dan Bentor BI Melahirkan Dompet Clara: Inovasi Layanan Publik Masa Kini
Perubahan APBD 2026 Disepakati, Boalemo Dapat Tambahan Penerimaan Rp30 Miliar
Jagung Terbesar, Kemiskinan Masih Tinggi: Rum Pagau Dorong Boalemo Beralih ke Tanaman Tahunan
Barcode Ada, Tapi BBM Sulit Didapat: Pemkab Boalemo Soroti Akses Subsidi
Kawal Revitalisasi Pendidikan, Bupati Rum Pagau Cek 20 Sekolah di Paguyaman
Dari Bongo 4, Langkah Baru Menyiapkan Generasi Boalemo

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:02 WITA

PAD Tak Jelas, Videotron Tilamuta Telan Korban

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:36 WITA

17 Tahun di Intelkam, IPDA Suwendi Kini Pimpin Polsek Dulupi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:40 WITA

Sinergi SherlyGo dan Bentor BI Melahirkan Dompet Clara: Inovasi Layanan Publik Masa Kini

Jumat, 18 September 2026 - 21:53 WITA

Perubahan APBD 2026 Disepakati, Boalemo Dapat Tambahan Penerimaan Rp30 Miliar

Rabu, 16 September 2026 - 17:09 WITA

Barcode Ada, Tapi BBM Sulit Didapat: Pemkab Boalemo Soroti Akses Subsidi

Berita Terbaru

Headline

PAD Tak Jelas, Videotron Tilamuta Telan Korban

Kamis, 22 Okt 2026 - 16:02 WITA

Headline

17 Tahun di Intelkam, IPDA Suwendi Kini Pimpin Polsek Dulupi

Sabtu, 10 Okt 2026 - 15:36 WITA