Bakal berubah Nomenklatur, berikut “Tanda Tanya Besar” Sentralisasi Jaringan Dinas Kominfo Boalemo

- Jurnalis

Selasa, 29 Maret 2022 - 19:53 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi. sumber Google.

ilustrasi. sumber Google.

Trilogis.id (Boalemo) – Sentralisasi Jaringan Intranet dan internet dilingkugan Pemerintah Daerah menjadi salah satu fungsi dari Dinas Komunikasi, informatika,persandian dan statistik.

Hal itu dimungkinkan guna menjadi sebuah Program Prioritas guna mewujudkan data sektoral di Dinas Kominfo itu sendiri.

Dikabupaten Boalemo sendiri, Program yang harusnya menjadi solusi dari persolan jaringan internet yang selalu dikeluhkan masing-masing OPD malah justru menjadi polemik baru.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pasalnya, hingga saat ini, Program yang diketahui dengan jumalah anggaran sekitar enam ratus juta rupiah tersebut belum terealisasi.

Padahal, saat dikonfirmasi kepada Kepala Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) Boalemo, program tersebut sudah melalui Pejabat pengadaan barang dan jasa.

Meskipun demikian, molornya proses pembelanjaan layanan jasa yang harusnya melaui E-Katalog dan E-Purchasing sesuai Peraturan Presiden (PerPres) Nomor 54 Tahun 2010 tentang pengadaan barang atau jasa pemerintah.

Malah, yang anehnya, Program sentralisasi jaringan tersebut tidak bisa di proses secara e-katalog padahal tahun sebelumnya (2021) sempat bekerjaasama walau akhirnya berakhir dengan pemutusan kontrak seperti diberitakan sebelumnya. https://trilogis.id/si-cantik-berulah-apa-kabar-sentralisasi-jaringan-internet-di-kominfo-boalemo/

Baca Juga :  Forkopimda Bahas Vaksin untuk Kabupaten Boalemo

Tak berhenti sampai disitu, Sejumlah pertanyaanpun mencuat mengapa Program yang awalnya sudah direncanakan Dinas terkait dan harus dilakukan secara E-Katalog malah memilih untuk melakukan konsultasi ke Pihak BPK-P. mudahnya, jika sudah pernah dilaksanankan tahun sebelumnya, tahun berikutnya sudah bisa di proses sebab terinformasi bahwa spesifikasi dari kebutuhan program tersedia di toko daring.

Padahal, proses E-Katalog/E-Purchasing sangat mudah dan sesuai aturan karena Program Sentralisasi jaringan untuk semua OPD menelan anggaran diatas dua ratus juta rupiah.

Disoal mengenai alasan mengapa proses e-katalog yang molor realisasinya, Susanti mengaku dirinya baru dipindahkan sebagai Kepala Bidang diepnghujung akhir bulan Februari.

“saya baru dipindahkan disini (Bidang Kominfo) di akhir-akhir bulan Februari. jadi perencanaan awal saya belum tau pasti,” kata Susanti, Senin 28/3.

Susanti Dukalang juga mengaku, bahwa belum lama ini dirinya melakukan konsultasi ke BPK-P.

“Kami juga sudah melakukan konsultasi ke BPK-P dan kami sudah meminta hasil rekomendasi tertulis untuk mengganti nomenklatur untuk kami jadikan acuan”, beber Susanti saat diwawancarai senin (28/3).

Terkonfirmasi kepada salah satu ASN dilingkungan Pemda Boalemo, Proses Pergantan/perubahan Nomenkaltur dimungkinkan namun dengan alasan yang kuat.

Baca Juga :  Boalemo Perkuat Program Nasional Melalui Pengembangan Kampung Keluarga Berkualitas

Kepada Media ini, AAN (nama samaran), ASN yang enggan disebut namanya ini menjelaskan bahwa dalam perubahan nomenklatur harus memperhatikan Kepmen 050-5889 Tahun 2021 tentang hasil Verifikasi, Validasai, dan inventarisasi Pemuktahiran Klasifikasi, Kodefikasi dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan dan Keuangan Daerah.

Tak hanya itu, Proses Pengadaan Barang jasa dilingkungan Pemerintah Daerah harus memperhatikan PP 12 tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, Permendagri 77 tahun 2020 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.

Terpisah, Berdasarkan Narasumber lain yang dikonfirmasi, jika sentralisasi jaringan itu dala 1 output, maka tidak bisa dipisahkan. Belum lagi jika nomenklaturnya diubah menjadi belanja rutin seperti pembayran listrik dan air, maka secara otomatis kegiatannya melakat disekretariat sementara sentralisasi jaringan sifatya teknis dan harus melekat dibidang.

Hingga berita ini terbit, kami masih akan melakukan konfirmasi kembali terkait perubahan nomenkaltur yang dimaksud sesuai dengan rekomendasi dari BPK-P. (kifu)

 

Berita Terkait

Hardiknas: Birokrasi dalam Pasungan Politik dan Nasib Generasi, Moralitas, serta Kemiskinan Boalemo
Peringati Hardiknas 2026, Pemkab Boalemo Tekankan Spirit “Deep Learning” dan Pembangunan SDM Unggul
Dari Keringat ke Hak: Sejarah Panjang Perjuangan Buruh
BALIK PROGRAM KKG: KETIKA PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DIBAYAR OLEH SISWA MISKIN
Teater ‘Sistem Merit’ di Jakarta, Tragedi Maladministrasi di Boalemo
Membajak Masa Depan Sekolah Demi ‘Syahwat’ Struktural
Lompatan Quantum: Ketika ‘Kapur Tulis’ Harus Mengurus ‘Neraca Koperasi’ Tanpa Magang
Peringati Hari Posyandu Nasional 2026, Puskesmas Berlian Perkuat Layanan Kesehatan Terpadu

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:40 WITA

Hardiknas: Birokrasi dalam Pasungan Politik dan Nasib Generasi, Moralitas, serta Kemiskinan Boalemo

Sabtu, 2 Mei 2026 - 12:21 WITA

Peringati Hardiknas 2026, Pemkab Boalemo Tekankan Spirit “Deep Learning” dan Pembangunan SDM Unggul

Jumat, 1 Mei 2026 - 00:47 WITA

Dari Keringat ke Hak: Sejarah Panjang Perjuangan Buruh

Kamis, 30 April 2026 - 22:47 WITA

BALIK PROGRAM KKG: KETIKA PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DIBAYAR OLEH SISWA MISKIN

Kamis, 30 April 2026 - 19:11 WITA

Teater ‘Sistem Merit’ di Jakarta, Tragedi Maladministrasi di Boalemo

Berita Terbaru

Headline

Dari Keringat ke Hak: Sejarah Panjang Perjuangan Buruh

Jumat, 1 Mei 2026 - 00:47 WITA