Gegara Diintimidasi saat liputan, Tak ada lagi wartawan Gorontalo yang memuat berita dari Polda Gorontalo

- Jurnalis

Kamis, 15 Oktober 2020 - 11:06 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

tabur bunga masa aksi (wartawan) di Mapolda Gorontalo. foto: ist

tabur bunga masa aksi (wartawan) di Mapolda Gorontalo. foto: ist

Trilogis.id_(Gorontalo) – Sebagai bentuk protes kepada Polda Gorontalo akibat adanya dugaan intimidasi dan pembungkaman kerja kerja jurnalistik pada liputan demo penolakan UU Cipta Kerja di Gorontalo, wartawan se Gorontalo gelar aksi damai di Mapolda Gorontalo, Kamis 15-10-2020.

Kecewa tak ditemui Kapolda dan Wakapolda saat menyabangi Mapolda, Demonstran yang dinahkodai Helmi Rasid itu bersepakat untuk tidak memuat lagi berita dari Polda Gorotalo.

“Mulai hari ini, kami akan memboikot pemberitaan dari Polda Gorontalo, karena Kapolda dan Wakapolda enggan menemui kita kawan kawan” ungkap Koordintor Lapangan Helmi Rasid dengan suara lantangnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bahkan, yang lebih menuai kekecewaan masa Aksi, ada salah satu petinggi Polda yang selalu menggeluarkan statetmen Hoaks kepada pemberitaan wartawan Gorontalo

“Kalau ada release kita di undang, tapi saat meliput demo kita diintimidasi. Ini ada apa. bahkan, Kami Telepon untuk konfirmasi tidak diangkat, di WA hanya dibalas. Setelah berita naik dibilang hoax.”

Dalam  akasi yang diwarnai tabur bunga  dihadapan Mapolda itu, massa aksi dari wartawan se Gorontalo itu juga meminta kepada Kapolda Gorontalo untuk mengganti Kabid Humas Polda Gorontalo.

Baca Juga :  Tim Puslitbang Polri sambangi Poles Boalemo. Ada apa?

Berita Terkait

Rapor Merah PAHAM: Janji Pembangunan, Utang BPJS, dan Sejumlah Persoalan yang Belum Tuntas
Menyelamatkan Nyawa, Kehilangan Hak: Jeritan Nakes di Balik Penolakan Klaim BPJS
Sekda dan Krisis Plasma Sawit: Diam, Mengawasi, atau Membiarkan?
Isu Maladministrasi Sejumlah Kadis di Boalemo, Kepegawaian, Inspektorat dan Sekda Cuek?
Gelar Tinggi Tak Menjamin Kepatuhan: Ironi di Balik Pelantikan Cacat Hukum
Prabowo: Selama 34 Tahun Rp.15.400 Triliun Kita Hilang Akibat Praktik Kecurangan Ekspor
Menggugat Gurita “Kepala BKAD instan”, Ketika Jabatan Batal tapi Dokumen Keuangan Tetap Jalan?

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 16:15 WITA

Rapor Merah PAHAM: Janji Pembangunan, Utang BPJS, dan Sejumlah Persoalan yang Belum Tuntas

Kamis, 4 Juni 2026 - 23:02 WITA

Menyelamatkan Nyawa, Kehilangan Hak: Jeritan Nakes di Balik Penolakan Klaim BPJS

Senin, 1 Juni 2026 - 14:49 WITA

Rabu, 27 Mei 2026 - 21:06 WITA

Sekda dan Krisis Plasma Sawit: Diam, Mengawasi, atau Membiarkan?

Jumat, 22 Mei 2026 - 21:22 WITA

Gelar Tinggi Tak Menjamin Kepatuhan: Ironi di Balik Pelantikan Cacat Hukum

Berita Terbaru

Headline

Senin, 1 Jun 2026 - 14:49 WITA