Ironi Roda Dua di Boalemo: Fasilitas PAUD Pincang, Anggaran Dikbud ‘Dipaksa’ Wabup untuk Motor Pramuka?

- Jurnalis

Selasa, 30 September 2025 - 21:00 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trilogis.id_(Boalemo) — Di tengah keluhan tak berujung terkait minimnya sarana dan prasarana Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Boalemo justru membuat langkah kebijakan yang mencengangkan sekaligus ironis.

Anggaran yang seharusnya menjadi napas bagi peningkatan kualitas PAUD, diduga “diselipkan” untuk pengadaan sepeda motor yang lantas dipinjam pakaikan ke Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Boalemo.

Keputusan ini memicu kritik keras karena dicurigai adanya pemaksaan alokasi anggaran yang menyalahi kewenangan absolut Dikbud—sebagai lembaga yang fokus pada urusan pendidikan formal—demi mengakomodasi kepentingan non-struktural.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kewenangan Dinas Dipertanyakan: Program PAUD atau Kwarcab?

Keputusan pengadaan motor untuk Kwarcab ini tak terlepas dari fakta bahwa Wakil Bupati Boalemo secara de facto juga menjabat sebagai Ketua Kwarcab Pramuka Boalemo.

Hal ini menimbulkan kecurigaan bahwa otoritas tertinggi di pemerintahan daerah dimanfaatkan untuk menundukkan program dinas pada kepentingan organisasi yang dipimpinnya.

“Sangat tidak masuk akal. Anggaran Dikbud itu harusnya prioritas untuk mencerdaskan anak bangsa, bukan untuk memfasilitasi urusan gerak cepat di Kwarcab. Ini menunjukkan ada pergeseran prioritas yang sangat menyakitkan bagi dunia pendidikan dasar kita,” ujar seorang pemerhati anggaran daerah.

Sekretaris Dikbud sendiri, saat dikonfirmasi, tak menampik kebenaran pengadaan motor tersebut. Ia membenarkan bahwa motor-motor itu akan digunakan untuk keperluan pinjam pakai Pramuka, seolah itu adalah langkah yang wajar.

Baca Juga :  Soal rekaman memaki Bupati, Hisyam : sudah kami laporkan

Sebuah pengakuan yang kian mempertegas dugaan bahwa program PAUD—yang disebut-sebut belum terpenuhi secara maksimal—telah dikorbankan demi ‘kebutuhan mendesak’ Kwarcab.

Ironi yang terpampang jelas: Saat dana untuk buku, alat peraga, atau perbaikan kelas PAUD masih dipertanyakan, motor dinas justru diprioritaskan untuk kegiatan yang secara langsung bukan bagian dari kewenangan utama Dikbud.

Mosi Tidak Percaya dan Isu Transparansi

Baca Juga :  Wujudkan generasi Sehat sejak Dini, Dikes Boalemo beri pelatihan untuk kader PAUD

Aroma ketidakberesan anggaran ini pun sampai ke meja legislatif. Fraksi Gerindra secara tegas melayangkan mosi tidak percaya kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Fraksi menilai, Dikbud terkesan tidak transparan dan cenderung tertutup saat pembahasan anggaran dengan Badan Anggaran (Banggar) pada APBD Perubahan.

Pembahasan di Banggar terasa terburu-buru dan tertutup. Kami menduga ada alokasi anggaran yang ‘diselundupkan’ tanpa memperhatikan asas kepatutan dan prioritas publik. Mosi tidak percaya ini adalah bentuk perlawanan kami terhadap penyimpangan anggaran yang dipaksakan ini,” tegas perwakilan Fraksi Gerindra.

Publik Boalemo kini menanti pertanggungjawaban dari Pemkab, khususnya Wakil Bupati. Apakah kewenangan absolut akan terus digunakan untuk memuluskan kepentingan pribadi/organisasi, ataukah fokus anggaran akan dikembalikan ke jalurnya yang benar: mencerdaskan anak-anak di PAUD, bukan membeli fasilitas roda dua.

Berita Terkait

Rapor Merah PAHAM: Janji Pembangunan, Utang BPJS, dan Sejumlah Persoalan yang Belum Tuntas
Menyelamatkan Nyawa, Kehilangan Hak: Jeritan Nakes di Balik Penolakan Klaim BPJS
Kisah Inspiratif; Dari Perahu, 7 Pemuda Sukses Patungan beli Sapi Kurban untuk Kaum Duafa
Sekda dan Krisis Plasma Sawit: Diam, Mengawasi, atau Membiarkan?
Isu Maladministrasi Sejumlah Kadis di Boalemo, Kepegawaian, Inspektorat dan Sekda Cuek?
Gelar Tinggi Tak Menjamin Kepatuhan: Ironi di Balik Pelantikan Cacat Hukum
Prabowo: Selama 34 Tahun Rp.15.400 Triliun Kita Hilang Akibat Praktik Kecurangan Ekspor

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 16:15 WITA

Rapor Merah PAHAM: Janji Pembangunan, Utang BPJS, dan Sejumlah Persoalan yang Belum Tuntas

Kamis, 4 Juni 2026 - 23:02 WITA

Menyelamatkan Nyawa, Kehilangan Hak: Jeritan Nakes di Balik Penolakan Klaim BPJS

Senin, 1 Juni 2026 - 14:49 WITA

Rabu, 27 Mei 2026 - 21:44 WITA

Kisah Inspiratif; Dari Perahu, 7 Pemuda Sukses Patungan beli Sapi Kurban untuk Kaum Duafa

Rabu, 27 Mei 2026 - 21:06 WITA

Sekda dan Krisis Plasma Sawit: Diam, Mengawasi, atau Membiarkan?

Berita Terbaru

Headline

Senin, 1 Jun 2026 - 14:49 WITA