“Sang Wakil yang Naik tahta”
Oleh Redaksi|Trilogis.id
Trilogis.id (Opini Boalemo) – Setelah ditetapkan oleh KPU Boalemo sebagai Bupati Boaleomo Periode 2025-2030 pekan kemarin, sejumlah Kabar tak sedap kembali menerpa “Sang Papan 1“, Rum Pagau.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebut saja soal Dugaan Penghinaan Profesi (PERS) dan sudah diadukan ke Polres Boalemo, bakal menjadi sebuah hal yang bisa menyita perhatian warga dan Rum Pagau sendiri.
Seperti dilansir dari hukum online.com, Seorang Kepala Daerah terpilih akan tetap menerima Surat Keputusan sebagi Bupati terkait hasil Pilkada, namun pada kesemapatan yang sama, dirinya juga akan menerima Surat Pemberhentian sebagai Kepala daerah karena tersandung kasus dan atau ditetapkan sebagai tersangka.
Tak hanya soal dugaan yang kini bergulir di Aparat Penegak Hukum (APH), nama Rum Pagau juga sempat disebut-sebut dalam hasil pemeriksaan Kasus Korupi Bank Sulut-Go dengan total 37 M.
Bahkan, sejumlah kasus Ceesie Bank Sult-Go saaat dirinya menjabat Bupati pada tahun 2012-2017 diduga keras melibatkan dirinya dan berpotensi sebagai dugaan Gratifikasi.
Sejumlah spekulasi muncul hingga pada mengaitkan dugaan gratifikasi itu menimbulkan masalah baru dilingkungan debitur yang terllibat dalam pinjaman yang mencapai Milliaran itu.
Dari informasi yang berhasil dihimpun oleh penulis, ada ketidakwajaran dari jumlah pinjaman, debitur sebalumnya untuk dialihkan ke debitur baru dan proses yang tidak sesuai regulasi yang berlaku diinternal perbankan, namun segala sesuatunya harus tetap dibuktikan secara hukum dan lembaga yang berwenang.
Jika semua hipotesis diatas terjadi, maka secara otomatis, Sang Wakil Bupati yang harus siap naik tahta karena kondisi yang terjadi. Lahmudin Hambali bakal melenggang bebas menunggangi DM 1 C.
Namun, pertanyaan selanjutnya, Apakah sang Wakil yang naik tahta mampu menjalan harapan dan janji politik yang semat disampaikan saat masa kampnaye.
Pun Lahmudin Hambali. akan disoal mengenai apakah mampu mengembalikan kejayaan Partai Golkar di Bumi Serambi Medinah sebagai Partai yang Kokoh dan masih dipecaya oleh masyarakat Gorontalo khususnyaa masyarakat Boalemo.
Pasalnya, hanya sejak Kabupaten Boalemo berdiri, partai berlambangkan Pohon Beringin itu, menjadi Pimpinan di Parlemen, periode selanjutnya hanya mampu meraih Wakil Ketua, dimasa kepemimpinan Rum Pagau sebagai ketua DPD II, namun mampu mengangkat kembali menjadi ketua mengantarkan Oktohari Dalanggo menjadi ketua DPRD kabupaten Boalemo dan sejak dari itu, Partai Golkar semacam kehilangan kekuatan di gedung Parlemen.
Jangan sampai, pada Pemilu tahun 2029 nanti, Golkar bisa berpotensi tidak akan mendapatkan Porsi Pimpinan di Gedung Rakyat. maka, Jalan satu-satunya, Lahmudin sebagai Nahkoda tertinggi di DPD II Golkar harus menjadi Orang Nomor 1 di Kabupaten Boalemo.
Kendati demikian, banyak harapan dari kader-kader Golkar hingga simpatisan Partai yang disandarkan kepada “Sang Panglima Forkot itu“.
Dari tulisan (Opini) ini, Penulis menegaskan bahwa semua hanya merupakan hasil analisa dan informasi yang berhasil dikumpulkan sebagai media untuk memberikan informasi terbaru dan menjadi sumber edukasi politik masyarakat.



















