Ketika Bupati Bicara Ketertiban, tapi Membiarkan Lingkar Kekuasaan Gemuk dan Tak Berguna

- Jurnalis

Senin, 13 Oktober 2025 - 19:15 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Disiplin untuk Siapa?

Oleh : Nanang Syawal | Pemerihati Kebijakan Publik

Trilogis.id_(Opini/Tajuk, Boalemo) — Pemerintah Kabupaten Boalemo kembali menegaskan pentingnya disiplin bagi Aparatur Sipil Negara. Sebuah seruan yang indah di atas podium, tapi semakin kehilangan makna ketika dilihat dari praktik di lapangan. Sebab di saat ASN diminta bekerja dengan tertib dan efisien, Bupati dan Wakil Bupati justru memelihara barisan “tim ahli” dan “tim kerja” yang keberadaannya lebih banyak membebani anggaran daripada memberi solusi nyata.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Apa yang sebenarnya ingin ditunjukkan oleh pemerintah daerah? Bahwa disiplin hanya berlaku bagi bawahan, sementara lingkar kekuasaan boleh hidup tanpa ukuran kinerja? Bukankah kehadiran Tim Ahli dan Tim Kerja ini justru menjadi bukti bahwa pemerintahan tak percaya pada kemampuan ASN yang mereka sendiri minta untuk disiplin?

Baca Juga :  Dilema ASN: Zakat atau Gaji yang Ditahan?

Lebih ironis lagi, salah satu anggota tim itu kini ditahan dalam kasus dugaan korupsi. Lalu di mana moralitas seruan disiplin itu berdiri, ketika yang berada di sekeliling pemimpin justru memberi contoh sebaliknya?

Boalemo hari ini tidak kekurangan pegawai yang cakap, yang kurang adalah keberanian untuk mempercayai dan memberdayakan mereka tanpa campur tangan politik. “Tim Ahli” dan “Tim Kerja” hanyalah simbol ketidakpercayaan diri seorang pemimpin terhadap struktur pemerintahannya sendiri.

Baca Juga :  Pedagang Pasar Tilamuta siap gunakan QRIS untuk transaksi

Jika benar ingin membangun budaya disiplin, mulailah dari lingkaran terdekat. Jika benar ingin menegakkan integritas, bubarkan dulu tim yang hidup dari uang rakyat tanpa arah dan tanpa hasil.

Sebab disiplin tanpa keteladanan hanyalah sandiwara birokrasi, dan Boalemo tidak butuh lagi pertunjukan semacam itu.

Terimakasih.

Berita Terkait

Bupati Rum Pagau Letakkan Batu Pertama KNMP, Nilai Investasi Capai Rp10,8 Miliar
Tracing TBC Dirangkaikan BERMINAT, Puskesmas Berlian Gelar Pelayanan Kesehatan Gratis di Desa Mutiara
Dukungan Mulai Mengalir, Ramli Syawal Disebut Layak Pimpin Kadin Boalemo
Bupati Rum Pagau Buka Seleksi Direktur RSUD drg. Clara Gobel, Minta Tim Segera Tentukan yang Terbaik
Muhammadiyah Salurkan 415 Paket Santunan, Bupati Rum Pagau Apresiasi Dakwah Wisata ke-32
Tiga Ruas Jalan Shortcut Boalemo Terancam Molor, Masuk Materi Tuntutan Aksi
Sambut HUT ke-27 Boalemo, Wabup Lahmuddin Siapkan Bantuan untuk 1.000 Kaum Dhuafa
DBH Sawit Tambah Rp35 Miliar, Rum Pagau Tekankan Dampak bagi Daerah

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 14:42 WITA

Bupati Rum Pagau Letakkan Batu Pertama KNMP, Nilai Investasi Capai Rp10,8 Miliar

Selasa, 8 September 2026 - 18:31 WITA

Tracing TBC Dirangkaikan BERMINAT, Puskesmas Berlian Gelar Pelayanan Kesehatan Gratis di Desa Mutiara

Selasa, 8 September 2026 - 13:05 WITA

Dukungan Mulai Mengalir, Ramli Syawal Disebut Layak Pimpin Kadin Boalemo

Senin, 7 September 2026 - 14:14 WITA

Bupati Rum Pagau Buka Seleksi Direktur RSUD drg. Clara Gobel, Minta Tim Segera Tentukan yang Terbaik

Minggu, 6 September 2026 - 14:21 WITA

Muhammadiyah Salurkan 415 Paket Santunan, Bupati Rum Pagau Apresiasi Dakwah Wisata ke-32

Berita Terbaru