Listrik Masuk, Cahaya Keadilan Tangga Barito dan sosok Aleg Abd. Rahman Genti

- Jurnalis

Senin, 13 Oktober 2025 - 17:02 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trilogis.id_(Boalemo) — Keberhasilan pemasangan jaringan listrik sepanjang 20 kilometer di Dusun Moliulo, Desa Tangga Barito, Kecamatan Dulupi, bertepatan dengan HUT ke-26 Kabupaten Boalemo, adalah kabar sukacita yang harus diapresiasi. Anggota DPRD Boalemo, Abdul Rahman Genti, layak mendapat ucapan terima kasih karena telah memastikan aspirasi listrik yang tertunda sejak 2003 ini terealisasi.

Namun, di balik narasi formal ucapan terima kasih kepada pemerintah pusat, provinsi, dan Rusli Habibie, tersembunyi sebuah kisah pengorbanan personal yang sesungguhnya menjadi fondasi utama kesuksesan proyek vital ini.

Inilah yang sesungguhnya menjadi representasi otentik pengabdian seorang wakil rakyat yang patut diangkat sebagai teladan, sekaligus tamparan halus bagi birokrasi yang lamban.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jalur Listrik, Pengorbanan Pribadi

Pemasangan tiang listrik dan penarikan kabel ke wilayah terpencil Dusun Moliulo bukanlah perkara mudah. Tantangan terbesarnya adalah ketiadaan akses jalan yang memadai untuk mengangkut material berat, sebuah ironi yang telah lama dikeluhkan masyarakat sebagai potret ketimpangan pembangunan di Boalemo.

Baca Juga :  Pemda Boalemo peringati Nuzul Qur'an

Di sinilah peran nyata Abdul Rahman Genti mengukir apresiasi dari masyarakat. Berdasarkan pengakuan publik dan kesaksian warga, Genti tidak menunggu alokasi anggaran infrastruktur yang sering kali terjerat birokrasi dan kepentingan politik. Ia mengambil langkah drastis yang melampaui tugas legislatifnya: mengorbankan dana pribadinya untuk membuka akses jalur jalan sementara.

Dana personal itu digelontorkan untuk menyewa alat berat dan pekerja demi membersihkan dan meratakan jalur darurat. Akses ini menjadi urat nadi utama yang memungkinkan truk-truk logistik membawa tiang-tiang listrik masuk ke titik-titik pemasangan. Tanpa inisiatif dan pengorbanan finansial dari Genti, pembangunan jaringan listrik 20 kilometer yang dipuji sebagai ‘hadiah HUT’ itu kemungkinan besar akan kembali tertunda, terhambat di meja perencanaan karena alasan teknis aksesibilitas.

Keadilan yang Datang dari Kantong Pribadi

Apresiasi masyarakat kepada Abdul Rahman Genti sesungguhnya bermuara pada satu poin: ia mewujudkan keadilan sosial dasar melalui tindakan nyata, bahkan dengan menalangi biaya yang seharusnya ditanggung oleh APBD.

Baca Juga :  Soal Evaluasi APBD-P Boalemo: Langkah Cepat Hardi Mopangga Selamatkan Ekonomi Daerah

Kehadiran listrik kini membuka peluang pendidikan dan ekonomi bagi ribuan warga Moliulo, mengakhiri 20 tahun kegelapan. Namun, kisah pengorbanan dana pribadi untuk membuka jalan tiang listrik ini harus dijadikan cermin bagi para pemangku kebijakan di Boalemo.

Jika seorang anggota dewan harus turun tangan dan menggunakan dana pribadinya untuk mengatasi hambatan logistik dasar demi proyek publik, ini mengindikasikan adanya kelemahan struktural dan diskoneksi antara perencanaan anggaran daerah (APBD) dengan kebutuhan riil masyarakat terpencil.

Apresiasi kepada Genti adalah penegasan bahwa kepemimpinan yang berintegritas dan berpihak tidak hanya diukur dari pidato di forum, tetapi dari tindakan solutif yang berani memangkas rantai birokrasi.

Kini, tugas yang tersisa dan menjadi PR besar bagi seluruh jajaran Pemda Boalemo, sebagaimana diakui Genti sendiri, adalah memperjuangkan akses jalan permanen agar keadilan pembangunan tidak hanya berhenti pada cahaya listrik, tetapi juga pada akses mobilitas yang layak dan merata.

Berita Terkait

17 Tahun di Intelkam, IPDA Suwendi Kini Pimpin Polsek Dulupi
Sinergi SherlyGo dan Bentor BI Melahirkan Dompet Clara: Inovasi Layanan Publik Masa Kini
Boalemo Darurat HIV? 135 Kasus Tercatat, Dinkes Minta Warga Waspada
Perubahan APBD 2026 Disepakati, Boalemo Dapat Tambahan Penerimaan Rp30 Miliar
Jagung Terbesar, Kemiskinan Masih Tinggi: Rum Pagau Dorong Boalemo Beralih ke Tanaman Tahunan
Barcode Ada, Tapi BBM Sulit Didapat: Pemkab Boalemo Soroti Akses Subsidi
Kawal Revitalisasi Pendidikan, Bupati Rum Pagau Cek 20 Sekolah di Paguyaman
Dari Bongo 4, Langkah Baru Menyiapkan Generasi Boalemo

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:36 WITA

17 Tahun di Intelkam, IPDA Suwendi Kini Pimpin Polsek Dulupi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:40 WITA

Sinergi SherlyGo dan Bentor BI Melahirkan Dompet Clara: Inovasi Layanan Publik Masa Kini

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:20 WITA

Boalemo Darurat HIV? 135 Kasus Tercatat, Dinkes Minta Warga Waspada

Jumat, 18 September 2026 - 21:53 WITA

Perubahan APBD 2026 Disepakati, Boalemo Dapat Tambahan Penerimaan Rp30 Miliar

Kamis, 17 September 2026 - 16:29 WITA

Jagung Terbesar, Kemiskinan Masih Tinggi: Rum Pagau Dorong Boalemo Beralih ke Tanaman Tahunan

Berita Terbaru

Headline

17 Tahun di Intelkam, IPDA Suwendi Kini Pimpin Polsek Dulupi

Sabtu, 10 Okt 2026 - 15:36 WITA