Pernah “Gagal”,  Wabup Bertemu Deputi Kemenkraf. Ironi Pariwisata Boalemo: Infrastruktur Tak Terawat di Tengah merayu dukungan Pusat.

- Jurnalis

Minggu, 24 Agustus 2025 - 20:02 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trilogis.id_(Opini/Tajuk) – Di tengah kunjungan Wakil Bupati Boalemo, Lahmuddin Hambali, untuk mencari dukungan pengembangan infrastruktur pariwisata dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, realitas di lapangan justru menyajikan ironi tajam. Upaya Pemda Boalemo yang gencar mempromosikan destinasi wisata andalan seolah kontras dengan kondisi infrastruktur yang ada, yang terkesan tidak terawat dan minim akuntabilitas.

Pertemuan yang berlangsung di Onato Resto Bone Bolango pada Ahad (24/8/2025) tersebut bertujuan untuk mendapatkan dukungan dari Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf.

Wabup Lahmuddin Hambali menyampaikan bahwa Boalemo memiliki potensi besar, dengan Pantai Bolihutuo sebagai ikon utamanya. Namun, data di lapangan menunjukkan bahwa proyek infrastruktur di Pantai Bolihutuo yang dikabarkan menelan anggaran hingga Rp 5 miliar kini terbengkalai dan tidak terawat.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan kritis: mengapa pemerintah daerah harus kembali meminta dukungan pusat, sementara anggaran yang sudah ada sebelumnya tidak dikelola dengan baik? Selain itu, isu Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata yang tidak optimal juga menjadi sorotan.

Terinformasi, PAD yang masuk ke kas daerah hanya bersumber dari retribusi parkir, yang jauh dari potensi sebenarnya. Hal ini menimbulkan dugaan kuat bahwa akuntabilitas pengelolaan keuangan di sektor pariwisata masih sangat kabur.

Tidak hanya itu, ikon pariwisata Boalemo lainnya, Pulo Cinta, yang sempat menjadi magnet wisatawan, kini sirna ditelan gelombang. Ironisnya, alih-alih merawat yang sudah ada, Pemda kini mengusulkan kembali pengembangan Pulo Cinta. Siklus ini menimbulkan keraguan publik: apakah setiap proyek hanya akan menjadi ajang menghabiskan anggaran tanpa keberlanjutan?

Baca Juga :  Sekda Boalemo dorong Promosi Pariwisata jadi salah satu solusi PAD

Belum lagi persoalan penganggaran di tingkat daerah yang seringkali tidak sesuai regulasi dan terkesan sengaja dikaburkan dari pantauan masyarakat bahkan wakil rakyat.

Dengan kondisi ini, masyarakat Boalemo berharap pemerintah tidak hanya fokus pada pencitraan dan permohonan bantuan, tetapi juga menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga, merawat, dan mengelola setiap aset dan anggaran yang telah ada dengan transparansi dan akuntabilitas

Berita Terkait

Kejari Boalemo Periksa Sejumlah Anggota DPRD Terkait Dugaan Perjalanan Dinas Fiktif 2020–2022
Ngutang Lagi? Ketika Raja dan Penjaga Gerbang Mengawal 25 Keping Emas
Menuju Indonesia Emas, Kapolres Boalemo & DPD KNPI Targetkan Boalemo Zero Miras dan Judi
Menakar Integritas Seleksi Jabatan di Boalemo, Antara Meritokrasi dan Bayang-Bayang Nepotisme
Rakor Ditutup, Pemkab Boalemo Siap Tekan Angka Penyakit
Ironi Gelar Profesor dan “Lonceng Kematian” Meritokrasi di Boalemo
Refleksi Hari Kartini, Kepala Puskesmas Berlian Ajak Perempuan Boalemo Jadi Pionir Kesehatan Keluarga
Pimpin Muscam V Tilamuta, Lahmuddin Hambali Tegaskan Kader Golkar Harus Jadi Motor Kepentingan Publik

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 17:11 WITA

Kejari Boalemo Periksa Sejumlah Anggota DPRD Terkait Dugaan Perjalanan Dinas Fiktif 2020–2022

Kamis, 6 Agustus 2026 - 07:27 WITA

Ngutang Lagi? Ketika Raja dan Penjaga Gerbang Mengawal 25 Keping Emas

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:04 WITA

Menuju Indonesia Emas, Kapolres Boalemo & DPD KNPI Targetkan Boalemo Zero Miras dan Judi

Jumat, 24 April 2026 - 18:40 WITA

Menakar Integritas Seleksi Jabatan di Boalemo, Antara Meritokrasi dan Bayang-Bayang Nepotisme

Jumat, 24 April 2026 - 18:34 WITA

Rakor Ditutup, Pemkab Boalemo Siap Tekan Angka Penyakit

Berita Terbaru

Advertorial

Rakor Ditutup, Pemkab Boalemo Siap Tekan Angka Penyakit

Jumat, 24 Apr 2026 - 18:34 WITA