Soal Dana Volly Ball, Panitia Bantah Klarifikasi Kades hingga sebut nama Camat

- Jurnalis

Sabtu, 1 April 2023 - 15:42 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trilogis.id (Pohuwato) – Klarifikasi Dugaan Bantuan Dana Turnamen Volly Ball diduga “disunat” oleh oknum kepala desa melalui media online lokal, di bantah keras oleh Nikson Daud.

Adanya klarifikasi tentang dugaan bantuan dana turnamen volly ball yang dibelikan keperluan turnamen berupa piala itu hanya alasan,” kata Nikson ketika dikonfimasi, sabtu (1/4).

Nikson yang merupakan Ketua Panitia Turnamen Volly Ball Popayato Timur itu menerangkan bahwa seluruh kebutuhan dan peralaatan turnamen memang sudah ada porsinya dan tidak menggunakan dana Kepala Desa.

Nikson Daud menjelaskan, pembelian peralatan keperluan turnamen berupa piala, itu masuk dalam catatan panitia bukan pada uang bantuan yang di berikan oleh salah seorang  calon DPD RI dapil Gorontalo Syarif Mbuinga.

Yang beli piala itu bukan pakai uang Li ayah, tapi uang dari kecamatan. Sedangkan bantuan dari pak syarif ti ayah yang terima, itu kalau saya baca semua itu hanya alasan semua. yang dilakukan tidak pernah dikoordinasikan dengan panitia lain, hanya tindakannya sendiri” terang Nikson.

Bahkan, Nikson juga menyampaikan bahwa pihak kecamatan hingga saat ini belum mengembalikan pinjaman ke panitia.

Uang panitia yang dipinjam camat, sampai sekarang belum diganti. ada Rp.5.000.000,-” pungkasnya.

Saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya oleh awak media Kades Ahrudin Otoluwa tidak memberikan komentar.

Baca Juga :  Pemda Boalemo dukung Rencana Aksi Nasional HAM

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, Pihak Kecamatan belum bisa dihubungi dan masih akan dilakukan konfirmasi kembali.

Berita Terkait

Rapor Merah PAHAM: Janji Pembangunan, Utang BPJS, dan Sejumlah Persoalan yang Belum Tuntas
Menyelamatkan Nyawa, Kehilangan Hak: Jeritan Nakes di Balik Penolakan Klaim BPJS
Sekda dan Krisis Plasma Sawit: Diam, Mengawasi, atau Membiarkan?
Isu Maladministrasi Sejumlah Kadis di Boalemo, Kepegawaian, Inspektorat dan Sekda Cuek?
Gelar Tinggi Tak Menjamin Kepatuhan: Ironi di Balik Pelantikan Cacat Hukum
Prabowo: Selama 34 Tahun Rp.15.400 Triliun Kita Hilang Akibat Praktik Kecurangan Ekspor
Menggugat Gurita “Kepala BKAD instan”, Ketika Jabatan Batal tapi Dokumen Keuangan Tetap Jalan?
Geliat Otomotif di Boalemo. LH: Sukses Gelar Drag Race, Siap Dongkrak Ekonomi Lokal

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 16:15 WITA

Rapor Merah PAHAM: Janji Pembangunan, Utang BPJS, dan Sejumlah Persoalan yang Belum Tuntas

Kamis, 4 Juni 2026 - 23:02 WITA

Menyelamatkan Nyawa, Kehilangan Hak: Jeritan Nakes di Balik Penolakan Klaim BPJS

Rabu, 27 Mei 2026 - 21:06 WITA

Sekda dan Krisis Plasma Sawit: Diam, Mengawasi, atau Membiarkan?

Jumat, 22 Mei 2026 - 21:22 WITA

Gelar Tinggi Tak Menjamin Kepatuhan: Ironi di Balik Pelantikan Cacat Hukum

Rabu, 20 Mei 2026 - 21:29 WITA

Prabowo: Selama 34 Tahun Rp.15.400 Triliun Kita Hilang Akibat Praktik Kecurangan Ekspor

Berita Terbaru

Headline

Senin, 1 Jun 2026 - 14:49 WITA