Trilogis.id (Boalemo) – Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia Cabang Kabupaten Boalemo nampaknya tak peduli dengan Sekretariat PGRI yang berada di Desa Modelomo, Kecamatan Tilmuta Kabupaten Boalemo.
Terlihat tak terurus, Sekretariat yang harusnya memiliki aktivitas, malah terlihat seperti gudang kumuh dan ditumbuhi semak belukar.
Tak hanya itu, bagian dalam Sekretariat terlihat tak pernah dibersihkan, bahkan tak memiliki fasilitas layaknya tempat layak untuk berkumpul, mengelola dan menerima segala bentuk keluhan dari guru selaku anggota PGRI.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Padahal, menurut Wakil Ketua PGRI, Iuran dari anggota yang dikumpulkan, disisihkan untuk operasional organisasi termasuk biaya untuk Sekretariat.
“Dari Rp.10.000 iuran yang disetorkan dari 1350 anggota kepada pengurus Kabupaten, ada 50% dana untuk dikelola oleh PGRI Kabupaten Boalemo, 10% ke pengurus Pusat, 20% Pengurus Provinsi, dan 20% untuk Pengurus Kecamatan,” terang Sofyan Utiarahman M,Pd saat diwawancarai 06-06-2023.
Disisi lain, Terkesan tak menjalankan tujuan dari PGRI untuk Menjaga, memelihara, membela serta meningkatkan harkat dan martabat guru dan tenaga kependidikan melalui peningkatan kesejahteraan serta kesetiakawanan anggota, PGRI malah tak terlihat saat Dugaan Pungli yang sempat menyita perhatian publik karena ada sejumlah guru calon PPPK yang menjadi Korban.
Entah karena tidak peduli atau memang tak memiliki tempat untuk mengeluh, wartawan masih akan melakukan konfirmasi kembali kepada Ketua PGRI karena masih berada di luar daerah.

















