Trilogis.id (Boalemo) – Diduga, Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Kabupaten Boalemo masih beraktivitas hingga memakan korban hingga nyawanya melayang.
Dugaan tersebut diperkuat adanya video yang beredar di media sosial (Facebook) yang memperlihatkan adanya mayat yang di evakuasi menggunakan alat berat yang terkonfirmasi berada dilokasi PETI Kabupaten Boalemo.
Tepat pada tanggal 20 Maret 2025, sebuah video yang berdurasi 57 detik itu berhasil dikantong media ini dengan informasi sebagai berikut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Wahyu Djailani, kini menjadi korban ulah aktivitas yang hingga saat ini menjadi polemik dikalangan masyarakat hingga membuat sejumlah aktivis mahasiswa melakukan demonstrasi sebagai aksi protes terhadap dugaan pembiaran PETI oleh APH.

Wahyu yang diketahui juga merupakan siswa kelas XII SMA Dulupi (Berdasarkan informasi yang dihimpun), merupakan penambang (Kabilasa) tradisional yang melakukan aktivitas pertambangan diseputaran lokasi PETI Dusun sambati, Desa Dulupi kecamatan Dulupi, Boalemo-Gorontalo.
Sumber lain menyebutkan, bahwa Korban (WD) sempat dilarikan ke Layanan Kesehatan setempat, namun, nyawa pemuda yang belum menikah itu tidak tertolong. Hingga saat berita ini diterbitkan, Media in masih akan melal konfirma kepada pihak Aparat Penegak Hukum untuk informasi lebih lanjut.



















