Ternyata, Korban PETI di Boalemo masih berstatus sebagai Siswa

- Jurnalis

Jumat, 21 Maret 2025 - 04:27 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trilogis.id (Boalemo) – Diduga, Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Kabupaten Boalemo masih beraktivitas hingga memakan korban hingga nyawanya melayang.

Dugaan tersebut diperkuat adanya video yang beredar di media sosial (Facebook) yang memperlihatkan adanya mayat yang di evakuasi menggunakan alat berat yang terkonfirmasi berada dilokasi PETI Kabupaten Boalemo.

Tepat pada tanggal 20 Maret 2025, sebuah video yang berdurasi 57 detik itu berhasil dikantong media ini dengan informasi sebagai berikut.

Wahyu Djailani, kini menjadi korban ulah aktivitas yang hingga saat ini menjadi polemik dikalangan masyarakat hingga membuat sejumlah aktivis mahasiswa melakukan demonstrasi sebagai aksi protes terhadap dugaan pembiaran PETI oleh APH.

Wahyu Djaini, Korban (ist,WA)

Wahyu yang diketahui juga merupakan siswa kelas XII SMA Dulupi (Berdasarkan informasi yang dihimpun), merupakan penambang (Kabilasa) tradisional yang melakukan aktivitas pertambangan diseputaran lokasi PETI Dusun sambati, Desa Dulupi kecamatan Dulupi, Boalemo-Gorontalo.

Baca Juga :  Puluhan Penambang Tewas, Aim : Kapolda, Harus Bertanggung Jawab

Sumber lain menyebutkan, bahwa Korban (WD) sempat dilarikan ke Layanan Kesehatan setempat, namun, nyawa pemuda yang belum menikah itu tidak tertolong. Hingga saat berita ini diterbitkan, Media in masih akan melal konfirma kepada pihak Aparat Penegak Hukum untuk informasi lebih lanjut.

Berita Terkait

Hardiknas: Birokrasi dalam Pasungan Politik dan Nasib Generasi, Moralitas, serta Kemiskinan Boalemo
Peringati Hardiknas 2026, Pemkab Boalemo Tekankan Spirit “Deep Learning” dan Pembangunan SDM Unggul
Dari Keringat ke Hak: Sejarah Panjang Perjuangan Buruh
BALIK PROGRAM KKG: KETIKA PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DIBAYAR OLEH SISWA MISKIN
Teater ‘Sistem Merit’ di Jakarta, Tragedi Maladministrasi di Boalemo
Membajak Masa Depan Sekolah Demi ‘Syahwat’ Struktural
Lompatan Quantum: Ketika ‘Kapur Tulis’ Harus Mengurus ‘Neraca Koperasi’ Tanpa Magang
Peringati Hari Posyandu Nasional 2026, Puskesmas Berlian Perkuat Layanan Kesehatan Terpadu

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:40 WITA

Hardiknas: Birokrasi dalam Pasungan Politik dan Nasib Generasi, Moralitas, serta Kemiskinan Boalemo

Sabtu, 2 Mei 2026 - 12:21 WITA

Peringati Hardiknas 2026, Pemkab Boalemo Tekankan Spirit “Deep Learning” dan Pembangunan SDM Unggul

Jumat, 1 Mei 2026 - 00:47 WITA

Dari Keringat ke Hak: Sejarah Panjang Perjuangan Buruh

Kamis, 30 April 2026 - 22:47 WITA

BALIK PROGRAM KKG: KETIKA PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DIBAYAR OLEH SISWA MISKIN

Kamis, 30 April 2026 - 19:11 WITA

Teater ‘Sistem Merit’ di Jakarta, Tragedi Maladministrasi di Boalemo

Berita Terbaru

Headline

Dari Keringat ke Hak: Sejarah Panjang Perjuangan Buruh

Jumat, 1 Mei 2026 - 00:47 WITA