Trilogis.id (Pemda Boalemo) – Pemerintah Kabupaten Boalemo bersama para tokoh adat menggelar sidang adat “Tonggeyamo“, yang berlangsung di rumah Jabatan Bupati, selasa 21-03-2023.
Tonggeyamo adalah sidang yang dilakukan oleh para khalifah dalam hal ini Gubernur, Bupati, dan pemangku adat dalam penentuan tanggal 1 Ramadan.
Menjadi sebuah metode secara adat dalam menemukan 1 Ramadhan yang ditandai dengan munculnya hilal atau bulan baru diufuk barat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dikabupaten Boalemo sendiri, Sidang adat tanggeyamo dihadiri ketua DPRD Kabupaten Boalemo Karyawan Eka Putra Noho S.Sos., Kajari Tilamuta Yopy Adriansyah SH., MH., Wakil Ketua DPRD Muslimin Haruna, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Boalemo Fahri Djafar, S.Ag., Ketua adat Kabupaten Boalemo Hisyam Tambiyo S.Sos, pimpinan OPD dan para pemangku adat.
Penjabat Bupati Boalemo Dr.Hendriwan,M.Si menyampaikan bahwa sidang adat tanggeyamo merupakan adat Gorontalo yang dilaksanakan untuk menetapkan 1 ramadhan maupun 1 syawal.
“Adat ini secara turun temurun di pelihara, dimana sidang adat ini dilakukan untuk memaklumkan kepada masyarakat tentang penetapan 1 ramadhan maupun 1 syawal oleh khalifah atau pimpinan Daerah yang ada di Gorontalo,” kata Dr Hendriwan.

Dirinya berharap di bulan suci ramadhan ini, masyarakat bisa menjaga keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT.
Dalam rapat asat kali ini, Pemerintah Daerah bersepakat dalam penentuan 1 Ramadhan, masih akan menunggu keputusan dari pemerintah pusat dalam Sidang isbath.
“Meskipun Rapat adat ini sudah mendahului, kami (Dewan Adat dan Pemerintah;red) masih akan tetap menunggu keputusan dari Pemerintah Pusat dalam sidang isbath. Jadi untuk secara adat, setelah waktu magrib, masyarakat diimbau untuk belum ada bunyi-bunyian terlebih untuk petugas masjid sebelum ditetapkannya 1 Ramadhan oleh Pemerintah Pusat,” terang Bate lo Dari seusai Tonggeyamo, selasa 21-03-2023.
Dirinya juga menerangkan, ketika Pemerintah Pusat sudah memutuskan 1 Ramadhan, secara adat Pemerintah Daerah melalui Tokoh Adat akan membunyikan gendang adat sebagai tanda bahwa masyarakat sudah bisa melaksanakan sholat tarawih.

















