Jalan Rusak di Dulupi: Potret Ketimpangan Pembangunan di Boalemo

- Jurnalis

Jumat, 2 Mei 2025 - 21:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trilogis.id (Boalemo) – Kondisi infrastruktur yang layak seharusnya menjadi hak dasar setiap warga negara, tanpa memandang lokasi geografis. Namun, realitas yang dihadapi warga Dusun 4 Batu Potong, Desa Dulupi, Kabupaten Boalemo, menunjukkan bahwa akses terhadap pembangunan masih jauh dari merata.

Kerusakan jalan utama yang menjadi akses vital warga telah berlangsung selama bertahun-tahun tanpa perbaikan yang memadai. Jalan tersebut kini dalam kondisi rusak parah dan tidak layak pakai, membuat aktivitas warga terhambat, terutama para nelayan yang menggantungkan kehidupan ekonomi mereka pada jalur tersebut.

“Kerusakan jalan ini sudah terlalu lama dibiarkan. Seolah kami tidak dianggap bagian dari Kabupaten Boalemo,” ujar Aditya Hambali, warga Desa Dulupi, saat ditemui Trilogis.id.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dusun 4 Batu Potong bukanlah wilayah yang sunyi atau terpencil. Lebih dari 1.000 jiwa tinggal di sana, sebagian besar berprofesi sebagai nelayan. Jalan yang rusak ini menjadi satu-satunya jalur transportasi utama untuk mengangkut hasil tangkapan dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga :  Pengambil Video Dugaan Pelanggaran Pemilu Bakal dilaporkan, Bagaimana Masa Depan Demokrasi Kita??

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan serius: di manakah letak keadilan pembangunan? Apakah desa-desa yang jauh dari pusat pemerintahan tidak berhak mendapatkan perhatian yang sama? Apakah suara masyarakat pinggiran tidak cukup nyaring untuk didengar?

Pemerintah Daerah Boalemo sejatinya memiliki tanggung jawab moral dan konstitusional untuk memastikan pembangunan yang merata dan berkeadilan. Pembangunan bukan hanya soal proyek besar yang tampak di mata publik, tetapi juga menyentuh kebutuhan dasar warga di pelosok daerah.

“Kami tidak meminta kemewahan. Kami hanya ingin hak kami dipenuhi: akses jalan yang layak untuk hidup yang lebih baik,” tegas Aditya.

Masyarakat berharap, Pemda Boalemo segera mengambil tindakan konkret, turun langsung melihat kondisi di lapangan, dan mendengar jeritan warga Dulupi. Sudah saatnya kebijakan berpihak pada keadilan sosial, karena lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.

Baca Juga :  Dr.Hendriwan Minta Generasi Muda Boalemo Pahami Wawasan Kebangsaan

Hingga berita Bini terbit, media masih akan melakukan konfirmasi kepada pemerintah daerag pada haru kerja senin nanti.

Berita Terkait

Sinergi SherlyGo dan Bentor BI Melahirkan Dompet Clara: Inovasi Layanan Publik Masa Kini
Boalemo Darurat HIV? 135 Kasus Tercatat, Dinkes Minta Warga Waspada
Perubahan APBD 2026 Disepakati, Boalemo Dapat Tambahan Penerimaan Rp30 Miliar
Jagung Terbesar, Kemiskinan Masih Tinggi: Rum Pagau Dorong Boalemo Beralih ke Tanaman Tahunan
Barcode Ada, Tapi BBM Sulit Didapat: Pemkab Boalemo Soroti Akses Subsidi
Kawal Revitalisasi Pendidikan, Bupati Rum Pagau Cek 20 Sekolah di Paguyaman
Dari Bongo 4, Langkah Baru Menyiapkan Generasi Boalemo
Cegah Campak Hingga Difteri, Tim BIAS Puskesmas Belian Turun ke Sekolah-Sekolah

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:40 WITA

Sinergi SherlyGo dan Bentor BI Melahirkan Dompet Clara: Inovasi Layanan Publik Masa Kini

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:20 WITA

Boalemo Darurat HIV? 135 Kasus Tercatat, Dinkes Minta Warga Waspada

Jumat, 18 September 2026 - 21:53 WITA

Perubahan APBD 2026 Disepakati, Boalemo Dapat Tambahan Penerimaan Rp30 Miliar

Kamis, 17 September 2026 - 16:29 WITA

Jagung Terbesar, Kemiskinan Masih Tinggi: Rum Pagau Dorong Boalemo Beralih ke Tanaman Tahunan

Rabu, 16 September 2026 - 17:09 WITA

Barcode Ada, Tapi BBM Sulit Didapat: Pemkab Boalemo Soroti Akses Subsidi

Berita Terbaru