Momentum Wahyu Moridu, Kejaksaan Harus Bergerak!

- Jurnalis

Jumat, 19 September 2025 - 20:24 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trilogis.id (Opini/BOALEMO) –Isu soal Pemecatan Wahyu Moridu oleh DPP PDI Perjuangan seolah menjadi tamparan keras bagi dunia politik Gorontalo. Langkah tegas partai ini bukan hanya mencerminkan sikap menjaga marwah organisasi, tetapi juga membuka kembali ingatan publik pada akar persoalan yang jauh lebih besar: dugaan korupsi perjalanan dinas fiktif DPRD Boalemo periode 2019–2024.

Kasus yang sempat tenggelam dalam hiruk pikuk politik daerah itu kini kembali menjadi sorotan. Publik mengingat, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) secara jelas menemukan adanya manipulasi perjalanan dinas (perdis) yang diduga fiktif, dilakukan secara berulang, sistematis, dan masif. Skandal ini bukan soal satu atau dua orang, melainkan melibatkan 25 anggota legislatif Boalemo saat itu.

Namun, hingga kini, penegakan hukum berjalan lamban. Hanya segelintir nama yang terseret ke ranah hukum, sementara aktor-aktor lainnya seakan terlindungi. Kontras dengan langkah PDI Perjuangan yang berani menindak kadernya, Kejaksaan justru terlihat gamang.

Ketegasan Partai, Kebingungan Penegak Hukum


Di mata masyarakat, pemecatan Wahyu Moridu menjadi simbol sikap politik yang berani. Pesan moralnya sederhana: partai saja bisa bertindak, mengapa institusi hukum justru ragu? Padahal, bukti dari hasil audit BPK tidak bisa diperdebatkan. Laporan itu menyebut adanya indikasi kerugian negara akibat perdis fiktif yang dikelola dengan pola “korupsi berjamaah”.

Situasi ini membuat publik Boalemo bertanya-tanya. Apakah hukum di negeri ini benar-benar adil? Ataukah ia tunduk pada kepentingan politik dan relasi kekuasaan?

Suara Rakyat: Jangan Ada Tumbal


Di ruang-ruang diskusi masyarakat Boalemo, satu kalimat kerap terdengar: “Jangan ada yang dijadikan tumbal.”Artinya, rakyat menolak jika hanya satu atau dua aleg dijadikan contoh, sementara puluhan lainnya bebas berkeliaran tanpa beban.

Bagi masyarakat, skandal ini bukan sekadar pelanggaran administrasi, melainkan pengkhianatan terhadap amanah rakyat. Dana yang seharusnya digunakan untuk perjalanan dinas demi kepentingan konstituen, justru diduga disulap menjadi ladang bancakan elit politik lokal.

Baca Juga :  Pengembangan Pelabuhan Tilamuta tak sekedar Wacana

Ujian Keberanian Kejaksaan


Kini, semua mata tertuju pada Kejaksaan. Apakah lembaga penegak hukum ini berani melawan arus politik dan menegakkan keadilan tanpa pandang bulu? Atau justru memilih jalan aman dengan membiarkan sebagian besar aleg lolos dari jerat hukum?

Momentum Wahyu Moridu seharusnya menjadi titik balik. Jika partai politik saja bisa berbenah, Kejaksaan tidak punya alasan untuk terus berdiam diri. Panggil, periksa, dan proses semua aleg DPRD Boalemo yang diduga terlibat.

Sejarah akan mencatat: jika Kejaksaan gagal bertindak sekarang, maka kepercayaan rakyat terhadap supremasi hukum akan runtuh. Boalemo bisa menjadi saksi bagaimana hukum dikalahkan oleh kompromi politik.

Jangan biarkan itu terjadi.

Berita Terkait

Geliat Otomotif di Boalemo. LH: Sukses Gelar Drag Race, Siap Dongkrak Ekonomi Lokal
Demokrat Bidik Kursi DPR-RI; Erwin Ismail Bergerak Tenang, Serius Menang
Sekda Masih Pakai Mobil lama, Innova Zenix untuk Siapa?
Dari Gorontalo, Prabowo Mulai Program Besar Penguatan Nelayan Nasional
Di Tengah Instruksi Efisiensi, Pemda Malah Anggarkan Pengadaan Mobil Baru?
Boalemo di Ambang Kolaps: Sekda Mangkir dari DPRD saat Nasib Ribuan Tenaga Honorer Jadi Pertaruhan
Hardiknas: Birokrasi dalam Pasungan Politik dan Nasib Generasi, Moralitas, serta Kemiskinan Boalemo
Peringati Hardiknas 2026, Pemkab Boalemo Tekankan Spirit “Deep Learning” dan Pembangunan SDM Unggul

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 18:17 WITA

Geliat Otomotif di Boalemo. LH: Sukses Gelar Drag Race, Siap Dongkrak Ekonomi Lokal

Minggu, 17 Mei 2026 - 14:03 WITA

Demokrat Bidik Kursi DPR-RI; Erwin Ismail Bergerak Tenang, Serius Menang

Senin, 11 Mei 2026 - 19:34 WITA

Sekda Masih Pakai Mobil lama, Innova Zenix untuk Siapa?

Sabtu, 9 Mei 2026 - 21:12 WITA

Dari Gorontalo, Prabowo Mulai Program Besar Penguatan Nelayan Nasional

Selasa, 5 Mei 2026 - 03:15 WITA

Boalemo di Ambang Kolaps: Sekda Mangkir dari DPRD saat Nasib Ribuan Tenaga Honorer Jadi Pertaruhan

Berita Terbaru

Gorontalo

Sekda Masih Pakai Mobil lama, Innova Zenix untuk Siapa?

Senin, 11 Mei 2026 - 19:34 WITA