Disiplin untuk Siapa?
Oleh : Nanang Syawal | Pemerihati Kebijakan Publik
Trilogis.id_(Opini/Tajuk, Boalemo) — Pemerintah Kabupaten Boalemo kembali menegaskan pentingnya disiplin bagi Aparatur Sipil Negara. Sebuah seruan yang indah di atas podium, tapi semakin kehilangan makna ketika dilihat dari praktik di lapangan. Sebab di saat ASN diminta bekerja dengan tertib dan efisien, Bupati dan Wakil Bupati justru memelihara barisan “tim ahli” dan “tim kerja” yang keberadaannya lebih banyak membebani anggaran daripada memberi solusi nyata.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Apa yang sebenarnya ingin ditunjukkan oleh pemerintah daerah? Bahwa disiplin hanya berlaku bagi bawahan, sementara lingkar kekuasaan boleh hidup tanpa ukuran kinerja? Bukankah kehadiran Tim Ahli dan Tim Kerja ini justru menjadi bukti bahwa pemerintahan tak percaya pada kemampuan ASN yang mereka sendiri minta untuk disiplin?
Lebih ironis lagi, salah satu anggota tim itu kini ditahan dalam kasus dugaan korupsi. Lalu di mana moralitas seruan disiplin itu berdiri, ketika yang berada di sekeliling pemimpin justru memberi contoh sebaliknya?
Boalemo hari ini tidak kekurangan pegawai yang cakap, yang kurang adalah keberanian untuk mempercayai dan memberdayakan mereka tanpa campur tangan politik. “Tim Ahli” dan “Tim Kerja” hanyalah simbol ketidakpercayaan diri seorang pemimpin terhadap struktur pemerintahannya sendiri.
Jika benar ingin membangun budaya disiplin, mulailah dari lingkaran terdekat. Jika benar ingin menegakkan integritas, bubarkan dulu tim yang hidup dari uang rakyat tanpa arah dan tanpa hasil.
Sebab disiplin tanpa keteladanan hanyalah sandiwara birokrasi, dan Boalemo tidak butuh lagi pertunjukan semacam itu.
Terimakasih.



















