Perdebatan Gubernur Gusnar dan Wali Kota Adhan Dinilai Wajar, DPRD: Rakyat Justru Diuntungkan

- Jurnalis

Selasa, 28 Oktober 2025 - 22:21 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trilogis.id_(GORONTALO) – Perdebatan terbuka antara Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, dan Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, belakangan ini menuai beragam tanggapan publik. Namun, sejumlah anggota DPRD Provinsi Gorontalo menilai bahwa perbedaan pandangan tersebut merupakan hal yang wajar dalam dinamika politik daerah.

Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Ghalieb Lahidjun, menegaskan bahwa dari perdebatan tersebut, pihak yang paling diuntungkan justru adalah rakyat.


Perbedaan pendapat antara gubernur dan wali kota bukan persoalan pribadi, melainkan bentuk perhatian terhadap kepentingan masyarakat. Keduanya memiliki tanggung jawab untuk memastikan kebijakan berpihak pada publik,” ujar Ghalieb dalam diskusi daring Gorontalo Youth Summit 2025, Selasa (28/10/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menambahkan, dalam konteks pemerintahan daerah, perdebatan semacam ini adalah bagian dari proses penyelarasan visi pembangunan.

Dalam setiap perbedaan, ada nilai demokrasi yang tumbuh, dan hasil akhirnya selalu diarahkan untuk kemaslahatan rakyat,” katanya.

Sementara itu, Erwin Ismail, anggota DPRD Provinsi Gorontalo lainnya, menilai bahwa perdebatan antara Gusnar dan Adhan merupakan bagian dari gaya komunikasi politik keduanya.


Gaya komunikasi politik Pak Gusnar dan Pak Adhan memang tegas dan terbuka. Publik perlu melihatnya sebagai dinamika yang sehat dalam pemerintahan, bukan konflik,” jelasnya.

Diskusi yang berlangsung interaktif melalui platform Zoom tersebut diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai kalangan muda, akademisi, dan aktivis. Tema perdebatan kepala daerah ini bahkan menjadi sorotan utama karena dinilai mencerminkan semangat transparansi dan keterbukaan dalam politik daerah.

Baca Juga :  Bendera 23 Januari tiba di Kabupaten Boalemo

Pada akhirnya, baik DPRD maupun peserta diskusi sepakat bahwa perbedaan pandangan antarpemimpin daerah merupakan bagian penting dari demokrasi lokal yang sehat—selama orientasinya tetap pada kepentingan rakyat.

Berita Terkait

Duduk, diam, gaji akan masuk; Menanti Suara di Gedung Rakyat, Fungsi DPRD Boalemo Diduga Mati Suri?
Masih soal mobil yang di pinjam Kejati, Klarifikasi Jubir Pemda dan Kabag Umum tidak substantif
Mobil Baru untuk Kejati, BPJS Menunggak dan Petani Menunggu: Di Mana Prioritas Pemda?
Pemda Boalemo dan Kejati Gorontalo Ugal-ugalan?: Antara Perencanaan yang Gagal dan Dugaan Peminjaman Ilegal
Menakar Etika dan Independensi: Ujian Transparansi di Balik Peminjaman Kendaraan Dinas Pemda oleh Kejati
PKM Berlian Gelar Pelayanan KB Serentak Gratis dalam Rangka Harganas ke-33
Rapor Merah PAHAM: Janji Pembangunan, Utang BPJS, dan Sejumlah Persoalan yang Belum Tuntas
Menyelamatkan Nyawa, Kehilangan Hak: Jeritan Nakes di Balik Penolakan Klaim BPJS
Tag :

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 20:36 WITA

Duduk, diam, gaji akan masuk; Menanti Suara di Gedung Rakyat, Fungsi DPRD Boalemo Diduga Mati Suri?

Minggu, 28 Juni 2026 - 00:32 WITA

Masih soal mobil yang di pinjam Kejati, Klarifikasi Jubir Pemda dan Kabag Umum tidak substantif

Jumat, 26 Juni 2026 - 05:56 WITA

Mobil Baru untuk Kejati, BPJS Menunggak dan Petani Menunggu: Di Mana Prioritas Pemda?

Rabu, 24 Juni 2026 - 19:05 WITA

Pemda Boalemo dan Kejati Gorontalo Ugal-ugalan?: Antara Perencanaan yang Gagal dan Dugaan Peminjaman Ilegal

Rabu, 24 Juni 2026 - 18:31 WITA

Menakar Etika dan Independensi: Ujian Transparansi di Balik Peminjaman Kendaraan Dinas Pemda oleh Kejati

Berita Terbaru