Investasi Kesehatan Masa Depan: Puskesmas Berlian Jemput Bola Sasar Balita ‘Zero Dose’

- Jurnalis

Kamis, 9 April 2026 - 21:29 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trilogis (PKM Berlian_Boalemo) — Puskesmas Berlian melalui unit layanan di Pustu Mutiara, Desa Mutiara, menggelar aksi jemput bola bagi bayi dan balita yang belum mendapatkan imunisasi campak lengkap. Kegiatan ini merupakan langkah preventif sekaligus respons terhadap tantangan kesehatan nasional dalam menekan angka kasus campak di wilayah Kabupaten Boalemo.

Komitmen Nakes untuk Kesehatan Anak

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Puskesmas Berlian, Suciyati Madeali, S.Farm., Apt., menekankan bahwa kedisiplinan imunisasi bukan sekadar rutinitas medis, melainkan kewajiban negara untuk melindungi masa depan anak-anak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di bawah kepemimpinannya, Puskesmas Berlian terus mengoptimalkan peran Pustu (Puskesmas Pembantu) agar layanan imunisasi lebih dekat dengan domisili warga, guna memastikan tidak ada anak yang terlewat (zero dose).

Baca Juga :  Anas Jusuf Silaturahmi dengan Jamaah mesjid Al-Ikhlas Desa Tapadaa

Dasar Regulasi dan Ancaman Nasional

Dalam keterangannya, Suciyati Madeali merujuk pada lonjakan kasus campak di beberapa wilayah Indonesia yang telah ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) di tingkat nasional. Beliau menegaskan bahwa program ini berlandaskan pada Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) No. 12 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Imunisasi.

Campak adalah penyakit yang sangat menular dan dapat memicu komplikasi berat seperti pneumonia hingga radang otak. Berdasarkan regulasi dan arahan dari Kementerian Kesehatan, kita harus mencapai cakupan imunisasi minimal 95%untuk membentuk kekebalan kelompok (herd immunity),” jelas Suciyati.

Solusi Strategis: Edukasi dan Pendekatan Persuasif

Menghadapi masih adanya bayi dan balita yang belum terimunisasi, Suciyati menawarkan solusi melalui pendekatan edukasi yang humanis. Beliau menyampaikan bahwa tantangan di lapangan seringkali berupa keraguan orang tua atau kendala akses.

Sebagai Nakes, tanggung jawab kami bukan hanya mengobati, tapi mengedukasi. Solusinya adalah integrasi data yang akurat antara bidan desa dan kader posyandu. Jika ada yang belum imunisasi, kami datangi. Kami ingin masyarakat paham bahwa imunisasi adalah investasi kesehatan jangka panjang yang aman,” tambah Suciyati Madeali.

Melalui kegiatan di Desa Mutiara ini, diharapkan kesadaran orang tua meningkat sehingga target cakupan imunisasi di wilayah kerja Puskesmas Berlian dapat terpenuhi, sejalan dengan visi pemerintah pusat dalam mewujudkan Indonesia Bebas Campak-Rubela.

Berita Terkait

Kisah Inspiratif; Dari Perahu, 7 Pemuda Sukses Patungan beli Sapi Kurban untuk Kaum Duafa
Sekda dan Krisis Plasma Sawit: Diam, Mengawasi, atau Membiarkan?
Isu Maladministrasi Sejumlah Kadis di Boalemo, Kepegawaian, Inspektorat dan Sekda Cuek?
Gelar Tinggi Tak Menjamin Kepatuhan: Ironi di Balik Pelantikan Cacat Hukum
Puskesmas Berlian Gelar Kegiatan Prolanis: Dari Senam Sehat hingga Edukasi Bahaya Merokok
Prabowo: Selama 34 Tahun Rp.15.400 Triliun Kita Hilang Akibat Praktik Kecurangan Ekspor
Menggugat Gurita “Kepala BKAD instan”, Ketika Jabatan Batal tapi Dokumen Keuangan Tetap Jalan?
Darah Muda di Pucuk PBB Gorontalo: Kisman Abubakar Siap Ubah Peta Geopolitik Daerah

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 21:44 WITA

Kisah Inspiratif; Dari Perahu, 7 Pemuda Sukses Patungan beli Sapi Kurban untuk Kaum Duafa

Rabu, 27 Mei 2026 - 21:06 WITA

Sekda dan Krisis Plasma Sawit: Diam, Mengawasi, atau Membiarkan?

Sabtu, 23 Mei 2026 - 20:28 WITA

Isu Maladministrasi Sejumlah Kadis di Boalemo, Kepegawaian, Inspektorat dan Sekda Cuek?

Jumat, 22 Mei 2026 - 21:22 WITA

Gelar Tinggi Tak Menjamin Kepatuhan: Ironi di Balik Pelantikan Cacat Hukum

Kamis, 21 Mei 2026 - 14:30 WITA

Puskesmas Berlian Gelar Kegiatan Prolanis: Dari Senam Sehat hingga Edukasi Bahaya Merokok

Berita Terbaru