Trilogis (Gorontalo) — Langkah Bank Indonesia (BI) dalam mempercepat perluasan ekosistem keuangan digital di Gorontalo terus membuahkan hasil nyata di lapangan. Melalui kolaborasi program strategis SHERLY-GO! (Sinergi Hebat Program Unggulan of the Year Gorontalo) dan BENTOR (Blusukan Implementasi Program Unggulan), Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Gorontalo berhasil menjaring dan mendorong lahirnya berbagai inovasi digital unggulan daerah.
Salah satu capaian terbaik ditunjukkan oleh RSUD drg. Clara Gobel Kabupaten Boalemo melalui inovasi “Dompet Clara”. Inovasi pembayaran layanan kesehatan berbasis digital ini resmi ditetapkan oleh Bank Indonesia sebagai perwakilan inovasi digital unggulan di Provinsi Gorontalo.
Inovasi “Dompet Clara” Memudarkan Kendala Transaksi Tunai
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hadirnya Dompet Clara dilatarbelakangi oleh berbagai persoalan pelayanan kesehatan berbasis transaksi tunai konvensional, mulai dari antrean panjang di loket, potensi praktik penitipan uang ke petugas, risiko kesalahan hitung uang kembalian, bukti pembayaran fisik yang mudah rusak, hingga pencatatan laporan yang rumit dan manual.
Melalui sistem pembayaran digital berbasis website ini, RSUD drg. Clara Gobel bertransformasi menghadirkan layanan non-tunai yang lebih cepat, praktis, aman, dan transparan. Masyarakat kini dapat bertransaksi secara fleksibel melalui enam kanal pembayaran utama:
- QRIS
- Virtual Account
- Payment Link
- Transfer Bank
- Kartu Kredit / Debit
- E-Wallet
Selain memanjakan pasien, Dompet Clara otomatisasi rekapitulasi transaksi administrasi rumah sakit, meminimalisir risiko kesalahan pencatatan, serta mempercepat penyusunan laporan keuangan.
Dukungan SHERLYGO dan BENTOR BI Mendorong Digitalisasi Daerah
Penetapan Dompet Clara sebagai inovasi unggulan merupakan bukti keberhasilan program SHERLYGO dan BENTORyang dicanangkan KPw BI Gorontalo. Program SHERLYGO menjadi wadah apresiasi dan kompetisi antar-Pemerintah Daerah (Pemda) se-Provinsi Gorontalo untuk mengoptimalkan Championship Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) serta memacu Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Keandalan inovasi tersebut dipastikan secara langsung melalui BENTOR, yaitu kegiatan verifikasi lapangan (onsite visit) oleh tim KPw BI Gorontalo untuk menguji konsistensi dan efektivitas pelaksanaan program digitalisasi secara nyata.
Sinergi erat BI Gorontalo bersama Pemda, Bank RKUD, Kemenkeu, Kemendagri, dan akademisi ini berhasil menaikkan jumlah Program Unggulan Digitalisasi Daerah secara signifikan—dari 5 program pada tahun 2025 menjadi 19 program pada tahun 2026. Program-program ini mencakup sektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Transparansi Laporan Publik Statistik Daerah/PDRD, Implementasi Kartu Kredit Indonesia (KKI), hingga Sistem Pembayaran Digital.
Setelah melalui tahapan pengajuan proposal (Maret 2026), pembaruan laporan (Agustus 2026), verifikasi lapangan BENTOR (September–Oktober 2026), serta penilaian dewan juri akademisi, apresiasi bagi Pemda dan OPD terbaik akan diserahkan pada puncak Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2026 mendatang. Integrated-nya inovasi seperti Dompet Clara dalam kerangka SHERLYGO dan BENTOR membuktikan komitmen bersama dalam mewujudkan layanan publik Gorontalo yang modern, efisien, dan terintegrasi secara digital.
Dukungan Pemerintah Daerah: Komitmen Bupati dan Wakil Bupati untuk Digitalisasi Penuh
Keberhasilan implementasi program digitalisasi di Kabupaten Boalemo tidak terlepas dari komitmen kuat jajaran Pemerintah Daerah. Bupati dan Wakil Bupati Boalemo secara tegas memberikan dukungan penuh dan menekankan pentingnya transformasi sistem pembayaran. Pemerintah Daerah menginstruksikan seluruh jajaran agar mendukung penuh percepatan digitalisasi dengan menjadikan pembayaran non-tunai elektronik sebagai standar utama untuk semua transaksi yang ada di layanan umum di seluruh wilayah Kabupaten Boalemo.
Langkah ini diambil demi menciptakan tata kelola keuangan yang lebih transparan, akuntabel, serta untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan maksimal bagi masyarakat dalam mengakses berbagai layanan publik.
Fokus Boalemo pada SHERLYGO: Dompet Clara Unggulan Utama berbasis QRIS
Dalam partisipasinya pada program SHERLYGO, Pemerintah Daerah Kabupaten Boalemo melalui Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) telah mengusulkan beberapa inovasi yang dikembangkan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengampu Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD). Namun, untuk tahun ini, Pemda Boalemo menetapkan prioritas strategis.
“Kami fokus memilih aplikasi Dompet Clara sebagai salah satu inovasi yang diunggulkan dalam program SHERLYGO ini. Hal ini didasari oleh keunggulan sistem pembayarannya yang sudah sepenuhnya menggunakan QRIS digital, yang sangat selaras dengan visi digitalisasi daerah,” ujar Kepala OPD terkait, Lahmuddin.
Sinergi Dinas Kesehatan: Mendorong Digitalisasi Layanan Kesehatan
Di bawah koordinasi Kepala Dinas Kesehatan, Sutriyani Lumula, transformasi digital di sektor kesehatan tidak hanya berhenti pada Dompet Clara. Dinas Kesehatan berkomitmen untuk mendorong implementasi sistem pembayaran non-tunai dan digitalisasi administrasi di berbagai layanan kesehatan lainnya di bawah naungan Dinkes.
Upaya ini bertujuan untuk memastikan seluruh ekosistem layanan kesehatan di Kabupaten Boalemo menjadi lebih modern, efisien, dan terintegrasi, sejalan dengan arahan Bupati dan Wakil Bupati untuk mendigitalisasi seluruh layanan umum.




















