Kabid Humas Polda : Polisi dan wartawan itu tidak bisa dipisahkan

- Jurnalis

Sabtu, 17 Oktober 2020 - 05:20 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabid Humas Polda Gorontalo Kombes Pol. Wahyu Tri Cahyono, SIK. foto: ist.

Kabid Humas Polda Gorontalo Kombes Pol. Wahyu Tri Cahyono, SIK. foto: ist.

Trilogis.id_(Gorontalo) – Boikot Pemberitaan yang dilayangkan oleh wartawan  kepada Polda Gorontalo saat melalukan demonstrasi  (kamis 15/10) di Mapolda Gorontalo, Akhirnya di klarifikasi oleh Kapolda Gorotalo Irjen Pol. Akhmad Wiyagus, SIK., M.SI., M.M., melalui Kabid Humas.

Kepada awak media, Kabid Humas Polda Gorontalo Kombes Pol. Wahyu Tri Cahyono, SIK., menyampaikan Ketidakhadiran Kapolda Gorontalo Irjen Pol. Akhmad Wiyagus,SIK.,M.SI M.M menemui masa Aksi insan Pers karena adanya kegiatan lain yang tidak bisa ditinggalkan.

“Teman-teman pers mestinya paham, bahwa tugas Kapolda itu begitu padat, sehingga tidak semuanya bisa dihandle, maka dari itu kita kenal yang namanya pendelegasian tugas dan alasan ketidakhadiranpun sudah disampaikan kepada Korlap.” ungkap Wahyu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bahkan menurutnya, saat kegiatan aksi damai wartawan tersebut, dihadiri beberapa Pejabat Polda sebagai delegasi untuk menerima masa aksi.

“saat masa aksi menyambangi Mapolda kemarin, saya hadir, ada Dir Samapta, Dir Reskrimum, ada Kabid Propam, semua hadir mewakili Bapak Kapolda siap menerima dan melayani aksi damai dari teman-teman media, namun Korlap tidak mau dan justru memaksa Kapolda serta Wakapolda yang harus hadir, kemudian membuat penafsiran lain, gak boleh begitu dong,” tuturnya.

Wahyu menambahakan, bahwa saat ini Kapolda Gorontalo sedang berupaya menangani beberapa permasalahan yang terjadi diwilayah Propinsi Gorontalo yang perlu mendapatkan perhatian agar tetap terjaga situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif.

“kita ketahui bersama, saat ini di Gorontalo ada beberapa daerah yang  Pilkada, ada persoalan Covid-19, ada persoalan terkait aksi penolakan UU Cipta Kerja dan lain sebagainya, tentu ini harus diantisipasi, agar tidak terjadi kerusuhan sebagaimana yang terjadi di luar Gorontalo, dan semua itu menjadi perhatian dari Bapak Kapolda untuk bagaimana menjaga keamanan dan mempertahankan kondusifitas Propinsi Gorontalo.”

Diakhir penyampaiannya, Wahyu mengajak kepada seluruh teman-teman media untuk kembali menjalin silaturahmi, karena pada dasarnya Polisi dan wartawan itu adalah mitra.

“Polisi dan wartawan itu tidak bisa dipisahkan, dalam menjalan tugas tentunya bisa terjadi kesalahpahaman, mari kita bersikap dewasa, duduk bersama, dan kita cari solusi terbaik atas semua benang kusut yang terjadi, kita coba urai kembali,” ungkap Alumnus Akpol 98 tersebut.

Baca Juga :  Dr. Sherman Moridu Minta PLN Sulutgo pasang jaringan ke Desa terpencil Boalemo

Berita Terkait

Rapor Merah PAHAM: Janji Pembangunan, Utang BPJS, dan Sejumlah Persoalan yang Belum Tuntas
Menyelamatkan Nyawa, Kehilangan Hak: Jeritan Nakes di Balik Penolakan Klaim BPJS
Sekda dan Krisis Plasma Sawit: Diam, Mengawasi, atau Membiarkan?
Isu Maladministrasi Sejumlah Kadis di Boalemo, Kepegawaian, Inspektorat dan Sekda Cuek?
Gelar Tinggi Tak Menjamin Kepatuhan: Ironi di Balik Pelantikan Cacat Hukum
Prabowo: Selama 34 Tahun Rp.15.400 Triliun Kita Hilang Akibat Praktik Kecurangan Ekspor
Menggugat Gurita “Kepala BKAD instan”, Ketika Jabatan Batal tapi Dokumen Keuangan Tetap Jalan?

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 16:15 WITA

Rapor Merah PAHAM: Janji Pembangunan, Utang BPJS, dan Sejumlah Persoalan yang Belum Tuntas

Kamis, 4 Juni 2026 - 23:02 WITA

Menyelamatkan Nyawa, Kehilangan Hak: Jeritan Nakes di Balik Penolakan Klaim BPJS

Senin, 1 Juni 2026 - 14:49 WITA

Rabu, 27 Mei 2026 - 21:06 WITA

Sekda dan Krisis Plasma Sawit: Diam, Mengawasi, atau Membiarkan?

Jumat, 22 Mei 2026 - 21:22 WITA

Gelar Tinggi Tak Menjamin Kepatuhan: Ironi di Balik Pelantikan Cacat Hukum

Berita Terbaru

Headline

Senin, 1 Jun 2026 - 14:49 WITA