Desakan Transparansi Kasus Perdis Fiktif disebut Lebay. Ain Tialo: Pernyataan Kisman Keliru

- Jurnalis

Jumat, 12 September 2025 - 11:19 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trilogis.id_(BOALEMO) – Pernyataan aktivis Kisman Abubakar yang meminta publik tidak berlebihan dalam mendesak Kejaksaan Negeri Boalemo terkait kasus perjalanan dinas (perdis) fiktif menuai reaksi keras dari berbagai kalangan. Aktivis muda NU, Nurain Tialo, menilai pernyataan tersebut justru melumpuhkan semangat pengawasan publik terhadap dugaan praktik hukum yang berpotensi merugikan negara.

Nurain Tialo menegaskan bahwa desakan publik, LSM, dan mahasiswa justru merupakan wujud dari peran aktif masyarakat dalam mengawal proses hukum.

Mengatakan desakan publik ‘lebay’ adalah pandangan yang keliru dan berbahaya. Justru tanpa desakan itu, kasus besar yang melibatkan puluhan anggota DPRD dan unsur pimpinan ini berpotensi masuk angin,” ujar Bendahara PC. PMII Boalemo, Ain Tialo jumat 11/09/2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Perempuan progresif Kabupaten Baolemo itu, sejumlah fakta dan data yang sudah banyak dibeberkan dan menunjukkan dugaan perdis fiktif dalam pemeriksaan dan proses penegakan hukum merugikan negara.

Proses pemeriksaan selama ini tidak transparan. Banyak saksi yang kami curigai tidak dihadirkan, dan ada indikasi upaya mengaburkan fakta. Ini bukan lagi soal praduga tak bersalah, ini soal integritas penegak hukum yang harus dipertanyakan,” lanjutnya.

Ia menambahkan, peran masyarakat sipil, LSM, dan mahasiswa sangat krusial dalam memastikan kasus ini tidak hanya menjadi wacana, melainkan diproses secara adil dan transparan hingga tuntas.

Kami tidak akan membiarkan kasus ini diselesaikan dengan ‘kekeluargaan’ atau hanya melibatkan sebagian kecil pelaku. Negara dirugikan, dan rakyat Boalemo harus tahu siapa yang bertanggung jawab,” tegas Ain.

Ain juga mendesak Kejaksaan Negeri Boalemo untuk segera memeriksa para pihak yang diduga terlibat, terutama yang kini menjabat sebagai Ketua DPRD dan Wakil Bupati.

Jika tidak ada yang disembunyikan, mengapa Kejaksaan terkesan lamban? Kami akan terus mengawal kasus ini sampai ke pengadilan. Masyarakat berhak mendapatkan keadilan, dan uang negara harus dikembalikan,” pungkasnya.

Baca Juga :  Ucapan Selamat Ulang Tahun dan Kantor Baru BSG

Berita Terkait

Ditengah Fiskal Tertekan, Rp6 Miliar Digelontorkan: Proyek Jalan atau Pengalihan Isu?
Ketua DPRD diperiksa, Dugaan Perdis Fiktif DPRD Boalemo Makin Terang?
Kejari Boalemo Periksa Sejumlah Anggota DPRD Terkait Dugaan Perjalanan Dinas Fiktif 2020–2022
Ngutang Lagi? Ketika Raja dan Penjaga Gerbang Mengawal 25 Keping Emas
Menuju Indonesia Emas, Kapolres Boalemo & DPD KNPI Targetkan Boalemo Zero Miras dan Judi
Menakar Integritas Seleksi Jabatan di Boalemo, Antara Meritokrasi dan Bayang-Bayang Nepotisme
Ironi Gelar Profesor dan “Lonceng Kematian” Meritokrasi di Boalemo
Redam Gejolak, Wakil Bupati Boalemo “Jemput Bola” Temui Masyarakat Wonosari Demi Solusi Cepat

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 17:57 WITA

Ditengah Fiskal Tertekan, Rp6 Miliar Digelontorkan: Proyek Jalan atau Pengalihan Isu?

Jumat, 14 Agustus 2026 - 17:13 WITA

Ketua DPRD diperiksa, Dugaan Perdis Fiktif DPRD Boalemo Makin Terang?

Selasa, 11 Agustus 2026 - 17:11 WITA

Kejari Boalemo Periksa Sejumlah Anggota DPRD Terkait Dugaan Perjalanan Dinas Fiktif 2020–2022

Kamis, 6 Agustus 2026 - 07:27 WITA

Ngutang Lagi? Ketika Raja dan Penjaga Gerbang Mengawal 25 Keping Emas

Jumat, 24 April 2026 - 18:40 WITA

Menakar Integritas Seleksi Jabatan di Boalemo, Antara Meritokrasi dan Bayang-Bayang Nepotisme

Berita Terbaru