Mengenal Dr. Wahyudi, Penguji UKW Dewan Pers

- Jurnalis

Sabtu, 31 Agustus 2024 - 11:24 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trilogis.id (Gorontalo) – Dr. Wahyudi M Pratopo M.Si., merupakan salah satu penguji Uji Kompetensi Wartawan (UKW) oleh Dewan Pers yang diselenggarakan di Provinsi Gorontalo.

Pria yang lahir di Klaten tahun 1968 ini, mengawali karir jurnalisnya sejak duduk di bangku kuliah Universitas Gajah Mada, Jogjakarta.

Mengambil jurusan sarjana hubungan internasional di Universitas Gajah Mada, Dr. Wahyudi juga sempat berkecimpung di Pers Mahasiswa, dan mengelola majalah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menyandang Gelar sarjana hingga doktoral, saat ini, Dr. Wahyudi M Pratopo bekerja sebagai dosen aktif di Fakultas Ilmu Komukasi dan Diplomasi Universitas Pertamina Jakarta.

Menempuh S2 (2002), S3 ilmu komunikasi (2017), dan resmi menjadi alumni Universitas Indonesia (UI), berikut pengalaman Dr. Wahyudi di dunia jurnalistik.

Baca Juga :  Sinergi Mahasiswi KKD dan Kader Posyandu Tingkatkan Layanan Kesehatan Ibu dan Anak di Timur Terang

1. Tempo.

2. Jakarta Pos

3.Indonesia time.

4. Urbania.

5. internews.

Menjadi penting, dalam menjalankan profesi sebagai wartawan, Dr. Wahyudi menerangkan variabel yang harus diperhatikan dan dimiliki oleh setiap wartawan.

Multitasking

Multitasking adalah kemampuan untuk menyelesaikan lebih dari satu tugas secara bersamaan.

Seorang wartawan dituntut bisa mengerjakan tugas secara bersamaan dalam menunjang pekerjaan dilapangan saat mencari fakta dan data.

Tak hanya menulis, wartawan harus bisa menjadi seorang fotografer, videografer, dan membuat  infografis serta ide-ide kreatif.

Baca Juga :  Dikes Boalemo Raih Penghargaan dari HAKLI

Belum lagi, pesatnya perkembangan dunia digitalisasi, sistemim informasi dan komunikasi, menuntut wartawan harus bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi.

Kendati demikian, Dr. Wahyudi menegaskan bahwa wartawan juga tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalis (KEJ) sebagai landasan berpijak hingga membedakan antara jurnalis dan konten kreator.

Jurnalis diikat dan diatur Kode Etik Jurnalis, sementara konten kreator tidak diikat dan diatur dengan kode etik. Itu yang membedakannya,” ungkap Dr. Wahyudi, Sabtu,31-07-2024.

Tak hanya di Indonesia, menurutnya, Kode Etik Jurnalis merupakan hal utama dalam pekerjaan Pers Pendidikan termasuk di luar negeri.

Berita Terkait

Redam Gejolak, Wakil Bupati Boalemo “Jemput Bola” Temui Masyarakat Wonosari Demi Solusi Cepat
Apresiasi Lokasi KNMP Boalemo, Irjen KKP Beri Sinyal Kehadiran Prabowo Subianto untuk Peresmian
Pemerintah Hadir: Lahmudin “Pasang Badan” soal Penanganan Banjir di Mohungo
Sering Terendam Banjir Saat Hujan Deras, Wabup Boalemo Tinjau Lokasi Pembangunan Embung di Mohungo
Langkah Strategis Boalemo: Kolaborasi Pemkab dan Kemenhan Matangkan Desain Markas Batalyon
Investasi Kesehatan Masa Depan: Puskesmas Berlian Jemput Bola Sasar Balita ‘Zero Dose’
Lobi Pusat demi Rakyat, Bupati dan Wabup Boalemo “Jemput Bola” Anggaran Infrastruktur dan Pertanahan
Perkuat Layanan Air Bersih, Wakil Bupati Boalemo Koordinasi ke Kementerian PUPR

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 22:57 WITA

Redam Gejolak, Wakil Bupati Boalemo “Jemput Bola” Temui Masyarakat Wonosari Demi Solusi Cepat

Rabu, 15 April 2026 - 14:17 WITA

Apresiasi Lokasi KNMP Boalemo, Irjen KKP Beri Sinyal Kehadiran Prabowo Subianto untuk Peresmian

Selasa, 14 April 2026 - 23:43 WITA

Pemerintah Hadir: Lahmudin “Pasang Badan” soal Penanganan Banjir di Mohungo

Senin, 13 April 2026 - 15:46 WITA

Sering Terendam Banjir Saat Hujan Deras, Wabup Boalemo Tinjau Lokasi Pembangunan Embung di Mohungo

Minggu, 12 April 2026 - 21:01 WITA

Langkah Strategis Boalemo: Kolaborasi Pemkab dan Kemenhan Matangkan Desain Markas Batalyon

Berita Terbaru