Nekat gelar Aksi dimasa Pandemi, FRI dibubarkan Polisi

- Jurnalis

Selasa, 1 Desember 2020 - 12:48 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trilogis.id_( Gorontalo) – Dalam rangka memperingati hari kemerdekaan papua pada tanggal 1 Desember tahun 1961, Front Rakyat Indonesia untuk West Papua Gelar aks Damai, Senin, 1-12-2020.

Tepat didepan Universitas Negeri Gorontalo, masa aksi yang di tengarai Yulyasa Santika Soleman dan kawan-kawan meminta kepada Pemerintahan Indonesia agar segera menarik operasi militer baik secara organik dan non organik di tanah papua.

Tak hanya itu, Yulyasa juga dalam bahasa orasinya juga meminta agar permasalahan HAM harus di usut tuntas di tanah papua.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sudah banyak korban yang berjatuhan di tahun 2020 berdasarkan Amnesti Internasional ada 150 orang. belum lagi distrik-distrik lain karna memang untuk ruang pembungkaman demokrasi di tanah papua sudah semakin masif.” Ungkap Yulyasa ketika diwawancarai.

Bahkan, dia menceritakan, menurut Edi atau panel TNI yang sudah menyatakan sikap memang Pemerintahan sengaja bahwa jurnalis nasional dan internasional masuk di tanah papua harus di batasi dan ini di akui oleh Egi Sugianto seorang panel TNI ketika di tanyakan oleh Aliansi Jurnalistik Independen (AJI).

Baca Juga :  Wajah Baru dan Semangat Kebangkitan HPIMB-G

Selain Front Rakyat Indonesia, dalam aksi tersebut juga turut diikuti Organisasi Masyarakat (Ormas) yang mendukung penuh kemerdekaan papua sambil menyoraki papua bukan merah putih papua bintang kejora.

Sementara itu, tak mengantongi ijin dari Pihak Kepolisian, Kapolres kota gorontalo, AKBP. Desmont Harjendro Agitson Putra terpaksa membubarkan masa aksi karena berpotensi menimbulkan paparan virus Corona.

“Perihal aksi yang baru saja di gelar oleh adik mahasiswa papua dalam hal menyapaikan aspirasi mereka. Kami dari pihak kepolisian sudah menghimbau dan tidak memberikan izin dan rekomendasi untuk kegiatan tersebut. Namum mereka tetap melakukan aksi sementara berdasarkan aturan yang ada terpaksa kami bubarkan karna memang di masa pandemi seperti ini, Kami berupaya mncegah kerumunan dan hal-hal lainnya yang bisa menimbulkan bertambahnya virus corona.”

Walaupun demikian, tidak terjadi gesekan antara Pihak Kepolisian dan Masa Aksi saat diminta untuk membubarkan diri. (Kasmat)

Berita Terkait

Kejari Boalemo Periksa Sejumlah Anggota DPRD Terkait Dugaan Perjalanan Dinas Fiktif 2020–2022
Ngutang Lagi? Ketika Raja dan Penjaga Gerbang Mengawal 25 Keping Emas
Menuju Indonesia Emas, Kapolres Boalemo & DPD KNPI Targetkan Boalemo Zero Miras dan Judi
Menakar Integritas Seleksi Jabatan di Boalemo, Antara Meritokrasi dan Bayang-Bayang Nepotisme
Ironi Gelar Profesor dan “Lonceng Kematian” Meritokrasi di Boalemo
Redam Gejolak, Wakil Bupati Boalemo “Jemput Bola” Temui Masyarakat Wonosari Demi Solusi Cepat
Pemerintah Hadir: Lahmudin “Pasang Badan” soal Penanganan Banjir di Mohungo
Sering Terendam Banjir Saat Hujan Deras, Wabup Boalemo Tinjau Lokasi Pembangunan Embung di Mohungo

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 17:11 WITA

Kejari Boalemo Periksa Sejumlah Anggota DPRD Terkait Dugaan Perjalanan Dinas Fiktif 2020–2022

Kamis, 6 Agustus 2026 - 07:27 WITA

Ngutang Lagi? Ketika Raja dan Penjaga Gerbang Mengawal 25 Keping Emas

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:04 WITA

Menuju Indonesia Emas, Kapolres Boalemo & DPD KNPI Targetkan Boalemo Zero Miras dan Judi

Jumat, 24 April 2026 - 18:40 WITA

Menakar Integritas Seleksi Jabatan di Boalemo, Antara Meritokrasi dan Bayang-Bayang Nepotisme

Rabu, 15 April 2026 - 22:57 WITA

Redam Gejolak, Wakil Bupati Boalemo “Jemput Bola” Temui Masyarakat Wonosari Demi Solusi Cepat

Berita Terbaru

Advertorial

Rakor Ditutup, Pemkab Boalemo Siap Tekan Angka Penyakit

Jumat, 24 Apr 2026 - 18:34 WITA